• Techno
  • Sukses di Amerika Serikat, Tim BeeHive Drone Buat Drone untuk Bantu Petani

Sukses di Amerika Serikat, Tim BeeHive Drone Buat Drone untuk Bantu Petani

Mon, 06 August 2018
Sukses di Amerika Serikat, Tim BeeHive Drone Buat Drone untuk Bantu Petani

Terdiri dari Anindita Pradana Suteja, Ishak Hilton Pujantoro Tnunay, Muhammad Randi Rivaldi, dan Albertus Gian, tim BeeHIve Drone berhasil memasuki babak final dalam kompetisi teknologi pelajar dunia, Microsoft Image Cup 2018. Keempat mahasiswa yang sedang kuliah di University of Manchester ini mewakili Indonesia dengan membuat sebuah drone yang bisa membantu para petani untuk memonitor dan mengerjakan tugas sehari-hari.

 

Membantu Para Petani

Produk dari BeeHive Drone adalah BeeHive Drones Agriculture yang sebenarnya adalah sebuah sistem yang disematkan di dalam drone, tujuannya membantu petani untuk menganalisis pertanian atau perkebunan. Drone atau pesawat tanpa awak ini nantinya akan terbang untuk mengontrol lahan pertanian dan juga perkebunan. Jadi, petani tinggal mengoperasikan di rumah atau di gubuk sehingga akan menghemat waktu dan tenaga.

Selain itu, fungsi utama dari Beehive Drones Agriculture adalah para petani bisa lebih hemat dalam menggunakan pestisida. Misalnya, pestisida yang dikeluarkan per hektarnya ini adalah 1 juta rupiah, maka ketika menggunakan produk dari BeeHive Drone para petani cukup mengeluarkan 300 ribu rupiah. Selain itu, untuk menyemprot lahan 1 hektar pun hanya dibutuhkan waktu 30 menit.

 

Kalah di Amerika Serikat

Sebanyak 49 tim dari seluruh dunia diadu inovasinya di ajang Microsoft Imagine Cup 2018 ini. Bertempat di Redmon, Washington, Amerika Serikat, dari 49 tim kemudian dikerucutkan hanya menjadi 8 tim untuk bertanding di final. Nah, tim BeeHive Drone ini berhasil masuk ke babak final bersama para finalis lain yang juga mempunyai produk keren banget.

Tetapi sayang, Urbaners, di babak final tim BeeHive Drone harus kalah dengan tim lain. Juara satu didapat oleh tim smartARM dari Kanada, mereka membuat tangan yang bisa mengenali objek khusus dengan cengkraman yang pas. Kemudian juara dua ada tim iCry2 dari Yunani yang membuat sebuah machine learning untuk memahami jenis tangisan bayi.

Walaupun tim BeeHive Drones gagal juara, semua masyarakat harus bangga karena nantinya sistem drone ini akan dicoba di beberapa pertanian dan perkebunan di Indonesia.

 

 

Source: kompas.com

Tips Membeli Smartphone dan Laptop Bekas

Fri, 07 August 2020
Tampilan belakang iPhone X yang memantulkan gambar dari layar monitor Macbook

Belakangan ini, banyak berita mengenai smartphone premium yang dijual dengan harga miring. Jangan termakan oleh harga murah, lo harus waspada supaya nggak tertipu dengan barang elektronik palsu. Nggak perlu khawatir, lo tetap bisa kok membeli smartphone atau laptop dengan harga yang lebih murah.

Walau dalam kondisi bekas, masih tetap layak dipakai untuk membantu aktivitas lo #MauLagiDimanapun. Ikuti dulu tips aman dalam membeli smartphone atau laptop bekas. Tips-tips membeli produk elektronik bekas berikut ini sudah sesuai dengan teknologi yang eksis di tahun 2020.

 

Bekas atau Refurbished?

Tampilan menu di iPhone X hitam yang digenggam oleh seorang pria

Sebelum lo memantapkan niat untuk membeli smartphone atau laptop bekas, perhatikan dulu perbedaan antara barang bekas dengan barang refurbished. Barang elektronik refurbished ini adalah barang yang gagal produksi atau nggak dijual secara bebas karena harus dimodifikasi ulang.

Kalau lo ingin memiliki smartphone atau laptop dengan kualitas original, sangat disarankan untuk membeli barang bekas. Bukan berarti barang refurbished bernilai rendah, tetapi lo perlu punya mata jeli dan waktu lebih banyak untuk bisa memastikan barang tersebut layak digunakan.

 

Cek Harga dan Spesifikasi

Seorang wanita menekan spacebar di laptop yang ada di atas meja

Harga dari barang elektronik bekas jelas lebih murah daripada harga produk baru di pasaran. Kalau lo beruntung, lo bisa saja membeli smartphone atau laptop bekas dalam kondisi 90% menyerupai produk baru. Satu hal yang pasti, lo harus melakukan riset kecil-kecilan sebelum membeli barang elektronik bekas.

Coba googling dulu spesifikasi dan harga dari produk original yang ingin lo beli. Dari sana, lo sudah bisa mengenal fitur unggulan dari produk tersebut. Ketika lo sedang mencari seller terpercaya, pengetahuan ini bisa jadi andalan lo untuk menilai worth dan menawar harga dari smartphone atau laptop bekas yang akan lo beli.

Nggak perlu takut untuk bertanya kepada seller, justru lo harus bisa cerewet ketika membeli barang elektronik bekas. Mulai dengan tanya-tanya kondisi, spesifikasi yang ada, serta harga yang ditawarkan. Jika lo menemukan kejanggalan mengenai spesifikasi dari seller, ini bisa jadi red flag buat lo.

 

Periksa Dulu, Lalu Bayar

Seorang wanita menyerahkan sejumlah uang kepada seseorang dalam sebuah transaksi

Supaya lebih aman, lakukan pembayaran cash on delivery (COD) saat akan membeli smartphone atau laptop bekas. Ini berguna banget buat lo bisa melihat kondisi sekaligus mencoba barang bekas tersebut. Pertama-tama, cek kondisi fisik dari barang tersebut, apakah ada goresan, retak, dan lain sebagainya.

Nyalakan dan lihat kekuatan baterai. Jangan lupa untuk memastikan segala aksesoris yang dibutuhkan seperti charger sudah lengkap dan original. Untuk smartphone, cek software yang digunakan sudah updated atau belum, kondisi kamera depan dan belakang, serta fungsionalitas tombol-tombol smartphone.

Untuk laptop, cek port, drive optik, trackpad, dan keyboard. Nyalakan laptop untuk melihat kondisi LCD, speaker, dan webcam. Pastikan laptop dapat terhubung dengan jaringan internet dan memiliki storage (hardisk dan RAM) sesuai dengan spesifikasi. Setelah lo mengecek kualitas smartphone atau laptop bekas tersebut, barulah lo lanjutkan dengan proses pembayaran.

 

 

 

Sources: Tirto.id, SEA PC Mag, Android Guys