Trending

Kisah Uji "Hahan" Handoko Eko Prasetyo yang Tetap Memilih Jalur Seni Sebagai Pilihan

Pada 2009, Uji “Hahan” Handoko Eko Prasetyo membuat keputusan besar di dalam hidupnya. Ketika itu, Hahan yang baru saja lulus dari Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia di Yogyakarta harus menghadapi 2 pilihan besar, apakah dirinya terus melanjutkan karirnya sebagai seniman atau kembali ke kota asal. Hahan akhirnya memilih melanjutkan karir sebagai pekerja seni. Pembuktian pertamanya dihadirkan pada pameran tunggal pertamanya di Sigi Gallery Jakarta dengan tema Sorry No Canvas Today tahun 2009.

Sekarang Hahan sudah malang melintang sebagai pekerja seni. Setiap tahun karya Hahan ada di hampir seluruh Indonesia, bahkan di luar negeri. Di tahun 2018 ini, karya Hahan berupa hologram koin emas dan lukisan koin emas sempat mejeng di Art Jog 2018.

Perjalanan Hahan di dunia seni

Perjalanan Hahan di dunia seni

Setelah gagal pada tahun pertama, Hahan merasa beruntung karena bisa bertemu dengan teman satu angkatan yang bisa dibilang mengubah pandangan terhadap karya seni. Pergaulan terhadap teman satu angkutan tersebut sedikit banyak memengaruhi karya seni dan visual Hahan di awal masuk kuliah tahun 2002. Kemudian di tahun 2003, Hahan menjadi kolaborator proyek Daging Tumbuh yang dipamerkan di Exploring Vacuum I di Cemeti Art House.

Pameran tersebut ternyata membuka pikiran Hahan bahwa menjadi seniman nggak harus selalu berkutat di lingkungan kampus.

“(dari pameran tersebut) Saya merasa bahwa medan sebenarnya untuk menjadi seniman adalah keluar dari kenyamanan kampus dan terlibat di medan seni yang sebenarnya,” ujar Hahan seperti dikutip dari majalah Uji “Hahan” Handoko Eko Saputro Wall Street Gymnastics.

Tentang karya Hahan di Speculative Entertainment 3

Tentang karya Hahan di Speculative Entertainment 3

Pada Februari 2018 kemarin, Hahan mengadakan pameran tunggal dengan tajuk Wall Street Gymnastics. Diselenggarakan di Equity Tower Jakarta, pameran ini menyajikan karya yang agak sedikit berbeda dari karya Hahan biasanya. Beberapa karya dari Hahan ini menyelipkan simbol olahraga.

“Simbol atletik saya gunakan sebagai analogi yang mencerminkan kesamaan antara seniman dan atlet, di mana sifat temporer atas capaian sama-sama berganti secara cepat. Tuntutan produktivitasnya adalah selalu terdepan dan inovatif,” ujar Hahan seperti dilansir kepada bisnis.com.

Perjalanan seni Hahan memang sangat menarik untuk diikuti. Setiap tahunnya, Hahan berkembang menjadi salah satu seniman yang mempunyai idealisme yang sangat kuat. Sampai akhirnya ia telah menginspirasi banyak orang salah satunya adalah Rizky Julian Permana yang juga seorang seniman video asal Yogyakarta. Rizky pun mengangkat Hahan sebagai MLDSPOT Content Hunt Season 2 kategori Inspiring People. Gimana Urbaners? Apa lo juga terinspirasi dengan kisah Hahan yang keluar dari comfort zone nya?

Source: rohprojects.net