Home Techno WhatsApp Akan Muncul Iklan, Bagaimana Bisa Terjadi?
WhatsApp Akan Muncul Iklan, Bagaimana Bisa Terjadi?

WhatsApp Akan Muncul Iklan, Bagaimana Bisa Terjadi?

Tuesday, October 9, 2018 - 14:44
Bagikan
Facebook Twitter Email

Ada 3 pondasi yang dibangun para co-founder WhatsApp, yaitu No Games, No Ads, dan terakhir No Gimmicks. Jadi, bisa dibilang ketika lo sudah menggunakan WhatsApp selama bertahun-tahun dan di aplikasi tersebut bersih dari iklan, itu merupakan buah kesetiaan dari para founder-nya yang nggak melenceng dari pondasi tersebut.

Tetapi setelah WhatsApp dibeli oleh Facebook pada tahun 2014 senilai 19 miliar dolar, ada beberapa hal yang akan diterobos oleh sang pemilik baru, yaitu Mark Zuckerberg. Pada akhir September 2018 kemarin, salah satu co-founder WhatsApp Brian Acton melakukan interview eksklusif dengan Forbes. Dia mengatakan bahwa salah satu alasan dirinya mundur dari WhatsApp pada bulan September 2017 kemarin adalah rencana Facebook untuk mencoba fitur iklan di Status. Bagaimana ini bisa terjadi?

 

Kecewa dengan Facebook

Kecewa dengan Facebook

Ketika Facebook membeli WhatsApp, para co-founder sepakat dengan Facebook agar nggak memasukkan iklan di dalam aplikasinya. Tentu alasannya jelas, ketika sebuah aplikasi sudah dimasuki iklan, berarti para advertiser akan mengetahui detail perilaku pengguna. Padahal sejak awal WhatsApp sudah berkomitmen untuk nggak akan membuka data apapun, atau yang akrab disebut dengan end-to-end encryption.

Walaupun begitu, Facebook juga nggak gegabah dalam mencoba fitur iklan. Rencananya pada tahun 2019 mendatang, Facebook akan mencoba iklan di dalam fitur Status yang ada di WhatsApp. Lalu, bagaimana caranya Facebook menentukan target iklan? Para pengguna terlebih dahulu mengoneksikan akun WhatsApp dengan Facebook.

 

WhatsApp bakal terancam ditinggalkan penggunanya

WhatsApp Beriklan

Ketika wawancara dari Brian Acton keluar, semua orang langsung kebakaran jenggot. Mereka mengatakan bahwa WhatsApp sudah nggak aman lagi dan mengancam untuk pindah platform. Menurut data dari livemint.com, setidaknya ada 50% dari total pengguna WhatsApp yang menggunakan fitur Status. Dari data tersebut, setidaknya Facebook bakal mendapatkan keuntungan yang sangat berlimpah.

Sampai sekarang Facebook masih belum berkomentar banyak dengan masalah ini. Tetapi ini bisa menjadi masalah serius karena di luar sana masih banyak aplikasi chatting yang menawarkan end-to-end encryption dengan lebih sempurna.

 

 

 

Source: indedependent.co,uk