• Traveling
  • Hindari Kata Ini Saat Ke Luar Negeri

Hindari Kata Ini Saat Ke Luar Negeri

Mon, 21 December 2015

Urbaners, sebelum lo travelling, pastikan lo sudah mempunyai bekal untuk menemani perjalanan lo, terutama buat lo yang akan travelling ke luar negeri. Travelling ke luar negeri memang punya kenikmatan tersendiri. Tapi, ada beberapa hal yang harus lo kuasai, salah satunya adalah bahasa. Lo harus menguasai bahasa Inggris dengan baik dan benar, termasuk beberapa kata yang nggak boleh digunakan ketika lo travelling ke luar negeri.

 

Pants

Kalau lo berniat untuk menginjakkan kaki di Inggris, lo dilarang menyebutkan kata “pants”. Arti pants secara umum memang celana, tapi beda kalau di Inggris. Arti pants lebih cenderung ke underwear.  Jadi, kalau lo ingin membeli celana di Inggris, lebih baik lo menggunakan kata trousers.

 

Fanny Pack

Fanny pack yang berarti overall ini kalau di Inggris bukan sebagai overall, tapi berarti slang word salah satu organ reproduksi bagi wanita. Jadi, kalau lo berminat membeli fanny pack di Inggris, lo bisa memakai kata “bum bags”.

 

Bangs

Sebaliknya, kalau lo akan travelling ke Amerika, jangan sampai lo mengucapkan kata “bangs” karena akan berarti sebagai slang word vulgar. Namun, bagi orang Inggris, bangs  ini memiliki arti poni yang ada dirambut.

 

Pissed

Kalau di Amerika, kata pissed diucapkan ketika lo sedang marah, seperti kata pissed off. Tapi, kalau di Inggris dan Irlandia, kata tersebut digunakan untuk mengejek seseorang, sedangkan taking the piss  berarti ingin segera buang air kecil.

 

Knob

Orang Amerika mengartikan knob dengan tombol, sehingga kata doorknob sebagai gagang pintu bukan merupakan hal yang salah. Tapi, jangan sampai lo mengucapkan kata knob ini di Inggris dan Australia karena artinya akan melenceng jauh. Knob berarti slang word untuk alat reproduksi laki-laki.

 

Root

Secara umum, root mempunyai arti akar. Sedangkan, di Australia dan Selandia Baru, mengucapkan kata tersebut berarti seseorang akan mengajak lo untuk berhubungan seks. Jadi, waspadalah ketika orang Australia dan Selandia Baru mengatakan hal itu ke lo.

Urbaners, kata-kata di atas wajib lo ketahui kalau lo ingin berkunjung ke luar negeri yang bahasa asingnya bahasa Inggris. Kalau nggak , lo akan salah paham dan terjadi sesuatu yang nggak lo inginkan.

 

Source: www.smartertravel.com

Pengin Jalan ke Museum? Coba Fitur Virtual Traveling Ini Bro!

Mon, 14 September 2020
traveling ke museum virtual

Perkembangan teknologi bisa jadi inspirasi tersendiri buat lo semua yang sudah rindu banget buat traveling tapi belum bisa dilakukan karena kondisi seperti ini yang tidak memungkinkan. Terlebih buat lo yang suka jalan-jalan ke museum, sekarang cara baru buat melakukannya, bro!

Kalau beberapa waktu lalu kita sudah bahas bagaimana kemungkinan adanya menikmati konser musik dengan konsep virtual reality – kali ini, dengan konsep yang hampir sama, bisa diterapkan juga buat lo yang mau jalan-jalan ke museum.

Terlebih buat di berbagai negara lainnya, yang mengakali pandemi ini dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang sudah semakin maju ini. Banyak museum di luar sana yang sudah memanfaatkan hal tersebut ditandai dengan terbukanya pintu museum secara virtual.

Lo bisa menikmati karya-karya seniman yang disimpan rapi di dalam museum hanya dari layer ponsel smartphone saja atau computer di mana lo berada. #MauLagiDimanapun lo tetap bisa jalan-jalan seru ke museum-museum.

Nah bagaimana di Indonesia sendiri? Perlu lo ketahui nih kalau setidaknya ada 4 museum atau galeri karya seni yang bisa lo datangi secara virtual. Penasaran di mana saja? Daripada menebak-nebak sendiri, sila simak bahasan kali ini sampai habis ya!

 

Virtual Traveling ke Biennale Jogja

virtual traveling museum biennale jogja 2020

Credit Image: goodnewsfromindonesia.id

Sudah menjadi wadah buat seniman lokal ataupun internasional buat berkarya, belajar dan berdiskusi terkait karya di bidang seni visual, dari tahun 1988, Biennale Jogja jadi tempat yang seru buat didatangi.

Bekerja sama dengan Google Arts & Culture, pagelaran seni yang prestis dari Biennale Jogja masih bisa lo nikmati secara virtual. Lo bisa langsung gas ke halaman utama websitenya buat menikmati hasil karya seni visualnya keren-keren.

 

Ciputra Artpreneur

Kurang lebih konsep dasarnya sama, bekerja sama dengan Google Arts & Culture, salah satu kolektor karya seni, Dr. Ir. Ciputra mempunyai Ciputra Artpreneur yang berisikan banyak sekali karya seni visual luar biasa indahnya. Lo bisa menikmati karya-karya luar biasa tersebut secara virtual.

 

‘Trajectory’: A Decade of Lawangwangi

Berlokasi di Bandung, melalui website ArtSociates lo bisa menikmati ‘Trajectory’ yang berisikan 10 karya dari 10 seniman lintas generasi yang karyanya benar-benar luar biasa. Di pameran ini, lo bisa menikmatinya dengan cara virtual.

 

Pameran #KilasBalik Selasar Sunaryo

Masih dari Bandung lagi, Selasar Sunaryo juga ikut memboyong karya-karya yang ada di dalamnya untuk bisa dinikmati secara virtual. Melalui pameran #KilasBalik, lo bisa menikmati kreasi-kreasi yang sebelumnya sudah pernah dipamerkan juga.

Tidak hanya kreasi-kreasi yang sudah ada saja, lo bisa melihat juga berbagai koleksi buku, katalog dan berbagai karya seni lainnya di dalam eksibisi tersebut. Secara virtual, karya-karya di sana bisa lo nikmati dari layar smartphone lo saja.

Wah bagaimana nih bro? Dari berbagai pameran dan museum yang menyediakan layanan kunjungan virtual, yang mana nih yang sudah lo rencanakan buat di datangi?

 

Feature Image – secretldn.com