Menilik Kongaroo Team, Komunitas Parkour dari Pinggir Jakarta

Friday, May 18, 2018 - 20:16

Urbaners, kalau mendengar Parkour pasti kalian langsung terpikir kegiatan ekstrem. Berpindah-pindah dari satu gedung ke gedung tinggi yang lain secara cepat. Di Depok sendiri ternyata sudah ada komunitas parkour sejak 2008, namanya Kongaroo Team.

Nama itu berasal dari kata King Kong dan artinya kuat dan mengayomi. Mereka rutin melakukan Parkour dua kali seminggu dan mengadakan gathering nasional bernama ‘We Jump The World’. Agenda itu biasanya dilakukan secara serentak setiap tahun oleh komunitas Parkour lainnya dari seluruh dunia dan bertepatan dengan ulang tahun founder Parkour, David Belle.

Komunitas ini bahkan sudah mempunyai prestasi yang membanggakan dari salah satu anggotanya yang berhasil masuk rekor MURI. Yaitu dengan melakukan back flip di tembok dan wall flip selama 22 kali dalam 1 menit.

Parkour sendiri berasal dari Prancis. Dulu kegiatan ini bernama ‘Parcous Du Combatant’ yang berarti pelatihan halang rintang di militer. Sang pendiri terinspirasi dari ayahnya yang merupakan seorang pemadam kebakaran militer.

 

Sejak remaja ia sering dilatih ayahnya, Raymond Belle untuk berhalang rintang di kota. Kata Parkour akhirnya dipilih untuk menjadi nama kegiatan seni berpindah tempat dari berbagai tempat secara cepat dan efisien.

Walaupun hampir sama dengan free running, Parkour ternyata memiliki perbedaan yang cukup terlihat. Kalau Parkour menekankan pada kecepatan dan efisiensi, free running menekankan pada estetika gerakannya tanpa peduli dengan kecepatannya.

Bergerak secara cepat dengan efisien menghasilkan rasa disiplin bagi penikmat Parkour. Hal inilah yang diharapkan Kongaroo Team bisa juga dilakukan oleh banyak masyarakat Indonesia.

Bagikan
Facebook Twitter Email