• Traveling
  • 5 Festival Lampion di Asia, Salah Satunya Ada di Indonesia

5 Festival Lampion di Asia, Salah Satunya Ada di Indonesia

Thu, 07 June 2018
5 Festival Lampion di Asia, Salah Satunya Ada di Indonesia

Festival lampion memang sangat identik dengan negara-negara di benua Asia. Biasanya festival ini diadakan untuk merayakan tahun baru atau hari besar keagamaan tertentu. Termasuk di Indonesia, festival lampion jadi salah satu ajang menarik yang juga mencuri perhatian wisatawan asing. 5 festival lampion ini adalah yang paling populer di Asia, termasuk Indonesia lho! Yuk intip kemeriahaannya!

 

Seoul Lantern Festival, Korea Selatan

Di Korea Selatan terdapat salah satu festival lampion yang nggak boleh lo lewatkan, Urbaners. Bertajuk Seoul Lantern Festival, di sana lo bisa melihat ratusan lampion raksasa kreasi seniman lokal yang ditata rapi di sepanjang jalanan distrik Cheonggyecheon, pusat kota Seoul. Biasanya, festival ini digelar setiap Jumat pertama hingga Minggu ketiga di bulan November. Menariknya, lo bisa ikut menuliskan harapan di lampion kertas yang bakal dilepas ke angkasa.

 

Festival Lampion Nagasaki, Jepang

Urbaners, di Jepang lo juga bisa menyaksikan keindahan beragam lampion yang digantung di area pecinan kota Nagasaki pada perayaan tahun baru Cina. Setiap tahunnya, Festival Lampion Nagasaki ini digelar selama 15 hari setelah pergantian tahun baru. Nggak tanggung-tanggung, di pagelaran itu lo bisa melihat lebih dari 15.000 lampion kertas berwarna-warni yang menghiasi langit kota Nagasaki, Jepang bersama dengan pertunjukan kembang api.

 

Festival Hoi An, Vietnam

Dinamakan Festival Hoi An bukan tanpa sebab. Festival lampion di Vietnam ini punya kebiasaan yang cukup unik, dimana pada malam perayaan seluruh aliran listrik di kota tua Hoi An dipadamkan dan lampu lalu lintas dialihkan. Nah, soal penerangan semua berasal dari lampion-lampion yang dibuat oleh masyarakat setempat. Festival ini bahkan diselenggarakan rutin setiap bulan purnama.

 

Festival Loy Krathong, Thailand

Di Thailand lampion disebut oleh masyarakat lokal dengan istilah Loy Krathong. Jadi, festival ini juga identik dengan pelepasan lampion di atas sungai atau danau lengkap dengan sesaji yang ditujukan untuk para leluhur. Bagi masyarakat Thailand, pelepasan lampion ini merupakan simbol penyucian diri dari segala hal buruk sehingga keberuntungan masa depan segera datang.

 

Indonesia Lantern Festival

Urbaners, pada perayaan hari raya Waisak kemarin, festival lampion di halaman Candi Borobudur menjadi daya tarik yang selalu sukses mencuri perhatian wisatawan asing maupun domestik. Festival ini rutin diselenggarakan setiap tahunnya oleh persatuan umat Waisak yang tinggal di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya.

 

Source: cnnindonesia.com

Pengin Jalan ke Museum? Coba Fitur Virtual Traveling Ini Bro!

Mon, 14 September 2020
traveling ke museum virtual

Perkembangan teknologi bisa jadi inspirasi tersendiri buat lo semua yang sudah rindu banget buat traveling tapi belum bisa dilakukan karena kondisi seperti ini yang tidak memungkinkan. Terlebih buat lo yang suka jalan-jalan ke museum, sekarang cara baru buat melakukannya, bro!

Kalau beberapa waktu lalu kita sudah bahas bagaimana kemungkinan adanya menikmati konser musik dengan konsep virtual reality – kali ini, dengan konsep yang hampir sama, bisa diterapkan juga buat lo yang mau jalan-jalan ke museum.

Terlebih buat di berbagai negara lainnya, yang mengakali pandemi ini dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang sudah semakin maju ini. Banyak museum di luar sana yang sudah memanfaatkan hal tersebut ditandai dengan terbukanya pintu museum secara virtual.

Lo bisa menikmati karya-karya seniman yang disimpan rapi di dalam museum hanya dari layer ponsel smartphone saja atau computer di mana lo berada. #MauLagiDimanapun lo tetap bisa jalan-jalan seru ke museum-museum.

Nah bagaimana di Indonesia sendiri? Perlu lo ketahui nih kalau setidaknya ada 4 museum atau galeri karya seni yang bisa lo datangi secara virtual. Penasaran di mana saja? Daripada menebak-nebak sendiri, sila simak bahasan kali ini sampai habis ya!

 

Virtual Traveling ke Biennale Jogja

virtual traveling museum biennale jogja 2020

Credit Image: goodnewsfromindonesia.id

Sudah menjadi wadah buat seniman lokal ataupun internasional buat berkarya, belajar dan berdiskusi terkait karya di bidang seni visual, dari tahun 1988, Biennale Jogja jadi tempat yang seru buat didatangi.

Bekerja sama dengan Google Arts & Culture, pagelaran seni yang prestis dari Biennale Jogja masih bisa lo nikmati secara virtual. Lo bisa langsung gas ke halaman utama websitenya buat menikmati hasil karya seni visualnya keren-keren.

 

Ciputra Artpreneur

Kurang lebih konsep dasarnya sama, bekerja sama dengan Google Arts & Culture, salah satu kolektor karya seni, Dr. Ir. Ciputra mempunyai Ciputra Artpreneur yang berisikan banyak sekali karya seni visual luar biasa indahnya. Lo bisa menikmati karya-karya luar biasa tersebut secara virtual.

 

‘Trajectory’: A Decade of Lawangwangi

Berlokasi di Bandung, melalui website ArtSociates lo bisa menikmati ‘Trajectory’ yang berisikan 10 karya dari 10 seniman lintas generasi yang karyanya benar-benar luar biasa. Di pameran ini, lo bisa menikmatinya dengan cara virtual.

 

Pameran #KilasBalik Selasar Sunaryo

Masih dari Bandung lagi, Selasar Sunaryo juga ikut memboyong karya-karya yang ada di dalamnya untuk bisa dinikmati secara virtual. Melalui pameran #KilasBalik, lo bisa menikmati kreasi-kreasi yang sebelumnya sudah pernah dipamerkan juga.

Tidak hanya kreasi-kreasi yang sudah ada saja, lo bisa melihat juga berbagai koleksi buku, katalog dan berbagai karya seni lainnya di dalam eksibisi tersebut. Secara virtual, karya-karya di sana bisa lo nikmati dari layar smartphone lo saja.

Wah bagaimana nih bro? Dari berbagai pameran dan museum yang menyediakan layanan kunjungan virtual, yang mana nih yang sudah lo rencanakan buat di datangi?

 

Feature Image – secretldn.com