• Traveling
  • Fenomena Salto Angel, Air Terjun Tertinggi di Dunia

Fenomena Salto Angel, Air Terjun Tertinggi di Dunia

Thu, 30 March 2017

Keindahan alam yang masih asli memang tak bisa dipungkiri lagi. Salah satu cara untuk menikmati keindahan alam adalah dengan mengunjungi air terjun. Lebih lagi bila air terjun yang lo kunjungi adalah air terjun paling tinggi di dunia. Predikat tersebut disematkan pada salah satu air terjun di Venezuela yang diberi nama Salto Angel. Dengan ketinggian total 979 meter, tak heran bila air terjun ini banyak menyimpan fenomena tersendiri.

 

Pernah (akan) ganti nama

Salto Angel atau Air Terjun Angel adalah air terjun yang paling tinggi di dunia yang belum pernah dijamah oleh tangan manusia. Air terjun ini memiliki dua bagian jurang, yang terpanjang mencapai 807 meter dengan total ketinggian air terjun mencapai 979 meter. Air yang turun menuju langsung ke Sungai Churun.

Nama Salto Angel sendiri merupakan bahasa Spanyol yang berarti Air Terjun Angel. Dinamakan ‘Angel’ karena di pertengahan abad 20, seorang pilot asal Amerika Serikat, Jimmie Angel, adalah yang pertama kali melintasi air terjun tersebut.

Di tahun 2009, Presiden Hugo Chavez sempat mengumumkan bakal mengganti namanya menjadi Kerepakupai Vena, yang diambil dari bahasa Pemon dengan arti ‘air terjun di tempat yang sangat dalam’. Alasannya, air terjun ini sudah milik warga Venezuela sejak dulu, bahkan sebelum Angel melintasinya.

 

Sempat jadi inspirasi film

Salto Angel merupakan salah satu lokasi tujuan wisata paling terkenal di Venezuela, meskipun medan jalan untuk menuju kesana bisa dibilang cukup sulit dan menantang. Pasalnya, air terjun ini terletak di tengah hutan belantara yang terisolasi.

Lo harus terbang dari Puerto Ordaz atau Ciudad Bolivar untuk menuju ke Canaima Camp. Dari situ, lo akan menyusuri sungai untuk langsung menuju ke lokasi air terjun. Waktu yang paling sesuai untuk berkunjung ke air terjun ini adalah ketika Juni hingga Desember. Di masa tersebut, sungai cukup dalam untuk bisa dilalui.

Siapa sangka, ternyata air terjun ini merupakan inspirasi untuk setting tempat film animasi dari Disney berjudul Up. Air terjun ini juga sempat muncul dalam film action remake berjudul Point Break yang katanya banyak adegan-adegan ekstrim di dalamnya.

Wah, jadi penasaran nih buat menjelajahi hutan tropis Amerika Selatan selagi menuju ke air terjun tertinggi di dunia ini. Berani menantang adrenalin lo untuk berkunjung ke sana?

Pengin Jalan ke Museum? Coba Fitur Virtual Traveling Ini Bro!

Mon, 14 September 2020
traveling ke museum virtual

Perkembangan teknologi bisa jadi inspirasi tersendiri buat lo semua yang sudah rindu banget buat traveling tapi belum bisa dilakukan karena kondisi seperti ini yang tidak memungkinkan. Terlebih buat lo yang suka jalan-jalan ke museum, sekarang cara baru buat melakukannya, bro!

Kalau beberapa waktu lalu kita sudah bahas bagaimana kemungkinan adanya menikmati konser musik dengan konsep virtual reality – kali ini, dengan konsep yang hampir sama, bisa diterapkan juga buat lo yang mau jalan-jalan ke museum.

Terlebih buat di berbagai negara lainnya, yang mengakali pandemi ini dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang sudah semakin maju ini. Banyak museum di luar sana yang sudah memanfaatkan hal tersebut ditandai dengan terbukanya pintu museum secara virtual.

Lo bisa menikmati karya-karya seniman yang disimpan rapi di dalam museum hanya dari layer ponsel smartphone saja atau computer di mana lo berada. #MauLagiDimanapun lo tetap bisa jalan-jalan seru ke museum-museum.

Nah bagaimana di Indonesia sendiri? Perlu lo ketahui nih kalau setidaknya ada 4 museum atau galeri karya seni yang bisa lo datangi secara virtual. Penasaran di mana saja? Daripada menebak-nebak sendiri, sila simak bahasan kali ini sampai habis ya!

 

Virtual Traveling ke Biennale Jogja

virtual traveling museum biennale jogja 2020

Credit Image: goodnewsfromindonesia.id

Sudah menjadi wadah buat seniman lokal ataupun internasional buat berkarya, belajar dan berdiskusi terkait karya di bidang seni visual, dari tahun 1988, Biennale Jogja jadi tempat yang seru buat didatangi.

Bekerja sama dengan Google Arts & Culture, pagelaran seni yang prestis dari Biennale Jogja masih bisa lo nikmati secara virtual. Lo bisa langsung gas ke halaman utama websitenya buat menikmati hasil karya seni visualnya keren-keren.

 

Ciputra Artpreneur

Kurang lebih konsep dasarnya sama, bekerja sama dengan Google Arts & Culture, salah satu kolektor karya seni, Dr. Ir. Ciputra mempunyai Ciputra Artpreneur yang berisikan banyak sekali karya seni visual luar biasa indahnya. Lo bisa menikmati karya-karya luar biasa tersebut secara virtual.

 

‘Trajectory’: A Decade of Lawangwangi

Berlokasi di Bandung, melalui website ArtSociates lo bisa menikmati ‘Trajectory’ yang berisikan 10 karya dari 10 seniman lintas generasi yang karyanya benar-benar luar biasa. Di pameran ini, lo bisa menikmatinya dengan cara virtual.

 

Pameran #KilasBalik Selasar Sunaryo

Masih dari Bandung lagi, Selasar Sunaryo juga ikut memboyong karya-karya yang ada di dalamnya untuk bisa dinikmati secara virtual. Melalui pameran #KilasBalik, lo bisa menikmati kreasi-kreasi yang sebelumnya sudah pernah dipamerkan juga.

Tidak hanya kreasi-kreasi yang sudah ada saja, lo bisa melihat juga berbagai koleksi buku, katalog dan berbagai karya seni lainnya di dalam eksibisi tersebut. Secara virtual, karya-karya di sana bisa lo nikmati dari layar smartphone lo saja.

Wah bagaimana nih bro? Dari berbagai pameran dan museum yang menyediakan layanan kunjungan virtual, yang mana nih yang sudah lo rencanakan buat di datangi?

 

Feature Image – secretldn.com