• Techno
  • Teknologi Musik Paling Exciting di CES 2019

Teknologi Musik Paling Exciting di CES 2019

Wed, 16 January 2019
Teknologi Musik Paling Exciting di CES 2019

Event teknologi tahunan paling bergengsi, CES 2019 sukses digelar pada 8 – 11 Januari 2019 lalu di Las Vegas. Selain menampilkan sejumlah teknologi virtual assistant serta smartphone generasi terbaru dengan desain dan fitur-fitur yang semakin canggih, ada juga beberapa teknologi musik yang sayang buat lo lewatin begitu saja. Biar nggak penasaran, berikut daftar lengkap teknologi musik paling exciting yang bikin lo makin nyaman dengerin musik.

 

SnailSound

Urbaners, di CES 2019 Samsung C-Lab menghadirkan teknologi musik terbaru bernama SnailSound yang bisa menghasilkan input suara dengan kualitas sangat baik. Tentu saja, terobosan ini bakal sangat membantu mereka yang punya gangguan pendengaran untuk bisa mendengarkan musik dengan lebih baik seperti manusia dengan pendengaran normal. Menariknya, SnailSound juga bisa meredam kebisingan jadi tetap nyaman digunakan oleh mereka yang nggak punya gangguan pendengaran.

 

Sony 360 Reality Audio

Sony 360 Reality Audio

Nggak cuma Samsung yang memanfaatkan event bergengsi CES 2019 buat memperkenalkan teknologi terbarunya. Ada juga Sony yang menghadirkan teknologi 360 Reality Audio dengan konferensi pers yang dipimpin oleh Pharrell Williams. Melalui 360 Reality Audio ini lo bisa meningkatkan resolusi audio dalam format audio 3D MPEG-H sehingga bisa menghasilkan suara yang lebih jernih. Kabarnya 360 Reality Audio bakal diluncurkan pada layanan streaming musik online dalam waktu dekat!

 

iTunes dan AirPlay dari Apple

Seperti yang lo tahu, Apple selalu tertutup dan nggak pernah mau berintegrasi dengan teknologi-teknologi lain yang sedang dikembangkan. Tapi, di CES 2019 ini justru Apple mengumumkan kalau pihaknya bakal meluncurkan fitur serupa iTunes dan AirPlay untuk perangkat buatan LG, Sony, dan Vizio. Jadi, fitur Apple Music dan iTunes nggak hanya bisa didengarkan oleh pengguna produk Apple saja, Urbaners!

 

Sphero

Sphero

Satu lagi teknologi musik yang diperkenalkan pada CES 2019, yaitu Sphero. Sebenarnya teknologi ini sudah lebih dulu tampil melalui karakter robot ikonik, R2-D2 dalam film Star Wars. Bedanya, Sphero terbaru dilengkapi dengan BlueTooth ring yang memungkinkan lo buat menciptakan musik sendiri sesuai dengan instrumen yang dipilih. Mulai dari drum, gitar, piano, yang dilambangkan dengan warna-warna yang berbeda. Uniknya lagi, anak-anak juga bisa menggunakan teknologi ini untuk meningkatkan kreativitas mereka.

 

Urbaners, itulah tadi beberapa teknologi musik terbaru yang paling menarik di CES 2019. Gimana menurut lo?

 

 

Source: rollingstone.com

Pakai Fitur Auto-Delete dari Google untuk Jaga Privasi Saat Berinternet

Tue, 21 July 2020
Seseorang membuka laman Google di smartphone

Saat lo surfing di internet, sudah wajib hukumnya untuk menjaga keamanan data pribadi. Untuk membantu lo memastikan privasi dan data pribadi aman, Google hadirkan fitur auto-delete. Fitur ini memberikan lo opsi untuk merekam atau tidak jejak aktivitas berinternet, termasuk riwayat lokasi di mana lo berinternet.

Dengan fitur auto-delete Google, lo bisa memilih sendiri berapa lama lo akan menyimpan data aktivitas internet lo. Pilihannya mulai dari rentang waktu 3 hingga 18 bulan. Kalau data lo lebih dari masa waktu simpan tadi, Google bakal otomatis menghapus data aktivitas internet lo.

 

Dihapus dari Server

Seseorang membuka laman Google di smartphone dan laptop 

Buat lo yang bertanya-tanya apakah menghapus data aktivitas internet bisa mengamankan data pribadi lo? Jawabannya, iya! Kebijakan privasi Google semakin diperketat dengan adanya fitur ini. Jadi saat lo menghapus data lo, sebagian data di server Google akan terhapus, dan sebagian data lagi hanya tersimpan dalam bentuk anonim.

Data yang akan terhapus adalah data-data dari aktivitas internet lo, sementara data yang tersimpan ini terkait data olahan, seperti data yang menunjukkan traffic site suatu website di satu negara yang kebetulan website itu juga lo kunjungi.

Google juga bakal menyimpan data dalam bentuk anonim tentang seberapa sering lo menghabiskan waktu berinternet dan menggunakan Google. Tapi tenang aja, Google nggak akan menyimpan informasi apa yang lo googling saat lo hapus dengan fitur auto delete.

 

Penggunaan di Desktop

Seseorang membuka laman Google di laptop 

Selain bersifat otomatis dihapus berdasarkan rentang waktu, penghapusan data aktivitas internet juga bisa dilakukan secara manual. Caranya cukup dengan membuka akun Google lo, lalu masuk ke menu Data & Personalization di bagian kiri atas. Setelah itu, pilih menu Activity and Timeline, lalu buka sub menu My Activity. Ketuk tiga titik di bagian kanan, kemudian pilih Delete Activity by.

Lo bisa atur sampai sejauh mana aktivitas berinternet yang mau lo hapus. Sesaat sebelum benar-benar dihapus, lo akan kembali diminta konfirmasi apakah sudah yakin akan menghapus riwayat aktivitas berinternet lo. Kalau sudah yakin, lo tinggal confirm dengan klik Delete dan semua data aktivitas lo bakal terhapus.

 

Fitur Auto Delete di Android dan iOS

Tampilan setting auto delete Google di smartphone

Cara menggunakan fitur auto delete Google bisa di smartphone Android atau iOS nggak begitu berbeda. Bagi pengguna Android, lo bisa masuk ke akun Google lo dan mengikuti langkah yang sama persis dengan yang dijelaskan pada poin sebelumnya.

Sementara untuk pengguna iOS, baik itu di iPhone atau di iPad, lo bisa masuk dari setelan akun di Gmail lalu pilih Manage Your Google Account. Kalau lo nggak punya Gmail, lo bisa set fitur ini dengan masuk ke laman Google dan terapkan langkah-langkah yang sama dengan penerapan di desktop tadi.

 

 

 

Sources: TirtoID, CNN Indonesia, Teknologi.id