Trending

Sejarah Dibalik Lahirnya Hari Musik Nasional

Sebagai pencinta musik, atau bahkan salah satu dari penggiat di dunia musik, lo pasti ikut meramaikan Hari Musik Nasional. Entah lo mengunggah sesuatu di media sosial, atau terlibat dalam event khusus untuk memperingati hari spesial ini. Agar apreasiasi yang lo berikan semakin berarti, lo perlu tahu sejarah dibalik lahirnya Hari Musik Nasional yang setiap tahun lo rayakan. Berikut rangkuman historis Hari Musik Nasional.

Inisiatif apresiasi insan musik tanah air

Menpar saat itu, Jero Wacik, memberikan piala Metronome pada Benny Likumahuwa sebagai penerima penghargaan Nugraha Bhakti Musik Indonesia

Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia atau yang lebih dikenal dengan akronimnya, PAPPRI, yang telah berdiri sejak 18 Juni 1986 sebenarnya sudah mengusulkan pada pemerintah untuk menetapkan Hari Musik Nasional pada kongres ketiga yang dilaksanakan di tahun 1998. Usulan yang sama juga kembali disampaikan pada kongres musik yang keempat di tahun 2002. Baru pada tahun 2003 usulan ini menjadi perhatian pemerintah.

Di tahun 2003 tersebut, Presiden RI Megawati Soekarnoputri lalu melakukan upacara yang intinya ingin mengapresiasi kerja insan musik tanah air. Inisiatif apresiasi ini ditandai dengan pemencetan pada tombol situs resmi milik PAPPRI, tepatnya pada tanggal 10 Maret 2003. Namun, pada saat itu belum ada peraturan resmi yang dikeluarkan terkait tanggal resmi Hari Musik Nasional. PAPPRI kemudian memperingati momen apresiasi tersebut setiap tanggal 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional, termasuk menganugerahkan Nugraha Bhakti Musik Indonesia kepada insan musik tanah air atas dedikasi dan karyanya.

Mengambil Hari Lahir Pencipta Lagu Kebangsaan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berdiri dan berbicara dari podium

Setelah sepuluh tahun PAPPRI merayakan Hari Musik Nasional, barulah pemerintah mengeluarkan keputusan resmi. Tepat pada tanggal 9 Maret tahun 2013 Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang menjabat saat itu mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) No. 10 Tahun 2013 yang menetapkan tanggal 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional. Keppres ini ingin memastikan bahwa apreasiasi akan terus diberikan oleh rakyat Indonesia bagi insan musik dan dedikasinya.

Pemilihan tanggal untuk penetapan Hari Musik Nasional ini pun bukan tanpa alasan. Pemerintah memilih untuk mengambil hari lahir dari pencipta lagu kebangsaan Indonesia, Sang Maestro Wage Rudolf Supratman sebagai simbolisasi penghormatan serta sumbangsih insan musik bagi negeri.

Perdebatan Perihal Tanggal Lahir Supratman

Patung W.R. Supratman memainkan biola di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta

Barangkali beberapa dari lo nggak tahu, banyak buku sejarah yang memuat bahwa Supratman lahir di Jatinegara yang pada jaman Belanda bernama Meester Cornelis, tepatnya ia lahir pada tanggal 9 Maret 1903. Namun hal ini kemudian menjadi perdebatan dikarenakan informasi yang telah ditelusuri oleh Tim Pelusuran Sejarah W.R. Supratman menunjukkan Supratman lahir di tempat dan tanggal yang berbeda.

Roekijem, kakak perempuan Supratman memberi keterangan yang kemudian ditulis oleh Oerip Supardjo untuk Matumona bahwa Supratman sebenarnya lahir di desa. Bertahun-tahun setelahnya, tepatnya tahun 2007 barulah disahkan oleh Pengadilan Negeri Purworejo bahwa Supratman sebenarnya lahir di Kamis Wage, 19 Maret 1903, tepatnya di Dukuh Trembelang, Desa Somongari, Purworejo, Jawa Tengah.

Walau demikian, perayaan Hari Musik Nasional masih terus dirayakan di tanggal 9 Maret. Karena yang paling penting adalah niat untuk mengapresiasi insan musik. Pastikan lo juga ambil bagian untuk mengapresiasi karya-karya, dan dedikasi anak bangsa dengan menikmati musik atau bahkan berkunjung ke museum musik. Karena apresiasi yang lo berikan, berarti untuk keberlangsungan karya-karya mereka, Urbaners.

Sources: Okenews, Good News From Indonesia, Historia.id