Trending
Jumat, 20 Maret 2015

Fusion Kuliner Minang dan Jepang

  • Share
  • fb-share
Fusion Kuliner Minang dan Jepang

Makanan khas Minang identik dengan warna yang menyala dan rasa bumbu yang menyengat. Berbanding terbalik dengan makanan khas Jepang yang justru tampil lebih sederhana, tanpa banyak merombak keaslian warna dan rasa bahan. Bayangkan kalau kedua jenis makanan itu bersatu: unik dan tampak menantang untuk dicoba. Kalau lo meragukan keberadaan fusion food ini, coba datang ke restoran bernama Suntiang. Hanya di tempat ini, lo bisa menemukan makanan khas Minang dengan sentuhan Jepang.

Di antara menu-menu yang tersedia di Suntiang, kehadiran menu sushi yang bervariasi cukup menarik mata. Pasalnya, sushi-sushi itu diletakkan di atas conveyer belt yang biasanya hanya ada di restoran Jepang. Siapa pun yang berada di sebelahnya, bisa memilih dan menyantap langsung sushi tersebut. Meski terlihat seperti sushi pada umumnya, namun sushi-sushi Suntiang jelas berbeda. Rendang Roll, misalnya, memadukan potongan daging rendang dengan balutan nasi dan nori.

Begitu juga dengan Salmon Asam Pade Roll yang mengombinasikan salmon, kyuri, saus asam pade, dan sebutir edamame. Khusus buat lo yang ingin mencoba sushi dengan rasa pedas ala Minang, wajib mencoba Ikan Bilis Cabe Hijau Roll. Rasa pedas bumbu cabe hijau mampu “menyingkirkan” wasabi yang selama ini wajib ada di tiap hidangan sushi mana pun.

Selain sushi, Suntiang juga menawarkan variasi menu udon. Salah satu rekomendasinya adalah Spicy Seafood Udon Hotplate. Mie tebal ini disajikan dalam hotplate, berpadu dengan udang, nori, dan bumbu pedas balado. Tapi, kalau lo lebih menyukai ramen, cobalah menu Gulai Ramen yang menjadi signature dish dari Suntiang. Gabungan antara ramen, kuah kari kuning, potongan ayam karaage berlapis tepung, telur rebus, dan rasa bumbu yang kuat, langsung membuat menu ini sukses meraih predikat “best-seller”.

Nggak hanya menyajikan menu main course, Suntiang juga siap dengan menu appetizer dan dessert-nya. Lo bisa mencoba Edamame Balado, kacang rebus khas Jepang yang dibalur dengan bumbu pedas balado, selagi menunggu menu main course datang. Sebagai hidangan penutup, Kue Cubit Kitkat Green Tea bisa jadi pilihan. Kue cubit berukuran mungil ini menjanjikan tekstur yang lembut dan rasa green tea yang pekat.

Sebelum mencoba inovasi menu yang menggebrak dari Suntiang ini, lebih baik lo nggak banyak berkomentar. Bisa jadi, tampilan dan rasa uniknya membuat lo ingin datang lagi dan lagi.

 

 

Comments
DEVI TRI HANDOKO
Nggak hanya menyajikan menu main course, Suntiang juga siap dengan menu appetizer dan dessert-nya. Lo bisa mencoba Edamame Balado, kacang rebus khas Jepang yang dibalur dengan bumbu pedas balado, selagi menunggu menu main course datang. Sebagai hidangan penutup, Kue Cubit Kitkat Green Tea bisa jadi pilihan. Kue cubit berukuran mungil ini menjanjikan tekstur yang lembut dan rasa green tea yang pekat.
Epul Saepuloh
Kuliner Minang dan Jepang