Andrian Ishak, Chef Berbakat Pelopor Molecular Gastronomy

Friday, October 12, 2018 - 17:29

Urbaners, apa lo punya hobi  yang masih ditekuni sampai sekarang? Ingat, apapun hobi lo, tekuni terus sampai bisa jadi sesuatu. 

Buat lo yang punya hobi memasak, sosok yang satu ini bisa banget jadi panutan. Berawal dari hobi tersebut, Andrian Ishak kini menjadi salah satu chef berbakat di Indonesia. Ia bahkan disebut-sebut sebagai koki yang mempelopori Molecular Gastronomy di Tanah Air.

Andrian Ishak, Chef Berbakat Pelopor Molecular Gastronomy

Molecular Gastronomy merupakan teknik memasak yang menggabungkan antara memasak dan ilmu fisika juga kimia. Teknik ini kemudian Andrian kembangkan dan diaplikasikan ke restaurant industry.

Konsep memasak Molecular Gastronomy menganut slow dan low. Maksudnya, proses pembuatan makanan diperlambat dan menggunakan low temperature

Andrian Ishak, Chef Berbakat Pelopor Molecular Gastronomy

Andrian sendiri mempelajari teknik ini secara otodidak dan lebih banyak membaca buku untuk setiap proses cara memasaknya. Ia belajar dari buku-buku karya maestro Molecular Gastronomy, seperti ‘Modernist Cuisine’ karya Ferran Adria dan ‘On Food and Cooking’ karya Harold McGee.

Andrian mulai menjadi chef dengan membuka sebuah resto kecil di daerah Fatmawati, Jakarta Selatan. Setelah itu, tahun 2006, ia membuka Namaaz Dining yang berkonsep Molecular Gastronomy.

Menu yang ditawarkan di Namaaz Dining selalu memiliki tema dan kerap berganti setiap tahunnya. Menu yang dibuat juga unik karena apa yang dilihat akan berbeda dengan apa yang dirasakan. Contohnya, Urbaners bisa melihat bentuk sebuah kapas yang ternyata tidak lain adalah tempe.

Bagikan
Facebook Twitter Email

Untuk mencari inspirasi menu yang akan dibuatnya, chef jebolan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung ini selalu melakukan perjalanan. Bagi Andrian, untuk bisa sukses seperti sekarang, kuncinya adalah passion, bekerja keras, dan keinginan yang kuat untuk terus belajar.