• Techno
  • Peran Robot di Industri Pariwisata Dunia

Peran Robot di Industri Pariwisata Dunia

Wed, 20 March 2019
Peran Robot di Industri Pariwisata Dunia

Perkembangan ilmu dan teknologi di dunia nggak hanya memberi dampak pada kecepatan transfer informasi, tapi juga melahirkan robot-robot canggih yang dapat membantu pekerjaan manusia. Bahkan berdasarkan riset yang dilakukan World Economic Forum, di tahun 2030 nanti bakal ada lebih dari 800 juta manusia yang harus siap bersaing dengan robot-robot tersebut demi mendapatkan pekerjaan.

Hampir seluruh sektor industri, robot bahkan dipercaya bisa bekerja lebih cepat dari manusia. Pastinya lo jadi penasaran, kan, kalau di masa depan nanti industri pariwisata memanfaatkan robot, bakal seperti apa jadinya?

 

Beri 24/7 layanan nonstop

Beri 24/7 layanan nonstop

Urbaners, berbeda dari manusia yang bisa merasa lelah, tentunya robot nggak bakal merasakan hal tersebut. Beberapa hotel di dunia bahkan sudah memakai robot di bagian front office-nya agar bisa memberikan pelayanan kepada pengunjung selama 24/7 nonstop. Misalnya, di Hotel Henn-na prefektur Nagasaki, Jepang, lo bisa menemukan robot cantik di bagian resepsionis yang mampu berbincang dalam sejumlah bahasa asing.

 

Bekerja lebih cepat, tepat, dan akurat

Biasanya kesalahan paling umum yang bikin lo kesal selama bepergian adalah ketika petugas check in di bandara salah memasukkan data penumpang. Meski terlihat sepele, human error ini ternyata merugikan banget. Belum lagi sebagai penumpang pesawat harus ketinggalan jadwal penerbangan. Nah, dengan adanya teknologi robot, kejadian ini lebih bisa diminimalisir. Robot-robot yang ditempatkan di bagian check-in counter bandara bisa bekerja lebih cepat, tepat, dan akurat. Saat ini baru Geneva Airport yang tengah menguji coba teknologi ini.

 

Meningkatkan kenyamanan dan keamanan

Meningkatkan kenyamanan dan keamanan

Meski masih menimbulkan pro dan kontra, peran robot di industri pariwisata dunia ini bisa meningkatkan kenyamanan dan keamanan para traveller. Robot-robot tersebut bakal bekerja sesuai dengan perintah yang di-input dan minim risiko kejahatan, misalnya pencurian. Jadi, lo nggak perlu khawatir lagi kalau petugas cleaning service yang membersihkan kamar hotel bakal mencuri atau merusak barang-barang lo.

 

Menguntungkan pelaku bisnis pariwisata

Selain bisa melayani lo setiap saat, robot di industri pariwisata ini juga menguntungkan bagi pelaku bisnis di bidang itu sendiri. Pasalnya, pelaku bisnis pariwisata nggak perlu lagi memikirkan gaji atau bonus yang harus diberikan untuk karyawan. Robot nggak bakal meminta kenaikan gaji atau upah lembur pada pengelola hotel. Sebaliknya, dana bisa dialokasikan buat kebutuhan lain termasuk biaya maintenance robot itu sendiri.

 

Gimana menurut pendapat lo kalau Indonesia juga menerapkan sistem robot di industri pariwisatanya, ya?

 

 

Source: lonelyplanet.com

6 YouTuber Dengan Penghasilan Terbesar Di Tahun 2019

Tuesday, December 31, 2019 - 13:17
PewDiePie memakai kaos hitam

Saat ini YouTuber semakin banyak lho, Urbaners. Bahkan makin banyak orang yang bercita-cita jadi YouTuber. Anak muda saat ini pun makin banyak yang membuat channel YouTube dan mengunggah vlog. Hampir setiap orang berusaha untuk menjadi content creator di YouTube. YouTube dianggap mampu menghasilkan banyak uang. Forbes bahkan merilis info YouTuber yang mendapat penghasilan paling besar di tahun 2019. Siapa sajakah mereka ini?

 

Dude Perfect

anggota Dude Perfect berfoto bersama memakai kemeja kotak-kotak

Channel Dude Perfect ternyata dimiliki oleh sekumpulan bapak-bapak lho, Urbaners. Mereka adalah Tyler Toney, Garret Hilbert, Cody Jones, Coby Cotton, dan Cory Cotton. Pria paruh baya tersebut membuat channel YouTube yang sering diisi oleh video mereka ketika sedang berolahraga dan bermain bowling. Mereka berhasil mendapatkan keuntungan dari YouTube sebesar 20 juta dolar AS. Bahkan mereka juga ditawari untuk dibuatkan acara TV di Nickelodeon. Keren juga ya bapak-bapak ini, Urbaners.

 

Rhett and Link

foto Rhett and Link

Duo komedian asal California, Amerika Serikat ini berhasil meraup pendapatan sebesar hingga 17,5 juta dolar AS, Urbaners. Mereka sering mengunggah video lucu yang mereka buat. Nggak hanya itu saja, mereka juga sering mengunggah lagu komedi hasil parodi mereka sendiri. Rhett and Link juga dikenal pintar membuat sketsa. Keren kan?

 

Preston

Preston dengan balon angka 10

Sebelum fokus membuat vlog, Preston memulai channel YouTube-nya dengan memainkan game Minecraft dan Call of Duty. Perubahan ini membuat jumlah subscriber-nya terus bertambah dari waktu ke waktu. Preston berhasil meraup keuntungan dari YouTube hingga mencapai jumlah 14 juta dolar AS. Sungguh sebuah pendapatan yang fantastis.

 

PewDiePie

PewDiePie di ruangannya sambil memakai headphone

Channel YouTube PewDiePie berisikan video permainan aksi dan horror. PewDiePie memiliki 102 juta subscriber di channel YouTube-nya. Di tahun 2019, PewDiePie mendapat keuntungan dari YouTube sebesar 13 juta dolar AS. Bahkan banyak para gamers menjadikannya sebagai inspirator dalam main game seru.

 

DanTDM

DanTDM memakai kaos warna hitam dengan poni lemparnya

DanTDM sering mengunggah video tentang game. Biasanya game yang sering dia mainkan adalah Fortnite dan Minecraft di channel YouTube-nya. Dia bahkan berhasil memenangkan penghargaan di Kids Choice Awards dan juga mencetak Guinness World Records. Kini, DanTDM berhasil meraup pendapatan sebesar 12 juta dolar AS dari video YouTube yang dia buat di channel-nya.

 

VanossGaming

Vanossgaming memakai kaos warna putih

Buat lo yang suka game, channel milik VanossGaming ini cocok banget buat lo tonton. VannosGaming sering mengunggah video tentang game terutama GTA V, Minecraft, dan game lainnya. Berkat video tutorial game tersebut, dirinya pun kini berhasil mendapatkan hingga 11,5 juta dolar AS.

 

Dari deretan di atas, ada nggak nih YouTuber favorit lo, Urbaners?

 

 

Source : IDN Times