• Traveling
  • Koper Masa Depan untuk Traveling yang Nyaman

Koper Masa Depan untuk Traveling yang Nyaman

Wed, 16 March 2016

Bagi banyak traveller, kenyamanan traveling dapat dipengaruhi oleh koper yang mereka pilih. Sayangnya, koper berkualitas tinggi yang dibutuhkan sering kali memiliki harga yang terlalu mahal atau jarang ada di pasaran. Hal tersebut lah yang melatarbelakangi Jen Rubio dan Steph Korey, mantan Direktur Eksekutif dari perusahaan kacamata Warby Parker, untuk mendirikan Away, brand yang bertujuan untuk menciptakan produk-produk travel berkualitas tinggi dengan harga terjangkau.

Memenuhi Kebutuhan Traveller

Setiap kali hendak berangkat traveling, Rubio dan Korey selalu bingung ketika harus memilih koper yang tepat. Saat masih bekerja di Warby Parker, Rubio dan Korey menyadari bahwa perusahaan tersebut berhasil memberi pengalaman menyenangkan kepada customers melalui produk kacamata mereka. Akhirnya, pada bulan Januari 2015 lalu, Rubio dan Korey memutuskan bahwa industri koper juga membutuhkan perombakan serupa, sehingga kini Away pun tercipta.

Bisa Buat Charge Ponsel

Demi memberi pengalaman yang menyenangkan pada customer melalui produk koper mereka, Rubio dan Korey berbicara kepada ribuan orang untuk mengetahui hal apa aja yang paling dibutuhkan oleh traveller. Mayoritas dari mereka menjawab bahwa traveller menginginkan koper yang well-constructed, menyediakan penyimpanan rapi, dan mampu digunakan untuk men-charge ponsel. Berbekal riset tersebut, Rubio dan Korey pun menciptakan koper roda empat yang desainnya harus mengalami 20 perombakan.

Selain itu, koper dari Away ini juga memiliki bagian khusus laundry yang membuat perlengkapan traveling lo tersimpan rapi. Zipper-nya merupakan jenis YKK yang memberi lo kestabilan tinggi. Rubio dan Korey juga sadar bahwa smartphone kini memiliki peran penting dalam traveling, itulah mengapa mereka memasang baterai berkapasitas 10.000 mAh pada koper Away yang bisa lo isi ulang sekaligus digunakan untuk men-charge ponsel sebanyak maksimal lima kali.

Jay Z Ikut Menyumbang Investasi

Terciptanya Away tentu nggak terlepas dari para investor yang mendanai usaha mereka. Rubio dan Korey berhasil mengumpulkan dana hingga mencapai $2.5 juta dari berbagai investor yang diketuai oleh Forerunner Ventures dan Accel Partners. Beberapa investor tersebut adalah Andy Dunn dari Bonobos, Brian Lee dari The Honest Company, Jeff Kearl dari Skullcandy and Stance, dan Jay Z. Kini, Away tengah mengembangkan produk tas baru agar dapat terus memenuhi kebutuhan para traveller.

Koper dari Away tersebut sudah mulai dirilis sejak bulan Februari 2016 lalu dengan harga $225 atau sekitar 2,9 juta rupiah. Para customers yang melakukan pre-order bakal mendapat buku berjudul The Places We Return To yang berisi tentang berbagai cerita traveling. Apa lo berniat untuk membeli salah satu produk koper dari Away, Urbaners? Selain pakaian, seluruh gadget yang lo bawa saat traveling pasti bakal bisa tersimpan dengan aman. Nggak perlu bingung kehabisan daya baterai, pula!

 

Source:
yahoo.com

Indonesia Bakal Punya Jurassic Park di Labuan Bajo, Seperti Apa?

Monday, February 10, 2020 - 17:22
Terdapat dua komodo di atas tanah yang berumput.

Salah satu tempat wisata di Indonesia yang paling terkenal tentunya adalah Labuan Bajo. Pemerintah juga terus mengembangkan infrastuktur di area Labuan Bajo. Salah satu pengembangan yang menarik perhatian yaitu akan dibangunnya wisata premium di Pulau Rinca dengan tema seperti yang ada di film Jurassic Park.

 

Pengembangan Pulau Rinca Menggunakan Konsep Geopark

Konsep desain yang akan diterapkan di Pulau Rinca dengan pengunjung berada di sekitar pusat atraksi komodo.

Kawasan Labuan Bajo merupakan salah satu tempat wisata yang paling diprioritaskan pembangunannya oleh pemerintah. Salah satu area yang akan mulai dikembangkan yaitu di Pulau Rinca yang berlokasi di Kabupaten Manggarai Barat.

Pengembangan yang dilakukan di Pulau Rinca akan cukup signifikan karena area ini akan dijadikan salah satu destinasi wisata yang premium. Pulau Rinca akan dikembangkan dengan konsep pendekatan geopark. Konsep ini akan membuat Pulau Rinca tetap memiliki keindahan alamnya karena akan fokus pada perlindungan dan warisan geologi yang telah ada. Pengembangan ini memang memiliki tujuan untuk mengembangkan potensi alam di Pulau Rinca secara berkelanjutan.

 

Konsep Desain di Pulau Rinca akan Mirip dengan Jurassic Park

Memiliki tema seperti di film Jurassic Park, pembangunan Pulau Rinca tidak akan mengganggu apalagi merusak habitat Komodo. Nantinya di tempat ini akan dibuat Dermaga Loh Buaya dengan luas hingga 400 meter persegi dan dibuat menyerupai bentuk lidah Komodo. Pengunjung yang datang juga masih bisa melihat Komodo tapi hanya dalam satu titik saja. Jadi nanti akan dibuat sebuah tempat khusus yang dimanfaatkan untuk melihat aksi komodo.

Di Pulau Rinca terdapat sekitar 45 liang habitat komodo. Namun, nantinya hanya ada satu liang saja yang akan digunakan sebagai atraksi untuk wisatawan. Hal tersebut dilakukan agar komodo tidak akan merasa terganggu dengan kehadiran para wisatawan yang berada di sana.

 

Fasilitas Keren yang Akan Dibangun di Pulau Rinca

Konsep area trekking untuk wisatawan yang ingin berjalan kaki di sekitar Pulau Rinca.

Selain terdapat tempat khusus yang bisa memperlihatkan kegiatan para komodo, di Pulau Rinca juga akan dibangun sejumlah fasilitas yang keren lainnya. Salah satunya adalah dibangunnya jalur jalan kaki untuk para wisatawan dengan struktur melayang. Hal itu dibuat agar para wisatawan bisa leluasa berjalan kaki tanpa mengganggu aktivitas komodo yang berada di bawahnya.

Nggak hanya itu saja, fasilitas lain yang direncanakan untuk dibangun di Pulau Rinca antara lain kafe, pusat oleh-oleh, pusat informasi, toilet umum, penginapan untuk peneliti dan pemandu wisata dan bahkan beberapa spot untuk selfie. Pembangunan juga akan fokus untuk menata rumah-rumah warga yang ada di sekitarnya. Nantinya rumah warga akan didesain dengan rumah tradisional Manggarai sehingga tetap menunjukkan kearifan lokalnya.

Kementrian PUPR telah menyiapkan sejumlah dana hingga 52 miliar rupiah untuk pembangunan di Kawasan Pulau Rinca. Proyek pembangunannya sendiri baru mulai dilakukan di bulan Februari 2020 dan dijadwalkan akan selesai pada Desember 2020 mendatang.

 

 

Sources: goodnewsfromindonesia.id, kompas.com, viva.co.id