Trending

Ne-Yo dan Mezzoforte, Magnet Java Jazz Hari Terakhir

Hari terakhir Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2017 dimeriahkan oleh pendatang multi-generasi karena deretan penampil yang ditawarkan memang sangat beragam. Setelah kolaborasi-kolaborasi hebat dan musik-musik menarik. Ne-Yo, ikon RnB yang lagunya sering diputar di radio anak muda dan Mezzoforte, unit instrumentalia asal Islandia yang menggabungkan musik jazz dan funk, jadi daya tarik bagi pengunjung.

Pengunjung Ne-Yo tidak bisa dibantah lagi merupakan yang terbanyak dari tiga hari festival dan kebanyakan merupakan anak muda. Sorak-sorai terus terdengar sampai penyanyi asal Amerika Serikat yang malam itu mengenakan kostum sederhana: celana jeans hitam dan kaus putih. Pria berusia 37 tahun tersebut langsung menggebrak dengan lagu “Let’s Go”, “Miss Independent”, dan “Because of You”.

Ketika Ne-Yo membawakan lagu hits “So Sick” yang terkenal di seluruh dunia, para penonton pun ikut bernyanyi sambil menggunakan layar telepon genggam sebagai salah satu aksi bersama-sama dan membuat suasana terasa hangat. Total, penyanyi yang telah menelurkan tiga buah album ini membawakan 22 lagu.

Mezzoforte, yang telah terbentuk sejak 1977 juga tidak gagal memancing banyak pengunjung, kali ini yang datang adalah orang-orang yang telah banyak memakan garam kehidupan. Mereka mempersembahkan harmonisasi apik dengan suara piano, drum, dan trompet yang saling bersautan dalam komposisi pembuka “High Season”, “Hard Wired”, dan “Daybreak” yang membuat para penonton tak berhenti melakukan siulan, tepuk-tangan, dan sorak-sorai histeris.

Setelah itu, mereka memperkenalkan diri kemudian disambut dengan “High Life”. Mezzoforte berhasil mendapatkan atensi penonton walaupun kunjungan mereka sudah enam kali. Tidak dapat dipungkiri bahwa mereka memberikan tata suara, tata cahaya, dan pengalaman visual yang minimalis, namun megah.