Home Techno Sukses di Amerika Serikat, Tim BeeHive Drone Buat Drone untuk Bantu Petani
Sukses di Amerika Serikat, Tim BeeHive Drone Buat Drone untuk Bantu Petani

Sukses di Amerika Serikat, Tim BeeHive Drone Buat Drone untuk Bantu Petani

Monday, August 6, 2018 - 13:52
Bagikan
Facebook Twitter Email

Terdiri dari Anindita Pradana Suteja, Ishak Hilton Pujantoro Tnunay, Muhammad Randi Rivaldi, dan Albertus Gian, tim BeeHIve Drone berhasil memasuki babak final dalam kompetisi teknologi pelajar dunia, Microsoft Image Cup 2018. Keempat mahasiswa yang sedang kuliah di University of Manchester ini mewakili Indonesia dengan membuat sebuah drone yang bisa membantu para petani untuk memonitor dan mengerjakan tugas sehari-hari.

 

Membantu Para Petani

Produk dari BeeHive Drone adalah BeeHive Drones Agriculture yang sebenarnya adalah sebuah sistem yang disematkan di dalam drone, tujuannya membantu petani untuk menganalisis pertanian atau perkebunan. Drone atau pesawat tanpa awak ini nantinya akan terbang untuk mengontrol lahan pertanian dan juga perkebunan. Jadi, petani tinggal mengoperasikan di rumah atau di gubuk sehingga akan menghemat waktu dan tenaga.

Selain itu, fungsi utama dari Beehive Drones Agriculture adalah para petani bisa lebih hemat dalam menggunakan pestisida. Misalnya, pestisida yang dikeluarkan per hektarnya ini adalah 1 juta rupiah, maka ketika menggunakan produk dari BeeHive Drone para petani cukup mengeluarkan 300 ribu rupiah. Selain itu, untuk menyemprot lahan 1 hektar pun hanya dibutuhkan waktu 30 menit.

 

Kalah di Amerika Serikat

Sebanyak 49 tim dari seluruh dunia diadu inovasinya di ajang Microsoft Imagine Cup 2018 ini. Bertempat di Redmon, Washington, Amerika Serikat, dari 49 tim kemudian dikerucutkan hanya menjadi 8 tim untuk bertanding di final. Nah, tim BeeHive Drone ini berhasil masuk ke babak final bersama para finalis lain yang juga mempunyai produk keren banget.

Tetapi sayang, Urbaners, di babak final tim BeeHive Drone harus kalah dengan tim lain. Juara satu didapat oleh tim smartARM dari Kanada, mereka membuat tangan yang bisa mengenali objek khusus dengan cengkraman yang pas. Kemudian juara dua ada tim iCry2 dari Yunani yang membuat sebuah machine learning untuk memahami jenis tangisan bayi.

Walaupun tim BeeHive Drones gagal juara, semua masyarakat harus bangga karena nantinya sistem drone ini akan dicoba di beberapa pertanian dan perkebunan di Indonesia.

 

 

Source: kompas.com