Trending

Tradisi Baru Bernama Tangsel Jazz Festival

Sebuah tradisi baru dimulai. Tangsel Jazz Festival, menjadi bayi baru yang siap menjadi omongan di scene jazz Indonesia.

Satu dekade terakhir, musik jazz di Indonesia makin mendapat tempat. Lewat berbagai macam festival yang makin menjamur, ia berhasil menyesap ke banyak kehidupan orang di berbagai macam kota di negara ini. Di antara banyak festival yang sudah lebih mapan, menyeruaklah  nama Tangsel Jazz Festival.

Di tahun keduanya, Tangsel Jazz Festival 2015 (TJF 2015) berhasil menghadirkan banyak nama bagus di deretan headlinersnya. Dedengkot-dedengkot jazz Indonesia berseliweran. Masing-masing memainkan set pertunjukannya dengan penuh energi pada 15-16 Agustus 2015 di South City, Tangerang Selatan.

Di hari pertama, nama-nama seperti Idang Rasjidi, Benny dan Barry Likumahuwa, Sundari Soekotjo, The Groove, Maliq & D’Essentials dan sederet nama populer lainnya menghiasi panggung TJF 2015.

Festival ini, ternyata punya atmosfir yang unik. Lokasi yang dipilih adalah sebuah jalan paving block yang ditutup untuk publik di sebuah kompleks kota satelit yang sedang dikembangkan. Ada empat panggung yang jaraknya berdekatan. Di satu sisi, juga ada camping ground yang disediakan untuk pengunjung yang ingin mencoba pengalaman baru berfestival.

Dukungan penuh dari pemerintah kota pun seolah menambah semarak penyelenggaraan. Kerjasama harmonis ini berujung pada terciptanya sebuah festival yang relatif ok di tahun kedua.

Highlight terbaik dari festival hari pertama adalah penampilan The Groove dan Maliq & D’Essentials yang sukses membuat banyak orang berdecak kagum dengan kualitas panggung mereka yang memang sudah kesohor itu.

Duet kolaborasi bapak-anak antara Benny Likumahuwa yang jadi bintang tamu di set Barry Likumahuwa juga tidak boleh dilewatkan begitu saja. Kendati bermain di waktu yang sama dengan The Groove, duo ini berhasil mengundang orang untuk menyaksikan mereka beraksi.

“Tahun lalu gue juga main di sini. Sebagai warga Tangsel, senang juga akhirnya kita punya festival sendiri di sini,” ujar Barry Likumahuwa di salah satu jeda lagu.

Selain itu, maestro piano Idang Rasjidi juga punya set yang tidak kalah spesialnya. Ia, bersama sejumlah musisi pendukungnya juga berhasil menghadirkan satu potongan malam yang cantik untuk para pengunjung. Seperti biasa, ia memberi ruang untuk sejumlah talenta muda di dalam band pendukungnya.

“Kalau main di festival besar, saya selalu bawa anak-anak baru. Ini juga yang saya lakukan malam ini,” katanya.

Secara komposisi, TJF 2015 berhasil di hari pertama berhasil menjadi sebuah cerminan betapa suburnya scene musik jazz di Indonesia. Ruang-ruang baru selalu ada untuk dimasuki dan banyak kesempatan untuk unjuk gigi bagi musisi baru. TJF 2015 adalah sebuah festival yang seru untuk dikenang dan akan jadi lebih besar di masa yang akan datang