Homemade Ukulele Pertama Di Indonesia

Thursday, January 12, 2017 - 18:02

Berbicara tentang produk lokal, anak-anak muda Indonesia memang tidak pernah berhenti untuk membuat inovasi, seperti dua Urbaners satu ini, Wafiq Giotama dan Fadir Firdaus yang merupakan pendiri dari Pelem Ukulele. Yap, seperti namanya, ini adalah produk ukulele berkualitas dari Indonesia. Kecintaan Ogi dan Fadil pada alat musik ini, membuat ukulele tidak hanya menjadi sebuah hobby, melainkan peluang usaha.

Awal mula mereka membuat usaha ini semata-mata karena keinginannya memiliki ukulele berkualitas tetapi harganya cukup menguras kantong, akhirnya Ogi dan Fadil yang juga bertemu di salah satu forum ukulele memutuskan akan membuatnya sendiri pada tahun 2011 dengan harga yang affordable.

Membuat produk satu ini tidak semudah membuat suatu produk appareal, karena pada saat itu ukulele belum booming dipasaran, dan tidak ada produk ukulele di Indonesia dengan kualitas yang baik. Selama setahun mereka memutar otak untuk membuat prototype ukulele, trial and error sangat sering dirasakan oleh pria asal Yogyakarta ini.

Akhirnya pada tahun 2012 barulah mereka berhasil menciptakan alat musik tropical satu ini. Kalau mendengar namanya, mungkin agak aneh terdengar ya, Urbaners, 'Pelem Ukulele', nama ini sendiri berasal dari proses pembuatannya, pelem dalam bahasa Jawa artinya buah mangga, mereka memang menggunakan kayu yang berasal dari pohon mangga. Alasannya karena mangga juga merupakan tumbuhan tropis yang sangat cocok untuk ukulele.

Selama 5 tahun menggeluti usaha ini, Ogi dan Fadil mengakui banyak sekali kendala yang dirasakan, naik-turun sudah menjadi makanan sehari-hari. Tetapi itu semua tidak membuatnya menyerah, karena ukulele merupakan passion dan hobby mereka, so, apapun yang terjadi tidak menjadikannya sebuah beban, tetapi tantangan.

Ukulele kini kian berkembang di Indonesia, dengan banyaknya forum-forum dan komunitas yang aktif membuat kedua owner ini optimis bahwa ukulele akan semakin diakui, bukan hanya alat musik 'mainan'.

Bahan ukulele yang terbuat dari kayu solid, merupakan tantangan tersendiri untuk mereka, karena setiap kayu memiliki wajah dan karakteristik tersendiri, meskipun bahannya sama, tetapi setiap kayu memiliki keadaan berbeda yang berimbas pada suara ukulele tersebut. Inilah PR mereka yang harus quality check semua produk nya. Mereka juga membuat ukulele dari bahan-bahan lainnya lho, seperti kayu jati, kayu mahogani, rosewood, dan masih banyak lainnya, tergantung pesananan.

Bagikan
Facebook Twitter Email

Untuk proses pemasarannya, mereka punya cara yang cukup unik lho, Urbaners, selain promosi si forum-forum Ukulele, mereka juga membuka workshop nya untuk dikunjungi para turis lokal maupun mancanegara. Mereka bekerja sama dengan penginapan-penginapan di Yogyakarta untuk merekomendasikan workshop mereka untuk menjadi salah satu destinasi wisata.

Selain branding, hal ini juga membuat orang-orang tau kualitas dari Pelem Ukulele itu sendiri. Pelem Ukulele pun rajin ikutan pameran-pameran untuk mengenalkan ukulele satu ini. Nggak heran kalau Pelem Ukulele ini telah sampai ke Negeri Paman Sam

Inovasi Ogi dan Fadil bisa dibilang out of the box, disaat semua orang berlomba-lomba membuat produk appareal, mereka lebih memilih market yang lebih kecil tetapi memiliki loyalitas. Nah, kira-kira apa yang mau lo buat ni, Urbaners?