UFO Hunters Asal Indonesia yang Berkolaborasi dengan NASA

Tuesday, May 30, 2017 - 16:19

Mungkin nama Venzha Christ masih terdengar asing, tapi pria asal Surabaya satu ini sudah cukup dikenal di dunia space-science. Bagaimana tidak, ia merupakan orang Indonesia pertama yang berkolaborasi dengan NASA, bahkan ia sebentar lagi akan mengikuti pelatihan untuk persiapan ke Mars mencari The 2nd Earth. Sejak kecil, Venzha memang sangat tertarik dengan semua yang berhubungan dengan luar angkasa, berawal dari kegemarannya membaca buku, membuat rasa penasarannya cukup tinggi. Jadilah, ia melakukan sesuatu yang beyond imagination!

 

Venzha Christ si UFO Hunter

Kalau ditanya, apa pekerjaannya, Venzha dengan senang hati menjawab sebagai "UFO Hunter", ketertarikannya atas apapun yang berhubungan dengan luar angkasa ini sudah timbul sejak kecil, ditambah dengan kegemarannya dengan film-film sci-fi, bahkan ia selalu mengumpulkan apapun barang-barang yang berbau antariksa, mulai dari mainan, buku-buku sampai alat astronomi. Didepan rumahnya saja, ada hiasan menyerupai UFO, setelah masuk ke dalam, lo seperti memasuki museum luar angkasa, mulai dari koleksi E.T. sampai karya-karya teleskop dengan berbagai ukuran. Bergerak dari situ, Venzha banyak melakukan eksperimen-eksperimen untuk mengobati rasa penasarannya. Percaya atau tidak, Venzha sudah sampai ke Area 51 yang merupakan restricted area di Nevada, sengaja camping di daerah tersebut agar dapat melihat UFO dengan mata kepala sendiri.

 

Museum UFO buatan Venzha di Jepang

Kalau lo tau cerita legenda Utsuro-Bune di Jepang yang mengisahkan tentang adanya alat transportasi luar angkasa yang mendarat tepat di tepi pantai pada Zaman Edo awal tahun 1800-an, masih ada hubungannya tentang hal itu. Venzha yang selalu penasaran ini tergerak untuk mengambil riset legenda tersebut. Selama satu tahun ia mengupas habis dan mencari tau kebenaran cerita UFO ini, mulai dari melakukan wawancara dengan ahli sejarah sampai konsultasi ke expert-science. Hasil riset tersebut akhirnya dijadikan mini museum, tepat di tempat kejadian.

Tetapi mini museum ini bukan untuk membuktikan pendapat Venzha, melainkan setiap pengunjung disuruh memilih sendiri kategori apa yang mau dipercaya tentang legenda ini. Terdapat tiga kategori, yakni Utsuro-Bune berasal dari luar Jepang, Utsuro-Bune berasal dari Jepang sendiri atau Utsuro-Bune memang benar-benar sebuah UFO. Dari masing-masing kategori dilengkapi dengan riset, buku hingga artefaknya, jadi tanpa menjustifikasi, pengunjung dapat memilih mana yang dipercaya.

 

Awal mula Venzha dilirik oleh NASA

Awal perkenalan NASA dengan Venzha sangatlah 'berbahaya', ia meng-hack salah satu instansi pemerintah dibidang pertahanan, hanya untuk melihat data, memang tidak merugikan pemerintah, tetapi hal ini cukup membuat geger sampai akhirnya Venzha didatangi agen rahasia pemerintah. Alasan Venzha melakukan hal tersebut semata-mata hanya ingin mengetahui data, tanpa mencuri apapun. Langkah nekat Venzha ini menarik perhatian sehingga ia dihubungi langsung oleh pihak NASA, dan mengundang Venzha untuk mengetahui NASA lebih jauh dan tentunya bekerja sama dibidang inovasi space-science.

 

Kolaborasi Venzha dengan NASA di ArtScience Museum Singapore

Venzha Christ tidak hanya diundang NASA ke berbagai acara, bahkan awal tahun ini, ia berkesempatan untuk bekolaborasi di NASA - A Human Adventure di ArtScience Museum, Singapore. Venzha menjadi satu-satunya kolaborator yang ada di eksibisi tersebut. Dengan memperkenalkan karya DIY Radio Astronomi –nya yakni alat visualisasi gelombang dari luar angkasa, yang dapat didengar ataupun disaksikan oleh penonton. Ini adalah pertama kalinya NASA masuk ke Asia Tenggara, dan Venzha Christ dipercaya untuk mewakili mereka sebagai pendamping untuk memperkenalkan bagaimana penggabungan art & science terutama dibidang space-science.

Bagikan
Facebook Twitter Email

Satu-satunya orang Indonesia yang ikut pelatihan MDRS

Pada Maret 2018 nanti, Venzha juga akan mengikuti pelatihan di  Mars Desert Research Station (MDRS), yang merupakan persiapan secara mental, psikologi dan juga fisik untuk bertahan hidup dengan kondisi sangat ekstrem dan berbeda jauh dengan bumi. Pelatihan ini akan banyak melakukan simulasi eksperimen yang memungkinkan adanya The 2nd Earth. Secara pribadi sebenarnya Venzha tidak setuju dengan pelatihan ini, tetapi satu-satunya cara membuktikan bahwa orang tidak perlu ke Planet Mars untuk membentuk koloni baru ia harus tau dulu program ini sejauh apa, dan terjun langsung kedalamnya.

 

Apa yang ingin Venzha lakukan untuk Indonesia

Jauh sebelum kolaborasinya dengan NASA ataupun membuat mini museum di Jepang, Venzha telah membuat HONFablab di Jogjakarta. Awalnya pada tahun 1999 HON hanya kelompok kecil yang serius dibidang seni dan teknologi, tujuannya untuk mengkoneksikan "orang-orang gila" yang memiliki unlimited perspective. Sejalannya waktu, HON bekerja sama dengan Waag Society berkolaborasi membangung Fablab pertama di Asia Tenggara, dan namanya pun berubah menjadi HONFablab. Banyak banget aktivitas di coworking space satu ini seperti riset, prototyping, sampai bio-art yang menggabungkan unsur biology, technology & art. Tidak berhenti sampai disitu, kedepannya, Venzha sangat ingin membuat museum science fiction atau paling tidak observatorium yang proper sehingga generasi muda bisa memilki fasilitas untuk mengobservasi tentang luar angkasa ataupun hal lain dibidang teknologi.