• Techno
  • Sudah Kenal Bonceng, Pesaing Gojek dan Grab Terbaru?

Sudah Kenal Bonceng, Pesaing Gojek dan Grab Terbaru?

Fri, 08 November 2019
Seorang driver Bonceng sedang tersenyum ke penumpang wanita, akan mengantarkan penumpang.

Saat ini, bisnis online ride-hailing di Indonesia tengah didominasi oleh 2 brand, yaitu Gojek dan Grab. Namun, sebetulnya masih ada sejumlah pesaing lain dengan layanan tak kalah menarik, salah satunya adalah Bonceng. Bagi yang tinggal di kawasan Jakarta dan sekitarnya, lo mungkin sudah nggak asing dengan mereka. Apalagi driver Bonceng mengenakan seragam yang cukup eye-catching dan menggambarkan bendera Indonesia, yaitu perpaduan warna merah dan putih. Yuk, kenalan lebih jauh dengan Bonceng!

 

Nggak Menerapkan Harga per Kilometer

Para driver Bonceng ID sedang konvoi

Pada dasarnya, Bonceng menyediakan layanan yang tak jauh berbeda dari Gojek dan Grab walaupun skalanya belum terlalu besar, yaitu online ride-hailing. Lalu, apa yang membedakan Bonceng dari Gojek dan Grab?

Penerapan tarif yang dilakukan Bonceng ternyata bukan per kilometer perjalanan, Urbaners. Bonceng mengenakan harga cluster berdasarkan radius jarak perjalanan yang dikategorikan dalam beberapa harga “bulat”, misalnya 5.000 Rupiah, 10.000 Rupiah, 15.000 Rupiah, dan seterusnya. Nggak cuma itu, Bonceng juga memungkinkan lo untuk memesan layanan penjemputan sesuai waktu yang diinginkan sampai 7 hari ke depan.

 

Masih Beroperasi di Jabodetabek

Bonceng pertama kali membuat aplikasi pada Agustus 2018. Nah, mengingat kehadirannya yang belum terlalu lama, layanan Bonceng pun sekarang baru tersedia di area Jabodetabek. Walaupun begitu, jumlah driver yang sudah bergabung dengan Bonceng ternyata cukup banyak, yaitu lebih dari 60.000! Di Jakarta, Bonceng telah mengaktivasi sekitar 55.000 driver. Sedangkan, di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, jumlah driver mencapai kurang lebih 500.

 

Sudah Punya Program untuk Lebarkan Layanan

Driver Bonceng yang sedang mengantarkan penumpang

Walaupun saat ini masih terkonsentrasi di area Jabodetabek, Bonceng tetap berencana untuk mengembangkan layanannya ke seluruh daerah di Indonesia. Bahkan Bonceng menilai bahwa sebetulnya layanan mereka lebih dibutuhkan di daerah daripada kota-kota besar.

Pasalnya, kota-kota besar sudah dilengkapi dengan transportasi massal yang lebih memadai. Sedangkan, ketersediaan transportasi umum di daerah masih kurang. Demi mewujudkan hal tersebut, Bonceng pun membuat Program Nusa Kita. Mereka akan bekerja sama dengan penguasa lokal dan pemerintah daerah setempat untuk mengelola Bonceng.

 

Banyak PR yang harus dikerjakan Bonceng untuk bisa bersaing atau bahkan mengungguli Gojek dan Grab. Let’s see how the competition goes!

 

 

Sources: cnbcindonesia.com, goodnewsfromindonesia.id

6 YouTuber Dengan Penghasilan Terbesar Di Tahun 2019

Tuesday, December 31, 2019 - 13:17
PewDiePie memakai kaos hitam

Saat ini YouTuber semakin banyak lho, Urbaners. Bahkan makin banyak orang yang bercita-cita jadi YouTuber. Anak muda saat ini pun makin banyak yang membuat channel YouTube dan mengunggah vlog. Hampir setiap orang berusaha untuk menjadi content creator di YouTube. YouTube dianggap mampu menghasilkan banyak uang. Forbes bahkan merilis info YouTuber yang mendapat penghasilan paling besar di tahun 2019. Siapa sajakah mereka ini?

 

Dude Perfect

anggota Dude Perfect berfoto bersama memakai kemeja kotak-kotak

Channel Dude Perfect ternyata dimiliki oleh sekumpulan bapak-bapak lho, Urbaners. Mereka adalah Tyler Toney, Garret Hilbert, Cody Jones, Coby Cotton, dan Cory Cotton. Pria paruh baya tersebut membuat channel YouTube yang sering diisi oleh video mereka ketika sedang berolahraga dan bermain bowling. Mereka berhasil mendapatkan keuntungan dari YouTube sebesar 20 juta dolar AS. Bahkan mereka juga ditawari untuk dibuatkan acara TV di Nickelodeon. Keren juga ya bapak-bapak ini, Urbaners.

 

Rhett and Link

foto Rhett and Link

Duo komedian asal California, Amerika Serikat ini berhasil meraup pendapatan sebesar hingga 17,5 juta dolar AS, Urbaners. Mereka sering mengunggah video lucu yang mereka buat. Nggak hanya itu saja, mereka juga sering mengunggah lagu komedi hasil parodi mereka sendiri. Rhett and Link juga dikenal pintar membuat sketsa. Keren kan?

 

Preston

Preston dengan balon angka 10

Sebelum fokus membuat vlog, Preston memulai channel YouTube-nya dengan memainkan game Minecraft dan Call of Duty. Perubahan ini membuat jumlah subscriber-nya terus bertambah dari waktu ke waktu. Preston berhasil meraup keuntungan dari YouTube hingga mencapai jumlah 14 juta dolar AS. Sungguh sebuah pendapatan yang fantastis.

 

PewDiePie

PewDiePie di ruangannya sambil memakai headphone

Channel YouTube PewDiePie berisikan video permainan aksi dan horror. PewDiePie memiliki 102 juta subscriber di channel YouTube-nya. Di tahun 2019, PewDiePie mendapat keuntungan dari YouTube sebesar 13 juta dolar AS. Bahkan banyak para gamers menjadikannya sebagai inspirator dalam main game seru.

 

DanTDM

DanTDM memakai kaos warna hitam dengan poni lemparnya

DanTDM sering mengunggah video tentang game. Biasanya game yang sering dia mainkan adalah Fortnite dan Minecraft di channel YouTube-nya. Dia bahkan berhasil memenangkan penghargaan di Kids Choice Awards dan juga mencetak Guinness World Records. Kini, DanTDM berhasil meraup pendapatan sebesar 12 juta dolar AS dari video YouTube yang dia buat di channel-nya.

 

VanossGaming

Vanossgaming memakai kaos warna putih

Buat lo yang suka game, channel milik VanossGaming ini cocok banget buat lo tonton. VannosGaming sering mengunggah video tentang game terutama GTA V, Minecraft, dan game lainnya. Berkat video tutorial game tersebut, dirinya pun kini berhasil mendapatkan hingga 11,5 juta dolar AS.

 

Dari deretan di atas, ada nggak nih YouTuber favorit lo, Urbaners?

 

 

Source : IDN Times