Trending

Prestasi Musisi Indonesia di Kancah Internasional

Dalam blantika musik Indonesia, banyak musisi yang mencoba dan berhasil untuk membawa karirnya ke luar negeri atau Go International. Ternyata, hal ini sudah ada dari dulu. Banyak musisi yang pergi keluar negeri untuk mengikuti ajang festival dengan membawa nama Indonesia. Musisi-musisi legendaris seperti Elfa Secioria, Ruth Sahanaya, Utha Likumahuwa, dan Trie Utami merupakan beberapa sosok yang mengharumkan nama bangsa di berbagai festival. Namun pada era 80an, Harvey Malaihollo menjadi penyanyi yang berhasil memenangkan berbagai macam festival internasional. Dengan bimbingan Elfa Secioria, pria berdarah Maluku ini mengalahkan penyanyi dari negara-negara lain seperti Celine Dion dan Bryan Adams, hingga mendapat julukan “Macan Festival”.

Seiring berkembangnya zaman, semakin berkurang pula ajang festival musik level internasional. Tapi bukan berarti prestasi musisi Indonesia di mata dunia juga berhenti. Pada tahun 1998, C hrisye mendapat penghargaan di MTV Video Music Award South-East Asia lewat lagu ‘Kala Cinta Menggoda’. Selain itu, Anggun C. Sasmi yang meniti karir di benua eropa pun menuai keberhasilan dengan meraih peringkat Top 5 di UK Club Charts di Inggris melalui lagu ‘Snow on the Sahara’. Kesuksesan Anggun pun menjadi sebuah pacuan bagi para musisi tanah air yang mulai berani merilis musik mereka ke pasar internasional. Sandhy Sondoro mengejutkan publik tanah air dengan memenangkan kompetisi New Wave 2009 di Latvia.

Dengan perkembangan teknologi, semakin mudah bagi para musisi untuk menyebarkan karya mereka untuk dapat didengar oleh orang-orang dari negara lain. White Shoes and The Couples Company masuk kedalam daftar The 25 Best Band in Myspace 2007 oleh Rollingstone.com dan mendapat penghargaan The Most Blogworthy band on the Planet 2007 oleh Yahoo! Music. Duo musik electro, BottleSmoker, juga memenangkan dua penghargaan di kompetisi Asia Pacific Voice Independent Music Awards (AVIMA) sebagai juara satu kategori Best Electro/Dance Act dan juara tiga kategori Best Electro/Dance Song.

Pada tahun 2013, unit metal asal Bandung, Burgerkill, meraih penghargaan kategori Metal As F*ck di salah satu ajang tertinggi untuk musisi metal dunia, Metal Hammer Golden Gods Awards. Juga belum lama ini, duo Stars and Rabbit mendapat penghargaan Best Underground Music Video dalam Toronto Arthouse Film Festival 2016, dan Best Music Video Fall 2016 di Hong Kong Arthouse Film Festival.