• Traveling
  • Alex Honnold, Panjat Tebing 3000 Kaki Tanpa Tali

Alex Honnold, Panjat Tebing 3000 Kaki Tanpa Tali

Fri, 09 June 2017

El Capitan adalah salah satu tebing vertikal tertinggi di Amerika Serikat yang berada di Yosemite National Park, California. Biasanya, para pendaki gunung atau atlet panjang tebing akan mendaki El Capitan ini dengan tali karena tingginya yang mencapai 3 ribu kaki atau sekitar 900 meter. Pada tanggal 3 Juni 2017 kemarin, Alex Honnold membuat rekor baru di El Capitan. Alex Hannold ini berhasil mendaki El Capitan setinggi 3000 kaki tanpa tali!

 

Alex Honnold Sempat Dehidrasi dan Pusing

Alex Honnold menginap 1 malam sebelum pagi harinya memanjat El Capitan. Sayangnya, saat akan beranjak tidur, Alex Honnold ini merasakan pusing yang luar biasa karena dehidrasi. Akhirnya, Honnold ini tidur lebih dari 12 jam. Bangun pada pukul 3 pagi, Honnold sudah bersiap untuk memanjat El Capitan. Honnold memanjat tebing ini pada pukul 5 pagi. Menariknya, Honnold sempat bertemu dengan 3 orang yang berada di El Capitan. Mereka kemudian kaget ketika melihat Honnold sudah berada di tengah El Capitan tanpa tali.

Setelah 4 jam, Hannold ketika di-interview oleh National Geographic mengatakan tidak merasakan kendala apapun pada saat memanjat. Ketika sudah berada di atas, Hannold melepas bajunya dan duduk di pinggir tebing dengan senyum yang sangat lebar.

 

Alex Honnold Menjadikan Panjat Sebagai Hobi

Alex Honnold bukan pemanjat sembarangan. Dia sudah mulai memanjat sejak umur 11 tahun dan berhenti kuliah hanya karena ingin memanjat. Padahal, dia sudah masuk ke Universitas Berkeley jurusan teknik, salah satu kampus dengan jurusan teknik terbaik di dunia. Selain rekor memanjat tebing El Capitan tanpa tali, Honnold juga memegang rekor sebagai pemanjat tercepat untuk mencapai puncak El Capitan hanya dalam tempo 2 jam 23 menit.

Honnold menjadi orang pertama yang mendaki El Capitan setinggi 3000 kali tanpa tali. Sekarang, ia masih ingin mendaki tebing lebih banyak lagi. Tapi, nggak hanya sekedar memanjat, Honnold ingin memanjat semua tebing di dunia tanpa tali.

 

Source: nationalgeographic.com

Jalan-Jalan Keliling Dunia di Rumah dengan 5 Tur Virtual

Fri, 24 April 2020
Seorang pria sedang duduk di kursi sambil menggunakan VR gadget

Pandemi COVID-19 di seluruh dunia menjadi hambatan buat lo yang sudah berencana untuk menikmati liburan. Untuk mengisi waktu luang lo selama isolasi diri di rumah, ada opsi virtual tour yang siap membawa lo ke destinasi-destinasi top di dunia.

 

The Louvre

Tampak luar The Louvre di Paris saat sore hari dan dipenuhi turis.

Salah satu bangunan museum paling ikonik di seluruh dunia ini tutup sementara selama pandemi COVID-19 berlanjut. Kabar baiknya, lo nggak perlu jauh-jauh terbang ke Paris untuk bisa menikmati pameran seni, benda bersejarah, dan galeri di Museum Louvre. Lo bisa langsung cek laman Museum Louvre di sini dan ikut virtual tour yang disediakan.

Terdapat 4 kategori virtual tour yang bisa diambil kapan saja, yaitu Exhibition: The Advent of The Artist’, Egyptian Antiquities, Remains of The Louvre’s Moat, dan Galerie d’Apollon. Cukup gunakan smartphone, tablet, atau laptop, lo sudah bisa menikmati keindahan The Louvre langsung dari rumah.

 

Walt Disney World

Patung Walt Disney dan Mickey di depan Istana Cinderella di Walt Disney World.

Punya impian untuk pergi ke Walt Disney World? Buat pecinta Disney, sekarang lo hanya butuh jaringan internet untuk bisa merasakan keseruan di Walt Disney World. Tenang saja, virtual tour tidak dipungut biaya dan bisa diakses di mana saja dan kapan pun yang lo mau. Nggak hanya sekadar jalan-jalan di area Walt Disney World, tetapi lo juga bisa ikut virtual ride yang membuat lo merasa seakan-akan sedang bermain langsung.

Lo bisa ikut naik Frozen Ever After, It’s a Small World, Monster, Inc. Mike and Sulley to the Rescue!, dan Pirates of the Caribbean. Ini bisa lo jadikan ide untuk kencan virtual selanjutnya bersama si doi. Kapan lagi bisa nge-date di Walt Disney World!

 

Yosemite National Park

Pemandangan danau dan bukit berbatu di Yosemite National Park

Bosan di rumah akan membuat lo punya keinginan besar untuk berpetualang di alam liar. Sayang sekali, masa karantina ini menghalangi lo untuk bepergian ke luar rumah. Tetapi, sekarang lo bisa mengunjungi Yosemite National Park langsung dari rumah lo sendiri. Berlokasi di California, Amerika Serikat, taman ini menyuguhkan pemandangan indah penuh bebatuan serta perairan yang indah dipandang.

Saat lo penat dengan pekerjaan atau ingin melihat pemandangan alam yang segar, lo bisa langsung klik di sini untuk segera mengunjungi Yosemite National Park lewat virtual tour. Selain Yosemite, terdapat juga virtual tour untuk Yellowstone National Park yang terkenal dengan geyser penuh warna.

 

Tembok Besar China

Potret Tembok Besar China dari atas yang sepi pengunjung dan dikelilingi bukit hijau.

Salah satu dari tujuh keajaiban dunia yang terletak di dataran China sekarang memang tidak memungkinkan untuk dikunjungi, terutama oleh turis dari Indonesia. Namun, lo tetap bisa menikmati jalan-jalan santai menyusuri Tembok Besar China melalui virtual tour yang kini tersedia untuk diakses kapan pun.

Destinasi yang terkenal ramai oleh pengunjung, bisa lo nikmati sendiri di rumah tanpa gangguan orang lain. Terlebih lagi, lo nggak perlu lelah berjalan selama tur, cukup duduk dengan tenang sambil menatap layar laptop.

 

Sistine Chapel

Interior di dalam gedung Sistine Chapel yang penuh dengan Raphael’s tapestries.

Saat berkunjung ke Italia, Sistine Chapel adalah destinasi top yang tidak boleh dilewatkan. Dibuka untuk umum, gereja bersejarah ini terkenal dengan gaya interior serta lukisan “The Last Judgment” di langit-langit bangunan. Selalu padat akan pengunjung, ini saatnya bagi lo mengunjungi Sistine Chapel di rumah untuk mengisi waktu luang.

Walaupun kini Italia sedang dalam masa lockdown, lo tetap bisa melihat sendiri keindahan bangunan Sistine Chapel lewat virtual tour. Siapkan laptop dan jaringan internet yang stabil sebelum memulai virtual tour, Bro!

 

Sources: goodhousekeeping.com, Washington Post, Lonely Planet