Trending

Rasa Ska di Pergelaran Jazz

Shaggydog, band ska kebanggaan Jogjakarta, ikut serta di Prambanan Jazz. Di penghujung akhir pekan yang sama, ini penampilan kedua mereka di sebuah festival jazz setelah sebelumnya tampil di Jazz Gunung.

Tentunya, kalau dipikir dengan akal sehat, selintas ada yang aneh: Band ska kok bermain di festival jazz? Dua kali lagi. Tapi, fakta mencatat bahwa keberadaan Shaggydog di kedua festival itu, memberi atmosfer baru untuk musik jazz.

Nama Shaggydog bukan nama kemarin sore di industri musik Indonesia. Secara konsisten, dari akhir 90-an, mereka memainkan musik ska dan berkeliling ke banyak tempat di Indonesia untuk menyuarakan karya-karyanya. Beberapa kali pula, mereka melangsungkan tur luar negeri yang panjang. Kocokan gitar dan beat lagu yang sangat provokatif untuk mengajak orang bergoyang, terbukti ampuh untuk menjadi amunisi untuk melumerkan suasana.

Pada dasarnya, semua orang senang untuk bergoyang, bukan?

Itu yang dipraktekkan oleh Prambanan Jazz 2016. Shaggydog dipercaya untuk main setelah istirahat maghrib. Tidak perlu waktu lama bagi mereka untuk memanaskan malam. Bermain di kawasan yang tidak jauh dari rumah mereka di pusat kota Jogjakarta, tentu saja rasanya seperti bermain untuk publik sendiri.

Lagu-lagu klasik seperti Kembali ke Lantai Dansa dan Di Sayidan membawa penonton untuk berdansa lepas, kendati waktu belum begitu malam pada saat mereka naik panggung.

Shaggydog juga baru melepas album terbaru mereka dalam tujuh tahun terakhir, Putra Nusantara. Jadi, momennya memang pas.

Keberadaan musik ska di festival jazz, sebenarnya sangat bisa dimaklumi. Terutama untuk nama-nama seperti Shaggydog yang memang punya ruang eksplorasi musikal yang besar. Selain menggunakan sejumlah instrumen tiup di dalam banyak penampilan panggungnya, Shaggydog juga tercatat pernah memproduksi sejumlah karya dengan pendekatan musik yang beragam, salah satunya jazz.

Keberanian untuk mencoba banyak hal, terbukti berhasil membawa banyak pengalaman baru untuk dua pihak; yang main di atas panggung dan yang menonton di seberangnya.

Di Prambanan Jazz, Shaggydog dengan kemampuannya menggoyang penonton, membuktikannya dengan baik; bahwa mereka sesungguhnya adalah raja musik di kawasan itu