• Techno
  • Selamat, Go-Jek Jadi Startup Decacorn Pertama dari Indonesia!

Selamat, Go-Jek Jadi Startup Decacorn Pertama dari Indonesia!

Mon, 15 April 2019
Selamat, Go-Jek Jadi Startup Decacorn Pertama dari Indonesia!

Pertama dari Indonesia, Go-Jek sukses menyandang gelar startup Decacorn! Sebutan Decacorn sendiri mengacu pada perusahaan rintisan atau startup dengan nilai valuasi mencapai angka USD10 miliar atau sekitar Rp141 triliun. Didirikan oleh Nadiem Makarim pada tahun 2011, Go-Jek terus menunjukkan pertumbuhan yang pesat dari tahun ke tahun. Pastinya lo bangga atas prestasi perusahaan yang bergerak di bidang transportasi online karya anak bangsa ini.

 

Berada pada peringkat ke-19 di dunia

Prestasi Go-Jek ini diungkapkan langsung oleh lembaga riset dunia, CB Insight, dalam The Global Unicorn Club. Dalam laporan tersebut, bisa diketahui kalau Go-Jek merupakan startup Indonesia pertama yang berhasil menembus angka valuasi sebesar USD10 miliar. Nggak tanggung-tanggung, Urbaners, melalui platform ride-sharing yang disediakan, Go-Jek mampu menduduki urutan ke-19 dari sejumlah startup Decacorn yang ada di seluruh dunia.

 

Dapat suntikan dana dari dalam dan luar negeri

Dapat suntikan dana dari dalam dan luar negeri

Meskipun belum mengalahkan nilai valuasi perusahaan transportasi online, Uber, sebesar USD72 miliar, ternyata kehadiran Go-Jek di Indonesia berhasil menyita perhatian sejumlah investor. Baik dari dalam dan luar negeri, hingga di awal tahun ini Go-Jek berhasil mengantongi pendanaan sebesar USD1 miliar. Dana tersebut diperoleh dari Tencent Holdings, Meituan Dianping, Temasek Holdings, Astra Internasional,  hingga perusahaan raksasa teknologi Google.

 

Pro kontra kehadiran Go-Jek di Indonesia

Urbaners, meskipun sudah mendapatkan banyak pendanaan ternyata nggak gampang untuk Go-Jek mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Apalagi hingga saat ini penyedia ojek online belum mendapatkan izin resmi dari pemerintah Indonesia sebagai salah satu moda transportasi umum. Di sisi lain, startup Go-Jek berhasil membuka lapangan pekerjaan bagi ribuan masyarakat di penjuru nusantara. Go-Jek juga berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri, lho!

 

Ekspansi ke luar negeri

Ekspansi ke luar negeri

Dalam perkembangannya, Go-Jek nggak hanya menyediakan jasa transportasi. Ada juga fitur pengiriman barang, pemesanan makanan, hingga yang terbaru melalui layanan pembayaran non-tunai melalui dompet digital bernama Go-Pay. Berbekal pendanaan yang diperoleh serta pengembangan fitur dan layanan di dalam aplikasinya, sekarang lo juga bisa menemukan Go-Jek di berbagai negara, antara lain Singapura, Filipina, Vietnam, dan Thailand.

 

Urbaners, kesuksesan startup Go-Jek menyandang gelar Decacorn seharusnya mendapat apresiasi dan memotivasi startup-startup lain yang ada di Indonesia. Sekali lagi, congratulations!

 

 

Sources: Detik.com, Kompas.com, Techinasia.com

6 YouTuber Dengan Penghasilan Terbesar Di Tahun 2019

Tuesday, December 31, 2019 - 13:17
PewDiePie memakai kaos hitam

Saat ini YouTuber semakin banyak lho, Urbaners. Bahkan makin banyak orang yang bercita-cita jadi YouTuber. Anak muda saat ini pun makin banyak yang membuat channel YouTube dan mengunggah vlog. Hampir setiap orang berusaha untuk menjadi content creator di YouTube. YouTube dianggap mampu menghasilkan banyak uang. Forbes bahkan merilis info YouTuber yang mendapat penghasilan paling besar di tahun 2019. Siapa sajakah mereka ini?

 

Dude Perfect

anggota Dude Perfect berfoto bersama memakai kemeja kotak-kotak

Channel Dude Perfect ternyata dimiliki oleh sekumpulan bapak-bapak lho, Urbaners. Mereka adalah Tyler Toney, Garret Hilbert, Cody Jones, Coby Cotton, dan Cory Cotton. Pria paruh baya tersebut membuat channel YouTube yang sering diisi oleh video mereka ketika sedang berolahraga dan bermain bowling. Mereka berhasil mendapatkan keuntungan dari YouTube sebesar 20 juta dolar AS. Bahkan mereka juga ditawari untuk dibuatkan acara TV di Nickelodeon. Keren juga ya bapak-bapak ini, Urbaners.

 

Rhett and Link

foto Rhett and Link

Duo komedian asal California, Amerika Serikat ini berhasil meraup pendapatan sebesar hingga 17,5 juta dolar AS, Urbaners. Mereka sering mengunggah video lucu yang mereka buat. Nggak hanya itu saja, mereka juga sering mengunggah lagu komedi hasil parodi mereka sendiri. Rhett and Link juga dikenal pintar membuat sketsa. Keren kan?

 

Preston

Preston dengan balon angka 10

Sebelum fokus membuat vlog, Preston memulai channel YouTube-nya dengan memainkan game Minecraft dan Call of Duty. Perubahan ini membuat jumlah subscriber-nya terus bertambah dari waktu ke waktu. Preston berhasil meraup keuntungan dari YouTube hingga mencapai jumlah 14 juta dolar AS. Sungguh sebuah pendapatan yang fantastis.

 

PewDiePie

PewDiePie di ruangannya sambil memakai headphone

Channel YouTube PewDiePie berisikan video permainan aksi dan horror. PewDiePie memiliki 102 juta subscriber di channel YouTube-nya. Di tahun 2019, PewDiePie mendapat keuntungan dari YouTube sebesar 13 juta dolar AS. Bahkan banyak para gamers menjadikannya sebagai inspirator dalam main game seru.

 

DanTDM

DanTDM memakai kaos warna hitam dengan poni lemparnya

DanTDM sering mengunggah video tentang game. Biasanya game yang sering dia mainkan adalah Fortnite dan Minecraft di channel YouTube-nya. Dia bahkan berhasil memenangkan penghargaan di Kids Choice Awards dan juga mencetak Guinness World Records. Kini, DanTDM berhasil meraup pendapatan sebesar 12 juta dolar AS dari video YouTube yang dia buat di channel-nya.

 

VanossGaming

Vanossgaming memakai kaos warna putih

Buat lo yang suka game, channel milik VanossGaming ini cocok banget buat lo tonton. VannosGaming sering mengunggah video tentang game terutama GTA V, Minecraft, dan game lainnya. Berkat video tutorial game tersebut, dirinya pun kini berhasil mendapatkan hingga 11,5 juta dolar AS.

 

Dari deretan di atas, ada nggak nih YouTuber favorit lo, Urbaners?

 

 

Source : IDN Times