Arie Setya Yudha, Otak di Balik Brand Seragam Militer Molay

Friday, October 5, 2018 - 16:56

Urbaners, lo punya mimpi ingin jadi pengusaha muda sukses? Kalau gitu bisa mencuri ilmunya dari sosok yang satu ini. Namanya, Arie Setya Yudha. Arie merupakan CEO dan Founder dari Molay Uniform Division, salah satu brand seragam militer yang saat ini sudah dipakai oleh instansi keamanan di Indonesia.

Nama perusahaannya yakni Molay diambil dari nama pejuang Prancis di zaman Knights Templar. Arie memang selalu tertarik dengan sejarah perang karena ia juga seorang pemain game online.

Arie Setya Yudha, Otak di Balik Brand Seragam Militer Molay

Bisnis Arie berawal dari hobinya yang suka bermain airsoft gun. Karena perlengkapannya mahal, akhirnya Arie bikin sendiri dan dijual di Kaskus. Dari situ, ternyata banyak buyer yang tertarik hingga bisnisnya terus berkembang.

Didirikan tahun 2009, Arie memulai Molay dengan modal awal hanya Rp 280 ribu dari menyisihkan uang jajan saat merantau ke Pekanbaru. Arie ingat, saat itu ia bahkan sempat berhutang ke tukang jahit untuk membuat produk perdananya. Setelah produk laku, Arie memproduksi lebih banyak lagi.

Arie Setya Yudha, Otak di Balik Brand Seragam Militer Molay

Saat bisnis mulai berkembang, Arie mulai mencari penjahit dan bahan khusus sampai ke luar kota. Seperti ke Bandung dan Semarang. Tahun 2012, Arie mendapatkan pesanan dari Gegana Brimob. Ia mendesain khusus baju untuk Gegana hingga akhirnya Arie menerima repeat order sampai tiga kali. Ini merupakan momentum terbaik bagi bisnis Arie. Dari situ, pesanan lain datang dari Marinir Surabaya dan Polda Lampung.

Arie Setya Yudha, Otak di Balik Brand Seragam Militer Molay

Selain di dalam negeri, Arie juga aktif di forum luar negeri untuk mempromosikan Molay. Produk Molay pun berangsur mendapatkan pembeli dari luar negeri. Seperti dari Prancis, Italia, dan Amerika Serikat. Paling jauh, konsumen Arie berasal dari Antarktika, yaitu United States Antartic Program, sebuah lembaga penelitian Amerika di Antarktika. Arie pun semakin percaya diri dengan produknya.

Menurut Arie, produk serupa Molay saat ini belum banyak, baik itu di dalam maupun luar negeri. Dengan memberikan kualitas terbaik, ia yakin Molay akan sukses. Selain itu, Arie juga punya visi tak hanya menjual Molay, tapi juga harus bekerja sama dengan instansi pemerintah untuk mendongkrak penjualan.

Tahun 2015, omzet Molay mencapai Rp 5 miliar. Angka tersebut naik hingga Rp 31 miliar di tahun 2016. Selama ini, Arie banyak menggunakan sistem B to B atau Business to Business.

Keluarga dan kerja keras adalah dua motivasi Arie sehingga ia bisa sukses berbisnis di usia muda. Arie memiliki ambisi besar untuk membawa Molay berkembang lebih jauh lagi dari sekarang. Salah satunya bercita-cita mendirikan holding company sebagai bentuk ekspansi bisnis yang lebih besar.