Trending

Komikus Marvel dan DC Comics asal Tulungagung

Urbaners, menjadi seorang komikus sering dipandang rendah karena di Indonesia memang nggak ada komik yang bisa sukses melambung hingga ke pasar luar negeri. Pasalnya, menjadi seorang komikus itu sulit, lo harus menguasai teknik menggambar secara detail. Nggak sedikit juga para komikus yang akhirnya malah nggak bisa melanjutkan hobinya. Namun, beda banget dengan satu komikus yang bakalan dibahas dibawah ini.

 

Berhasil menjadi komikus di Amerika

Seorang komikus bernama Ardian Syaf yang berasal dari Tulungagung, Jawa timur, ini punya talenta yang luar biasa. Memang, seperti komikus pada umumnya, dia bisa menggambar secara profesional. Dan kini karirnya gemilang banget. Ardian yang akrab disapa Aan ini berhasil menembus pasar luar negeri. Nggak tanggung-tanggung, komik gambarannya ini mendapat perhatian dari perusahaan komik terkenal, yaitu DC Comics dan Marvel.

 

Sempat beberapa kali gagal, namun bangkit lagi

Aan adalah lulusan jurusan Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang pada tahun 2004. Ia berhasil menjadi salah satu komikus DC Comics dan Marvel. Aan yang memang bercita-cita sebagai komikus ini awalnya mengirimkan hasil komiknya ke penerbit lokal, sayangnya dia nggak pernah ditanggapi dengan baik. Lalu, dia iseng membuka situs www.digitalwebbing.com untuk bisa mencari lowongan komikus luar negeri.

Dia telah mengirimkan beberapa karyanya, namun masih belum ditanggapi. Nggak lama kemudian, dia berhasil menjadi komikus perusahaan kecil bernama Alex Cross. Karena hanya mendapat gaji kecil, dia mencoba mengirimkan karyanya dan dilirik lagi oleh perusahaan bernama Dable Brother pada tahun 2005. Akhirnya dia berhasil mendapatkan kontrak selama 5 tahun dengan upah $1.000 dan $100 untuk selembar komiknya.

 

Berhasil dipinang Marvell dan DC Comics

Bersama perusahaannya, Ardian pernah membuat komik berjudul Dresden Files yang berhasil booming di Amerika. Meningkatnya rating komik Dresden Files membuat Marvell tertarik meminang Ardian. Pada tahun 2009, Ardian bergabung dengan Marvell. Sayangnya, Ardian merasa kurang cocok dengan Marvell sehingga dia bergabung dengan DC Comics. Di sana, dia menjadi seorang pembuat sketsa.

Sampai saat ini, Ardian masih bergabung dengan DC Comics dibawah naungan agensi Nutopia. Dia mendapatkan bayaran sebanyak $200 per halaman yang dia buat. Disana, dia dikontrak selama 2 tahun untuk menggarap komik Batman. Jam terbangnya semakin lama semakin bertambah, begitu juga dengan karya yang dia hasilkan. Dia berhasil menciptakan komik yang berjudul Batman and Superman, Justice League of America, dan lainnya.

Urbaners, kesuksesan seseorang itu memang awalnya nggak luput dari kerja keras. Awal dari kerja keras pasti menemukan kegagalan yang akan tergantikan dengan kegagalan. Jadi, buat lo yang ingin berhasil, jangan takut akan kegagalan.

 

Source: indonesiaproud.wordpress.com