Sudut Pandang Marchella FP Terhadap Era 90an

Tuesday, March 8, 2016 - 22:36

Setelah sukses dengan buku "Generasi 90an" pada tahun 2013 lalu, langkah Marchella FP untuk mencapai kesuksesan tidak sampai situ saja Urbaners. Beberapa bulan lalu, ia baru saja merilis buku "Generasi 90an: Anak Kemaren Sore" sebagai buku ke-2 nya. Buku ini masih seputar tentang generasi  90an yang menurut Marchela adalah zaman peralihan, dimana teknologi mulai tumbuh dan berkembang bersama.

Nggak perlu khawatir, meskipun memiliki tema yang sama tetapi kedua buku ini sangat berbeda lho Urbaners. Dalam buku ke-2 nya, Marchella menarik lebih luas pandangan tentang generasi 90an. Kalau di buku pertama, Marchella mengibaratkan sebagai Mesin Waktu Dari Masa Lalu Ke Masa Sekarang, pada buku ke-2 nya, penggemar buku Totochan ini mengibaratkan sebagai Mesin Waktu Dari Masa Lalu Terbang Ke Masa Depan.

Alasan kenapa Marchella ingin membawa zaman 90an ke masa sekarang, bukan karena nggak bisa move on, Urbaners. Tetapi lebih kepada memberikan edukasi untuk anak-anak di zaman sekarang dan juga memperkenalkan bahwa ada sebuah proses sebelum teknologi berkembang pesat seperti sekarang, proses sebelum ada iPad, Tablet ataupun Smartphone.

Karena menurutnya, anak zaman sekarang lebih cenderung gadget minded adalah bukan kemauan mereka sendiri, tapi memang proses alam, dan para orang tua membiasakan seperti itu. Nah, Marchela ingin masuk dan memberikan pilihan lain untuk anak-anak zaman sekarang dalam mengisi waktunya.

Jadi, salah banget kalau ada yang menganggap bahwa buku ini memberikan statement bahwa generasi 1990 adalah yang terbaik. Karena setiap generasi memiliki keunikan yang berbeda-beda, begitu juga generasi 90an. Hanya saja yang membuat tahun 1990-an begitu istimewa di mata Marchela adalah selain ia memang tumbuh pada masa itu, era 90an adalah era yang paling ideal untuk di huni, karena semuanya sesuai porsi.

Dimana teknologi mulai muncul, dan berkembang tetapi tidak terlalu dibutakan oleh hal tersebut. Pada Era 90an, orang-orang masih bersosialisasi secara langsung, tidak terlalu dipengaruhi dunia luar karena terbatasnya teknologi, bahkan hanya terdapat 5 stasiun TV lokal pada zaman tersebut. Jadi bisa dibilang, era 90an adalah dimana orang-orang hidup sederhana dengan keterbatasan tetapi juga tidak gaptek. Lo setuju nggak, Urbaners?

Bagikan
Facebook Twitter Email

Dalam proses buku ke-2 ini Marchella dibantu dengan timnya, hal ini membuat ilustrasinya sangat berbeda dari sebelumnya. Pada buku ini banyak tutorial permainan zaman 90an yang bisa dipelajari oleh anak-anak zaman sekarang. Konten yang ditampilkan pun juga lebih luas, tidak hanya yang permainan di kota besar, melainkan menyeluruh ke wilayah pelosok Indonesia. Jadi mereka tidak hanya bisa game di iPad saja deh. Menarik ya Urbaners?