Home Traveling 4 Buku Travel Terbaik Tahun 2016

4 Buku Travel Terbaik Tahun 2016

Thursday, May 26, 2016 - 14:37
Bagikan
Facebook Twitter Email

Baru-baru ini, The Royal Society of Literature merilis daftar calon penerima Ondaatje Prize, sebuah penghargaan dengan hadiah sebesar 10.000 poundsterling untuk karya fiksi, non-fiksi, atau puisi yang mengusung tema travel atau tempat. Bagi yang mengaku sebagai seorang traveller sejati, lo wajib membaca beberapa bukunya berikut ini.

 

The Shepherd’s Life: A Tale of the Lake District (James Rebanks)

Buku ini menceritakan tentang kisah penulisnya, James Rebanks, sebagai seorang anak penggembala yang tinggal di Lake District. Awalnya, kisah dari The Shepherd’s Life: A Tale of the Lake District mulai ditulis sebagai postingan blog, dan penuturannya nggak urut sesuai dengan fase kehidupan Rebanks. Melalui buku ini, Rebanks bakal mengajak lo untuk berternak domba, mulai dari menggembalanya, memberi makan, hingga mencukur buku-bulunya.

 

Nothing is True and Everything is Possible: Adventures in Modern Russia (Peter Pomerantsev)

Peter Pomerantsev adalah seorang produser asal Inggris. Ia dipercaya untuk menggarap salah satu program televisi di Rusia. Sejak saat itulah, Pomerantsev jadi mengerti tentang hal-hal di balik layar pemerintahan Rusia. Melalui buku inilah Pomerantsev menceritakan segala pengalamannya tersebut. Ia pernah bertemu dengan para ahli propaganda hingga mengunjungi mafia Siberia. Seiring dengan pemerintahan Presiden Putin yang semakin agresif, Pomerantsev jadi ikut terlarut di dalamnya.

 

Weatherland: Writers and Artists under English Skies (Alexandra Harris)

Membaca Weatherland: Writers and Artists under English Skies bakal membawa lo ke Inggris hanya untuk memperhatikan perubahan iklim di sana selama beberapa abad, Perubahan tersebut terjadi begitu cepat, tapi Alexandra Harris berhasil menuliskannya secara intim dan personal, terutama detail dari berbagai deskripsi yang ia jelaskan. Harris juga menyertakan beberapa tokoh terkenal dalam bukunya ini, seperti Jonathan Swift, Percy Shelley, dan John Ruskin.

 

This Divided Island: Stories from the Sri Lankan War (Samanth Subramanian)

Pada tahun 2009, ketua dari organisasi Tamil Tigers meninggal karena dibunuh, menimbulkan terjadinya perang saudara di Sri Lanka. Perang tersebut membawa dampak yang cukup besar pada berbagai daerah, mulai dari Colombo, Batticola, hingga Trincomalee. Melalui buku ini, Samanth Subramanian mencoba untuk menggambarkan kondisi “jiwa” dari Sri Lanka, bagaimana negara tersebut bertahan hingga kini. Ia banyak berbicara dengan penduduk di sana untuk menemukan jawabannya.

 

Pengumuman pemenang untuk penghargaan Ondaatje Prize ini disampaikan pada tanggal 23 Mei 2016. Buruan beli buku-buku tersebut, Urbaners. Cocok banget untuk menemani lo saat traveling nanti, apalagi kalau lo mengunjungi tempat yang nggak memperbolehkan lo untuk mengakses gadget. Anti mati gaya, deh.

 

 

Sources: telegraph.co.uk, goodreads.com