Trending

Buat Hasil Foto Lo Lebih Aesthetic dengan Teknik Framing

Teknik framing dikenal luas di dunia fotografi untuk menghasilkan foto aesthetic dengan objek yang terfokus. Teknik ini dilakukan dengan menempatkan objek utama atau point of interest (POI) di tengah foto dan memberikan bingkai di sekitarnya. Salah satu fotografer legendaris yang berhasil menciptakan framing, isolasi, dan irama, dan konteks dalam sebuah foto adalah Ansel Adams.

Berfokus Pada POI di Tengah Foto

Bangunan kastil tua pinggir pantai yang dipotret dengan teknik framing menggunakan bingkai bangunan yang ada di depan kamera.

Teknik framing dalam fotografi dilakukan dengan cara menempatkan point of interest sebagai fokus objek dalam foto. Selanjutnya, lo atur posisi POI tersebut agar bisa dikelilingi elemen lain yang ada dalam foto.  Teknik framing ini tujuannya membuat fokus orang yang melihat dengan mengarahkan pandangan langsung ke POI. Guna frame yang ada di sekeliling POI adalah membatasi fokus sehingga POI menjadi objek utama dalam foto.

Memberi Konteks dan Menggugah Keingintahuan

Bukan tanpa alasan teknik framing ini digunakan dalam mengambil foto. Teknik framing akan memberikan konteks foto dengan menawarkan kesan pembatasan dan pemahaman terhadap latar yang Urbaners potret. Teknik ini juga bakal memberikan dimensi pada foto yang lo potret dengan menempatkan objek pada foreground (latar depan).

Teknik yang satu ini juga dimaksudkan agar perhatian orang yang melihat hasil foto tersebut, terfokus pada objek utama. Ini berkat frame di sekelilingnya yang menutup ruang kosong, hingga seolah memaksa mata menuju POI yang lo pilih. Akhirnya, hasil foto lo akan bisa menggugah keingintahuan orang pada POI yang mau lo bagikan.

Frame Dahan Pohon Hingga Bangunan

Foto gunung dengan mercusuar di dekatnya, dibingkai dengan dedaunan yang ada di dekat kamera.

Urbaners, kalau lo mengira teknik framing ini bakal sulit buat dicoba, lo salah besar. Framing dalam fotografi itu termasuk mudah karena lo bisa gunakan POI dan frame yang ada di sekelilingnya. Misalnya nih, lo ingin fokus pada gunung yang ada di depan. Maka lo bisa gunakan dahan pohon, jendela, jembatan, pintu, dedaunan, rangka besi, dan struktur bangunan untuk “menutupi” ruang kosong di sekitar gunung. Lo bahkan bisa buat frame ini hanya dari telapak tangan, lho!

Selain itu, lo juga bebas menentukan bentuk dan ukuran frame yang mau lo buat. Jadi nggak melulu harus mengelilingi POI. Saat mengambil foto, lo bisa menentukan apakah framing yang ingin dibuat bisa menonjolkan focal point atau justru membuat orang berfokus pada sekelilingnya.

Well, gampang banget ‘kan teknik framing ini? Coba deh sekarang lo ambil kamera dan coba ambil beberapa objek gambar! Good luck.

Source: provoke-online.com, infotografi.com