Trending

Ditinggal Petinggi Kunci, Bagaimana Proyeksi Uber di Masa Depan?

Berbagai pemberitaan buruk terkait kelakuan Travis Kalanick, mantan CEO Uber, membuat jajaran direksi menjadi gerah. Kabarnya, sudah banyak deretan skandal yang dilakukan Kalanick sejak ia menjabat sebagai CEO Uber pada 2009, mulai dari tuduhan pelanggaran data privasi hingga pelecehan seksual di lingkungan kantor Uber.

Para investor Uber pun meminta perombakan kepemimpinan pada tubuh Uber, Urbaners. Hal ini akhirnya berujung pada mundurnya Kalanick dari kursi CEO. Sebelumnya, posisi-posisi kunci seperti COO, CFO, dan CMO juga sudah lebih dulu ditinggalkan. Dengan kondisi seperti ini, gimana nasib Uber di masa depan nanti?

 

Uber Mulai Rayu Petinggi Facebook

Dilansir dari situs Sindo News, kabarnya Uber langsung gerak cepat demi mengisi posisi petinggi kunci. Mereka merayu Sheryl Sandberg, yang saat ini menjabat sebagai COO Facebook. Uber merasa bahwa salah satu orang kepercayaan Mark Zuckerberg tersebut memiliki kemampuan yang tepat untuk memimpin Uber karena telah menjabat sebagai COO Facebook selama sembilan tahun.

Nggak hanya itu, Sandberg juga dikenal sebagai seorang feminis. Image tersebut dianggap Uber dapat menyelematkan perusahaan yang beberapa waktu belakangan ini tercoreng akibat kasus pelecehan seksual. Sampai sekarang belum diketahui pasti apakah Sandberg akan menerima tawaran tersebut.

 

Peran Petinggi Baru

Uber sepertinya nggak main-main dalam melakukan perombakan, Urbaners. Situs Tech Crunch mengatakan bahwa Uber telah melakukan pendekatan kepada salah satu petinggi marketing dari Apple bernama Bozoma Saint John untuk mengisi posisi baru, Chief of Branding. Peran baru ini diharapkan mampu memperbaiki image Uber yang sudah benar-benar tercoreng akibat deretan skandalnya. Alhasil, sejak Juni 2017 lalu, John resmi keluar dari Apple dan bergabung dengan Uber sebagai Chief Brand Officer.

 

Masa Depan Driverless Car Terancam

Dulu, pada tahun 2014, Kalanick pernah bilang bahwa masa depan Uber terletak pada driverless cars. Uber bahkan sudah bekerja sama dengan Volvo untuk memproduksi driverless cars yang dibutuhkan. Tapi, dengan perginya Kalanick dari posisi CEO, banyak pihak jadi khawatir dengan masa depan proyek driverless car tersebut. Di sisi lain, hal ini sebetulnya bisa menjadi peluang bagi Uber untuk membangun masa depan baru dari nol kembali.

 

Entah gimana kondisi Uber ini bakal memengaruhi pasar yang ada di Indonesia. Semoga lo tetap bisa terus menggunakan layanan Uber ya, Urbaners!

 

Source: autekno.sindonews.com, techcrunch.com, recode.net