Trending

3 Fakta Unik yang Mungkin Belum Lo Tahu dari Ali

Tahun 1977, Muhammad Ali yang berusia 35 tahun bertarung di pertandingan tinju non gelar dengan Michael Dokes yang saat itu berusia 19 tahun. Pada saat itu, Michael Dokes melontarkan 23 kali pukulan dalam 10 detik dan nggak ada satu pun pukulan yang mengenai wajah ataupun badan Muhammad Ali.  Sekarang lo bisa ngeliat gif berjudul “Muhammad Ali Dodge 23 punches in 10 seconds” yang sangat mendunia.

Sekarang kita kehilangan sosok yang mungkin paling arogan, namun paling disegani di dunia olahraga. Dengan kearoganannya tersebut, Muhammad Ali seakan mengatakan bahwa lo kalau mau arogan, lo harus setenar dan sekeren Muhammad Ali dulu. Simak 3 fakta unik tentang Muhammad Ali yang mungkin belum lo tahu.

 

Mulai Belajar Tinju Saat Sepeda Dicuri

Pada umur 12 tahun, Muhammad Ali yang pada saat itu masih menggunakan nama Cassius Clay mendapatkan sebuah sepeda hadiah natal. Tapi nggak lama sepeda itu hilang, dan Cassius Clay kecil langsung melaporkannya ke polisi. Tapi pak polisi malah mengatakan kepada Cassius kecil untuk belajar berkelahi dahulu. Empat tahun kemudian, Cassius Clay kecil sudah menjalani pertandingan tinju amatir pertamanya.

 

Tidak Menonjol di Bidang Akademis

Muhammad Ali sangat ingin menjadi tentara, ketika itu Ali ingin menjadi tentara Angkatan Darat Amerika Serikat. Tetapi sayang Ali nggak lolos ketika tes menjadi tentara, ternyata alasannya nilai Muhammad Ali hanya 78, sangat dibawah rata-rata. Kemudian Ali juga diketahui beberapa kali mengulang kelas karena nilainya jelek, bahkan ketika SMA Muhammad Ali lulus dengan peringkat 376 dari 391 murid. “I said I was the greatest, not the smartest!” ujar Ali.

 

Muhammad Ali ke Indonesia

Pada tanggal 20 Oktober 1973, promotor tinju Raden Sumantri mendatangkan Muhammad Ali untuk bertarung melawan Rudi Lubbers di Stadion Utama Senayan (sebelum berubah menjadi Gelora Bung Karno). Muhammad Ali di petandingan tersebut jarang sekali menggunakan senjata utamanya, yaitu tangan kanannya. Kata Ali “Saya sengaja menyimpan tangan kananku untuk Joe Fraizer (musuh bebuyutannya)”.

Tiket pertandingan tersebut paling murah adalah 1000 rupiah dan paling mahal 27.500 rupiah. Foto paling ikonik ketika Muhammad Ali datang ke Senayan dengan menggunakan becak.

“Negara yang sangat unik, penduduknya sangat bersahabat dan selalu tersenyum kepada siapapun,” ujar Ali mengomentari Indonesia.

Selamat jalan legenda tinju dunia Muhammad Ali!

 

Source: newsday.com