Trending

Kerontjong VOC, Kolaborasi Musik Keroncong Kontemporer dengan Seni Pantomim

Hadir dengan konsep berbeda dari grup musik pada umumnya, Kerontjong VOC mempunyai keinginan untuk menularkan kecintaan anak muda pada musik keroncong. Kemasan yang menarik, unik, dan kekinian menjadi daya tarik utama grup yang mengkolaborasikan musik keroncong dengan seni pantomim ini. Bagaimana awal mula terbentuknya Kerontjong VOC? Darimana mereka mendapatkan ide kreatif tersebut? Yuk kenalan lebih lanjut, Urbaners!

Tertarik Menikmati Musik Keroncong dengan Cara Berbeda

Kerontjong VOC Selalu Menularkan Semangat Cinta Musik Keroncong Kekinian

Urbaners, kalau selama ini lo berpikir musik keroncong adalah selera musik orang tua, nggak ada salahnya lo mencoba menikmati lagu-lagu dari Kerontjong VOC. Grup asal Jogja yang dibentuk pada Maret 2016 ini digawangi oleh Krispinus Yoga pada vokal, Gesang Lokeswara pada alat musik cuk, Sutri Amboro pada bass, Patwa Al Huda pada alat musik cak dan Aldo Adriansyah yang bermain pantomim.

Lahirnya grup musik yang beraliran keroncong kontemporer ini berawal dari pertemanan sekelompok anak muda yang suka dengan musik keroncong dan ingin mempelajari lebih dalam tentang musik bertempo lambat ini. Mereka kemudian membentuk grup bernama Kerontjong VOC. Namanya memang unik, kata “Kerontjong” sengaja ditulis dengan ejaan lama untuk menegaskan kesan musik keroncong yang selama ini menjadi salah satu musik dengan sejarah terpanjang. Soalnya, musik keroncong sudah akrab di telinga masyarakat Indonesia semenjak dulu!

Kata VOC sendiri adalah singkatan dari Voice of Citizens. Para personil Kerontjong VOC berupaya untuk sebisa mungkin membuat lagu yang berisikan dan bertemakan hal-hal yang mewakili suara rakyat.

Kolaborasi Musik Keroncong dan Pantomim

Berbaur dan Berjoget Bersama

Keunikan grup musik Kerontjong VOC terletak pada kepiawaian personilnya mengkolaborasikan musik keroncong dengan pantomim. "Waktu itu kita lagi cari ide apa yang menarik dengan genre keroncong. Lalu kita kepikiran menggabungkan keroncong dengan pantomim. Kenapa memilih pantomim? Karena tiap lagu yang kita bawakan ada urutan ceritanya, nah untuk mendukung itu kita membutuhkan visual. Visual yang menurut kita paling pas adalah pantomim," ujar Krispinus, vokalis grup musik ini. Di Indonesia, peminat pantomim sangat banyak, hanya saja wadah untuk mengekspresikan seni ini masih kurang.

Kris mengaku, kesulitan saat menggabungkan musik keroncong dengan pantomim adalah tidak semuanya punya latar belakang pantomim seperti Aldo Adriansyah. Tapi, kendala ini nggak jadi hambatan bagi Kerontjong VOC. Justru, tiga personil lainnya lama-kelamaan tertarik untuk belajar tentang seni pantomim. Untuk mengasah skill, mereka bekerja sama dengan komunitas Rumah Pantomim Jogja.

Grup musik yang selalu menjaga kekompakan dengan berlibur bersama tiap bulan ini sudah mengeluarkan 2 single. Single pertama yang rilis tahun 2017 berjudul “Senja dalam Lamunan”. Lagu ini menceritakan tentang seorang yang sudah tua yang menyesal karena sudah menyia-nyiakan masa muda dan sekarang hanya bisa duduk melamun saja.

Single kedua yang rilis tahun 2018 berjudul “Seni Kok Dibatasi” bercerita tentang kegelisahan anak muda yang ingin menjadi seniman tapi tidak direstui orangtuanya. Dalam waktu dekat ini, Kerontjong VOC sedang menyelesaikan proses pembuatan album kecil yang berisi 6 lagu, dimana semuanya dibungkus dengan nuansa musik keroncong yang fun.

Ingin Musik Keroncong Bisa Diterima Generasi Milenial

Ajak Penikmat Lantunan Keroncong Bernyanyi Bersama

Kerontjong VOC punya misi tersendiri agar genre musik keroncong bisa diterima dan disukai oleh generasi muda. Pada dasarnya, musik keroncong bisa dikolaborasikan dengan berbagai genre musik lain, mulai dari pop, dangdut, jazz hingga reggae bisa disisipi dengan nuansa musik keroncong yang khas.

"Kita selalu berusaha membuat lagu yang fresh dengan kemasan yang menarik dan lebih kekinian. Kami ingin agar image keroncong yang tadinya jadul perlahan bisa diubah, sehingga musik ini bisa dinikmati siapapun dari kalangan mana pun. Semoga semua yang mendengarkan lagu kita bisa bergoyang bersama menikmati lagu yang kita bawakan," tutur Krispinus.

Keunikan Kerontjong VOC memang sudah merambah ke generasi muda. Buktinya, mereka ikut diundang sebagai pengisi acara pada perhelatan Asian Games yang diadakan di Gelora Bung Karno. Selain menjadi panggung paling berkesan, kesempatan itu membuat personil Kerontjong VOC makin yakin bahwa genre musik mereka bisa diterima oleh berbagai kalangan.

Buat Urbaners yang penasaran dengan musik keren ala Kerontjong VOC, langsung aja cek Instagram mereka di @kerontjongvoc!