Trending

Orangutan Masuk Ke Foto Kehidupan Liar Terbaik Tahun 2016

National History Museum setiap tahun mengadakan lomba foto bergengsi. Temanya bermacam-macam, ada lingkungan, sosial sampa kehidupan alam liar. Untuk kategori alam liar, banyak sekali fotografer profesional yang ambil bagian. Dan di tahun ini, fotografer Tim Laman memenangkan kategori Wildlife Photographer of the Year untuk kategori fotografer Amerika Serikat. Uniknya dua foto milik Tim Lanan ini mengambil di hutan belantara Kalimantan. Foto pertama mengambil gambar hewan Orangutan yang memanjat pohon setinggi 30 meter dan foto kedua mengambil hutan Kalimantan yang terbakar.

 

Bukan sekedar foto

Lo pasti tahu bahwa foto adalah gambar yang mempunyai sejuta kata. Walaupun gambarnya diam, tetapi ketika diperhatikan maka akan mempunyai banyak sekali makna. Para fotografer profesional yang memang pekerjaannya keliling dunia untuk mengambil momen-momen tak terduga ini rela berhari-hari menanti momen tersebut datang. Salah satunya adalah Tim Laman yang harus rela 3 hari untuk memanjat pohon setinggi 30 meter tersebut.

Tim Laman memanjat pohon untuk memasang kamera beberapa kamera GoPro agar bisa memotret Orangutan yang memang sering memanjat pohon. Alam liar ini nggak hanya sekedar hewan liar, tetapi juga bagaimana kehidupan alam yang ternyata sangat jauh berbeda. Walaupun hampir semua pemenang Wildlife Photopgrapher ini mengambil foto hewan, Tim Laman masih konsisten dengan foto-foto alam liar.

 

Para pemenang dari seluruh dunia akan dipamerkan di museum

Setiap tahunnya, National History Museum di Washinton DC Amerika Serikat pasti memajang puluhan bahkan ratusan foto terbaik dari seluruh dunia. Nggak hanya foto pemenang, tetapi foto yang dianggap layak ditampilkan di museum akan ditampilkan. Kali ini sorotan foto Tim Laman di hutan belantara Kalimantan akan menjadi perhatian tersendiri.

Semoga dengan adanya foto pemenang Wildlife Photographer yang mengambil set di Kalimantan, bisa sedikit banyak mempengaruhi ekosistem lingkungan yang ada di Kalimantan dan sekitarnya.

 

Source: theguardian.com