Elders Company, Produk Bermotor Berkualitas dan Penuh Cerita

Sunday, March 10, 2019 - 14:38

Bagi para penggemar motor, tentu nggak lengkap rasanya berkendara mengarungi jalanan kota tanpa perlengkapan yang keren. Makanya, anak motor selalu punya gaya yang asik banget.

Saat ini, ada satu brand motor yang deket banget sama para penggemar motor, Elders Company. Elders Company adalah sebuah brand perlengkapan bermotor lokal yang memproduksi helm, topi, sarung tangan, jaket, maupun t-shirt yang sudah menembus pasar internasional.

Pada 2013, Elders Company awalnya dibuat untuk menjual helm produksi Thailand. Melihat, kebutuhan di Indonesia yang lebih besar membuat mereka memutuskan untuk memproduksi sendiri di Indonesia.

Sesuai dengan namanya “Elders Company”, produk-produk yang ada di Elders Co. terinspirasi dari perlengkapan yang digunakan leluhur di tahun 1940, 1960, dan 1970-an. Helm buatan Elders Company handmade dan bergaya simpel. Terinspirasi dari helm motor trail 1960-an, bahannya fiber sesuai dengan bahan yang biasa dipakai pada era tersebut. Tidak hanya itu, desain sarung tangan, topi, dan jaket juga terinspirasi dari zaman itu sehingga sangat kental dengan nuansa vintage. 

Walaupun saat awal berdirinya Elders Company belum banyak diproduksi, tetapi helm-helmnya justru laku keras di pasar luar seperti Jepang dan Amerika Serikat. Helm-helm Elders Company juga terlihat di berbagai ajang bermotor Internasional dan digunakan oleh para pesohor dunia. Legenda skate dunia, Steve Caballero pernah mengenakan helm Elders Company di acara The Wheels and Waves-Festival di Biarritz, Prancis. Selain itu Norman Deus pemain dari serial TV The Walking Dead membeli langsung helm Elders Company melalui website mereka.

Telah berhasil menembus pasar internasional tidak membuat mereka sombong atau melupakan pasar di negaranya sendiri. Elders Company menganggap mereka bukan hanya berjualan tapi punya obligasi moral untuk mengembangkan komunitas motor melalui pergerakan sosial. Tujuannya adalah memperbaiki ekosistem, mereka percaya ketika ekosistem bagus, value brand pun ikut naik dan bersaing dengan sehat. Oleh karena itu mereka memiliki dua project keunggulan mereka yaitu “Gentlemen’s Pact” dan “Ulah Adigung” yang masing-masing punya cerita sendiri dibaliknya.

Secara bisnis, Elders Company melihat banyak artisan yang berusaha survive dengan hanya membuat dua lusin pakaian. Dari situ terpikir membuat Gentlemen’s Pact untuk mendukung dan menghidupi brand-brand motor lainnya. Awalnya hanya sebagai bazar yang menjual pakaian-pakaian dari berbagai brand, kemudian mereka berhasil membuka toko kolektif sendiri di Kemang Village.

“Ulah Adigung” yang artinya “Jangan Sombong” diambil dari tulisan yang ada di tangki motor

Tommy Manoch, legenda balap di tahun 1960-an. Melalui project ini, mereka ingin menghilangkan tembok pembatas di kalangan komunitas motor yang kerap kali dialami adanya pengotak-kotakan komunitas dari jenis motor mereka.

Pada awal Oktober 2018 lalu, Elders Company berkolaborasi dengan Ryan Adyputra meluncurkan koleksi terbarunya dengan tema “FTW” (Forever Two Wheels). Tema “FTW” adalah sebuah perwujudan nyata dari kecintaan terhadap roda dua, tentang bagaimana dunia kustom motor menginspirasi Elders Company untuk terus berkreasi dalam menciptakan produk-produk berkualitas yang dapat menembus pasar dunia

Bagikan
Facebook Twitter Email