Trending

4 Upacara Adat di Indonesia yang Harus Lo Tonton Sebelum Punah

Bangga bisa hidup di Indonesia yang punya banyak adat dan kebudayaan dari berbagai suku. Tak dapat dipungkiri, hal tersebut jadi kekayaan Tanah Air yang wajib dilestarikan. Bila adat istiadat tersebut hilang, tentu identitas budaya Indonesia juga akan memudar, tak terkecuali dengan upacara adat yang diselenggarakan oleh masing-masing suku dan masyarakat adat. Nah, berikut ini adalah beberapa upacara adat di Indonesia yang harus lo tonton sebelum punah.

 

Tiwah

Upacara adat Tiwah adalah upacara yang dilakukan oleh masyarakat Dayak Kalimantan Tengah sebagai bentuk pengantaran roh leluhur. Upacara ini dilakukan dengan cara memindahkan dan mensucikan sisa jasad dari dalam kubur ke tempat yang bernama sandung. Sedikit seram memang membayangkan mayat yang sudah tinggal tulang belulang diarak dan dipindahkan ke tempat baru. Namun justru keunikan ini yang jadi daya tarik upacara adat Tiwah.

 

Pasola

Kalau lo main ke Nusa Tenggara Timur, pastikan lo datang ketika upacara adat Pasola dilakukan, yakni pada bulan Februari atau Maret. Upacara ini merupakan upacara paling epic karena dua kelompok yang masing-masing terdiri atas lebih dari 100 orang saling serang menggunakan tombak dari kayu lengkap dengan baju perang adat. Tenang, nggak ada korban jiwa dari perang-perangan ini karena kayu yang digunakan ujungnya tumpul. Tujuan diadakan upacara ini adalah untuk menyampaikan doa kepada Tuhan agar panen mereka berhasil.

 

Kebo-Keboan

Masyarakat Desa Alasmalang, Banyuwangi, melakukan upacara adat Kebo-Keboan tiap tahunnya untuk meminta turunnya hujan di saat kemarau panjang. Puncak upacara ini adalah prosesi menanam bibit padi dan membajak sawah. Sesuai namanya, sejumlah orang menggunakan pakaian mirip kerbau dan bertingkah sesuai pola tingkah kerbau pada umumnya. Orang-orang tersebut kadang juga kesurupan dan akan mengejar orang lain yang mencoba mencuri bibit padi yang baru ditanam.

 

Tabuik

Upacara ini dilakukan pada tanggal 10 Muharam dalam kalender Islam oleh masyarakat pantai Barat, Sumatra Barat. Tabuik merupakan serapan dari bahasa arab, ‘tabut’, yang berarti mengarak. Sesuai namanya, sebuah ornamen bernama Tabuik diarak oleh pemikul yang berjumlah 40 orang menuju ke laut diikuti oleh rombongan pemusik yang semakin memeriahkan arak-arakan ini. Sesampainya di laut, Tabuik akan dilarung atau dihanyutkan. Masyarakat sekitar percaya bahwa upacara ini dapat membuang sial.

 

Menarik? Jangan hanya melihat, Urbaners. Cobalah untuk terlibat dan melestarikannya juga untuk generasi mendatang.