Trending

Sehat Tanpa Fitness, Olahraga Lebih Seru Bareng Komunitas Freeletics Malang

Sehat itu mahal harganya. So, sebelum jatuh sakit, lebih baik menjaga kesehatan dengan baik.

Lo pastinya sudah tahu kan kalau obesitas juga bisa jadi pemicu hinggapnya penyakit di tubuh? Nah, berawal dari situ, Depri Satriawan kemudian punya inisiatif untuk membentuk komunitas Freeletics Malang pada 2014 lalu. Cowok yang juga jadi ketua komunitasnya ini, sempat mengalami obesitas dan mulai mencoba olahraga tersebut.

Kalau lo belum tahu, freeletics sendiri merupakan olahraga simpel, tanpa alat sama sekali, yang hanya mengandalkan berat badan sendiri sebagai beban. Olahraga yang satu ini bisa dilakukan di mana saja tanpa harus ke tempat khusus. Lo bisa melakukannya di rumah, taman, atau biar seru juga bisa dilakukan bareng di tengah hiruk pikuk car free day kota lo. Ya, seperti yang dilakukan teman-teman dari Freeletics Malang!

Freeletics Malang Sebagai Komunitas

Sebagai komunitas, Freeletics Malang tentunya juga punya struktur organisasi. Ada founder yang juga jadi ketua, yaitu Depri sendiri. Ada pula yang mengurus bagian coaching, keuangan, sponsor, serta bagian editor dan admin sosial media. Komunitas ini memang berawal dari Depri seorang, yang kemudian bertambah jadi 3 orang, 5 orang, dan seterusnya hingga kini sudah terdata kurang lebih 100 anggota.

Anggota komunitas Freeletics Malang makin tahun makin bertambah © Dok. Freeletics Malang

"Lebih sering update ke sosmed, sering ikut event ataupun kolaborasi dengan komunitas lain," ungkap Depri saat ditanya tentang bagaimana Freeletics Malang menjaring anggotanya. "Untuk syarat gabung, cuma cukup datang saja, bawa air minum dan matras kalau ada," imbuhnya.

Agenda Rutin Freeletics Malang

Freeletics Malang belum punya agenda rutin, selain berkumpul di area car free day setiap hari Minggu pagi. Namun mereka sering olahraga bersama dan sharing seputar kesehatan. Mereka mulai membuat agenda untuk datang ke panti asuhan dan panti jompo di sekitaran Malang, untuk mengajak penghuninya olahraga bersama. Meski nggak punya trainer khusus, tapi beberapa member sudah tahu cara mengajar dan gerakan yang benar. So, mereka yang nantinya bakal jadi coach saat berkeliling ke panti.

"Paling program rutin setiap 1 atau 2 bulan sekali punya kegiatan sosial ke panti asuhan atau jompo, dan bikin kegiatan challenge 1 bulan buat member yang lagi senang berolahraga," ungkap Depri.

Olahraga bareng jadi salah satu kegiatan komunitas Freeletics Malang © Dok. Freeletics Malang

Olahraga Tanpa Ribet dengan Freeletics

Mengingat freeletics merupakan olahraga yang bisa dilakukan tanpa peralatan dan nggak membutuhkan tempat khusus, seharusnya lo nggak punya alasan lagi untuk nggak berolahraga. Ketika sudah mengetahui gerakan-gerakan yang tepat, lo bisa mempraktekannya langsung ketika lagi di rumah atau di mana aja. Freeletics sendiri punya gerakan-gerakan khusus kalau lo mau toning badan, memperkuat otot dan balance, atau sekedar ingin jaga kebugaran.

Dengan adanya komunitas Freeletics Malang ini, Depri secara pribadi berharap bisa membantu mengubah cara berpikir orang-orang agar jadi suka berolahraga. Depri ingin, warga Malang khususnya, agar bisa menjaga pola hidup mereka jadi lebih sehat lagi. Apalagi dengan segala kemudahan proses dan rangkaian gerakan dalam olahraga ini, membuatnya cocok dilakukan oleh semua usia, Urbaners!

Sehat bareng komunitas Freeletics Malang di CFD © Dok. Freeletics Malang

"Untuk yang masih ragu, ayo kapan lagi mulai jadi lebih baik, jadi lebih sehat, kalau tidak dari sekarang? Semangat!" pungkas Depri.

Well Urbaners, gimana dengan lo? Apa sudah punya pola hidup sehat dan rajin berolahraga? Kalau belum, coba deh gabung sama komunitas olahraga di sekitar lo. Jangan banyak alasan lagi buat olahraga biar sehat ya!