• Techno
  • Titan V, GPU dari Nvidia yang Paling Cepat dalam Sejarah Komputer

Titan V, GPU dari Nvidia yang Paling Cepat dalam Sejarah Komputer

Mon, 18 December 2017
titan v, GPU Nvidia, GPU Tercepat

Bagi orang yang awam soal komputer, graphics processing unit (GPU) adalah “rumah” dari graphic card (VGA). Semakin bagus VGA yang lo punya, GPU harus mengimbangi. Nah, salah satu produsen GPU terkenal, Nvidia, baru saja mengeluarkan GPU tercepat yang dinamakan Titan V. Kalau lo penasaran seberapa cepat GPU Titan V ini, simak penjelasan berikut.

Titan V Bukan untuk Gaming

nvidia volta

Saat peluncuran pada awal Desember 2017 kemarin, CEO Nvidia Jen-Hsun Huang mengatakan bahwa GPU Titan V adalah yang tercepat untuk produk konsumen. Namun, Huang menjelaskan bahwa sebenarnya Titan V bukan digunakan untuk gaming. Prosesor yang digunakan lebih cocok untuk proses-proses high performance, seperti AI dan machine learning.

Spesifikasi dari Titan V antara lain 110 teraflop, 21.1 miliar transistor, memory 12GB HBM2, 5120 CUDA Cores, dan 640 Tensor Cores. Intinya, Titan V sembilan kali lebih cepat daripada versi sebelumnya, yaitu Titan Xp.

 

Cocok untuk Ilmuwan

nvidia volta

Nvidia tentu enggak akan membuat sebuah produk yang enggak ada pasarnya. Menurut Huang, Titan V akan dipasarkan secara khusus kepada para ilmuwan yang berfokus kepada artificial intelligence dan machine learning di perusahaan-perusahaan maupun kampus-kampus. Dengan harga mencapai 2 ribu dolar atau sekitar 25 juta rupiah, tentu bukan harga yang murah untuk sebuah GPU. Nantinya, Nvidia akan bekerja sama dengan beberapa ilmuwan yang ada di seluruh dunia.

Pada Oktober 2017, Amazon Web Service mengatakan bahwa server-nya menggunakan graphic card Tesla V100s untuk menjalankan teknologi terbarunya. Nah, dengan hadirnya Titan V ini, para pengguna Tesla V100s enggak perlu pusing-pusing mengonfigurasi karena Titan V sudah langsung cocok dengan Tesla V100s. Bagaimana, sudah ingin berganti GPU?

 

Source: techreport.com

Getting Better Job With Style in LinkedIn: Ini Etika Pakai LinkedIn, Bro!

Wed, 23 September 2020
Berikut 5 hal yang perlu lo hindari saat gunakan linkedin

Sosial media yang satu ini jelas lo sudah pasti tahu semua. Tidak hanya digunakan buat cari atensi saja, tapi juga bisa digunakan sebagai ‘CV’ diri lo sendiri, LinkedIn jadi sosial media yang mesti digunakan secara bijak.

Sebenarnya tidak hanya LinkedIn saja, sih – semua sosial media lo mesti digunakan dengan bijak. Kalau tidak, tentu ada konsekuensi-konsekuensi yang nantinya mesti lo terima. Lalu kenapa LinkedIn bisa dikatakan sebagai ‘CV’ dari diri lo sendiri?

 

Berikut 5 hal yang perlu lo hindari saat gunakan linkedin

Credit Image: betanews.com

Pasalnya LinkedIn adalah sosial media yang bisa dibuat untuk mencari pekerjaan. Hal ini terkait dengan memang banyak perusahaan besar yang mencari bibit unggul calon pekerja mereka dari LinkedIn. Maka dari itu, ‘CV’ lo ini mesti terlihat professional, nih!

Oleh karena itu ada beberapa etika yang mesti lo perhatikan dan lo kulik lebih dalam supaya makin paham bagaimana cara pakai LinkedIn dengan tujuan getting better job in style! Buat lo yang sudah penasaran, sila simak bahasan kali ini untuk selengkapnya, ya!

 

Pasang Foto yang Benar, Jangan yang Alay

LinkedIn sendiri dikenal sebagai sosial media yang menyerupai jaringan bisnis professional yang sangat besar. Kemungkinan diri lo bertemu dengan bos-bos besar sangatlah besar di LinkedIn. Oleh karena itu, etika pertama yang bisa lo terapkan adalah pasang foto yang benar dan jangan yang alay.

Kalau di sosial media yang lain, mungkin memasang foto alay atau memasang foto-foto yang tidak terlihat professional adalah sah-sah saja karena memang tujuannya mau lucu-lucuan atau getting attention. Tapi di LinkedIn, lo tidak bisa seperti itu kalau memang tujuannya lo mau mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Pastikan lo memasang foto yang professional, seperti foto dengan background yang berwarna solid. Pose foto yang tidak aneh-aneh, dan tentunya mesti terlihat professional. Dan pastikan wajah lo menghadap ke kamera dengan tatapan siap mendapatkan masa depan yang lebih baik.

 

Bikin Konten dan Posting Secara Teratur

Biar di notice sama mereka yang mencari pegawai teladan seperti diri lo ini, di LinkedIn lo juga bisa buat konten dan posting secara teratur. Bukan karena algoritma sosial media yang mesti membuat lo rajin bikin konten, di LinkedIn, lo akan dianggap memiliki kredibilitas yang baik.

Artikel apa yang mudah dibuat? Direkomendasikan adalah konten artikel. Lo bisa bercerita di artikel tersebut, bisa bercerita tentang bagaimana profesionalisme bisa dibangun, bagaimana bisa bertahan di berbagai tekanan pekerjaan, dan masih banyak lainnya.

 

Etika Saling Berbalas Pesan

Satu hal yang bisa lo perhatikan dan terapkan dengan baik adalah etika saat saling berbalas pesan dari LinkedIn. LinkedIn punya fitur di mana lo bisa saling berbalas pesan secara professional. Tapi ada satu hal yang perlu lo perhatikan dan terapkan dengan baik.

Pastikan lo membalas pesan masuk paling lambat satu sampai dua hari dari pesan tersebut diterima. Jika sudah lewat dari dua hari, sepertinya lo sudah melewatkan kesempatan tersebut.

 

Tidak Perlu Dikunci

Sama seperti akun sosial media lainnya yang bisa di private atau dikunci – tapi kalau di LinkedIn, lebih baik tidak usah lo kunci karena ini malah akan menghalangi para talent hunter melihat profile dan menghubungi diri lo sendiri.

Oleh karena itu, pastikan tidak usah lo kunci, ya. Karena percuma juga kalau lo sudah buat profile yang baik, bagus dan professional tapi malah lo kunci dan jadi tidak bisa dilihat dan dihubungi oleh mereka yang membutuhkan diri lo.

 

No Toxic Vibe

Even maksud diri lo bercanda – tapi di LinkedIn harusnya tidak ada lagi komentar-komentar negatif atau bahkan bertengkar di kolom komentar tersebut. Hal ini jika dilihat dari mereka yang tadinya membutuhkan bantuan lo di perusahaannya, akan mundur melihat hal toxic seperti itu karena dinilai kredibilitas lo kecil.

Menghindari hal-hal seperti itu, pastikan lo tidak melakukan hal-hal buruk apalagi sampai meninggalkan komentar-komentar negatif di kolom komentar teman atau orang lain ya!

Wah bagaimana nih bro? Dari berbagai penjelasan di atas – sepertinya sudah cukup jelas bagaimana diri lo mesti behave kalau di LinkedIn. Jika semuanya sudah jelas, pastikan bisa lo terapkan dengan baik ya!

 

Feature Image – socialmediaexplorer.com