Trending

Begini Cara Samsung Minta Maaf atas Meledaknya Galaxy Note 7

Terkait dengan kontroversi yang timbul akibat meledaknya perangkat Samsung Galaxy Note 7, Samsung akhirnya meminta maaf kepada seluruh pelanggannya. Namun, Samsung menempuh langkah yang cukup besar dan berani untuk melaksanakan misi mulianya tersebut.

 

Pasang Iklan Sehalaman Penuh

Sebuah brand yang baik tidak hanya maju ketika ia dielu-elukan audiens, tetapi juga harus mau mengakui kesalahan. Baru-baru ini, Samsung memasang iklan sehalaman penuh pada tiga surat kabar sekaligus, yakni The New York Times, Wall Street Journal, dan Washington Post. Hal tersebut dilakukan terkait dengan peristiwa meledaknya perangkat Samsung Galaxy Note 7. Samsung berjanji mereka bakal berusaha mengembalikan kepercayaan para pelanggan.

 

Masih Terus Melakukan Investigasi

Melalui permohonan maafnya tersebut, Samsung juga menyampaikan bahwa mereka sudah menghentikan produksi Samsung Galaxy Note 7, menariknya dari peredaran, dan kini tengah mengadakan investigasi terkait dengan kasus tersebut. Samsung bakal membeberkan seluruh temuannya begitu proses analisis dan investigasi selesai dilaksanakan.

Dalam investigasi kali ini, Samsung melibatkan para ahli teknis untuk membantu mereka. Samsung bakal kembali menguji setiap aspek dari perangkat Samsung Galaxy Note 7, termasuk hardware, software, hingga struktur baterai secara keseluruhan. Seperti yang mungkin udah lo tahu, baterai diduga menjadi penyebab kuat terjadinya ledakan karena mudah panas sehingga rawan meledak.

 

Minta Maaf Soal Mesin Cuci Juga

Tidak hanya meminta maaf terkait dengan meledaknya Samsung Galaxy Note 7, mereka juga meminta maaf soal keputusan penarikan jutaan produk mesin cuci di Amerika Serikat akibat isu keamanan. Samsung kembali menekankan bahwa keamanan masih menjadi salah satu prioritas utama mereka. Itulah mengapa mereka mengambil langkah tersebut agar para pelanggan tetap percaya dan loyal dalam menggunakan berbagai produk Samsung lainnya.

Samsung berjanji bahwa mereka bakal terus mendengarkan feedback dari para pelanggan, belajar dari kesalahan yang telah dilakukan, dan memberi tindakan yang tepat untuk mengembalikan kepercayaan pelanggan. Pernyataan tersebut ditandatangani oleh CEO Samsung Amerika Utara, Gregory Lee.

 

 

Sources: Hypebeast.com,Tekno.tempo.co, Tekno.kompas.com