Trending
Jumat, 23 Januari 2026

Kenapa Karakter 'Rusak' di The Boys Jauh Lebih Menarik daripada Superman?

  • Share
  • fb-share
Kenapa Karakter 'Rusak' di The Boys Jauh Lebih Menarik daripada Superman?

Mungkin lo tumbuh dengan gambaran pahlawan super selalu benar. Kostumnya rapi, niatnya bersih, seperti Superman. Dia kuat, tenang, dan hampir tidak pernah ragu. Dunia aman selama Superman ada. Tapi justru karena terlalu sempurna, sosok seperti ini lama-kelamaan terasa membosankan.

The Boys datang dengan pendekatan berbeda. Serial ini mengeksplor bagaimana kalau orang yang punya kekuatan super ternyata tidak lebih bijak dari manusia biasa? Pahlawan tidak lagi digambarkan sebagai figur teladan, melainkan sebagai manusia dengan ego besar dan masalah pribadi yang serius.

Berbeda dengan cerita superhero lama yang fokus pada musuh dari luar, konflik utama di The Boys justru datang dari dalam diri para pahlawannya. Mereka digerakkan oleh rasa takut, trauma, dan kebutuhan untuk terus diakui. Kekerasan dan kekacauan bukan muncul karena dunia jahat, tapi karena orang yang berkuasa tidak mampu mengendalikan dirinya sendiri.

Baca juga: Fakta-fakta Seru dari Superman: Legacy

homelander - superhero the boys
Photo by Prime Video

Salah satu tokohnya, Homelander, sering dibandingkan dengan Superman karena sama-sama kuat dan dijadikan simbol nasional. Tapi di balik itu, dorongan utamanya bukan menyelamatkan siapa pun. Ia butuh dipuja, butuh dilihat, dan merasa aman ketika semua mata tertuju padanya. Justru karena dorongan itu terasa manusiawi, sosok ini jadi jauh lebih mengganggu daripada sekadar pahlawan jahat biasa.

The Boys semakin relevan saat menggambarkan pahlawan sebagai produk. Dalam ceritanya, para superhero dikelola oleh perusahaan besar yang mengatur penampilan, ucapan, dan aksi mereka. Menyelamatkan orang sering kali kalah penting dibanding menjaga citra di media. Pahlawan diperlakukan seperti merek dagang, bukan simbol moral.

Baca juga: Film Superhero Indonesia Susah Laku?

serial the boys
Photo by Prime Video

Pendekatan ini terasa dekat dengan realita. Di dunia sekarang, citra sering lebih dipercaya daripada isi, dan kekuasaan bisa dibungkus dengan penampilan yang meyakinkan. The Boys tidak menjelaskan ini dengan ceramah, tapi memperlihatkannya lewat situasi yang mudah dikenali.

Karakter-karakter di dalamnya juga tidak digambarkan sebagai sosok hitam-putih. Ada yang bertindak karena dendam, ada yang mencoba idealis tapi terpaksa berkompromi, ada pula yang lelah karena terlalu lama berada di sistem yang salah. Mereka sering membuat keputusan buruk, tapi alasannya bisa dipahami. Di situ penonton merasa dekat, meski tidak selalu setuju.

superhero the boys
Photo by Prime Video

Superman menawarkan gambaran tentang pahlawan yang seharusnya ada. The Boys justru menunjukkan pahlawan seperti apa yang mungkin benar-benar ada jika kekuatan besar jatuh ke tangan manusia biasa.

Di era ketika publik semakin skeptis pada kesempurnaan dan pencitraan, wajar jika superhero yang tidak sempurna terasa lebih relevan. Bukan karena mereka lebih baik, tapi karena mereka lebih jujur menggambarkan bagaimana kekuasaan bekerja, dan bagaimana manusia sering gagal menggunakannya dengan benar.

Comments
No one has commented yet. Be the first to comment on this article!