Trending

Youtube Siapkan 4 Langkah Perangi Terorisme

Layanan media sosial, dalam beberapa bulan terakhir, mendapat tekanan dari pemerintah di berbagai negara untuk berbuat lebih banyak dalam memerangi terorisme. Ini terkait konten berbau ekstremisme dan propaganda teroris yang ada pada layanan mereka.

Menanggapi hal tersebut, YouTube layanan video milik Google mendeklarasikan diri bergabung dalam kampanye memerangi kejahatan global tersebut. Selain aktif menandai dan menghapus video yang memuat konten aksi radikalisme, YouTube menyiapkan empat langkah baru untuk menghadapi aktivitas ekstremis di platformnya.

 

Deteksi konten ekstremis lebih cepat

Sebagaimana dilansir Financial Times, Google melalui General Counsel Kent Walker akan memperkuat sistem pengelompokan konten agar mampu mengenali lebih baik video-video terorisme. Sistem ini nantinya mampu membedakan antara berita serangan teroris dan video yang memang memuat kekerasan. Setelah penilaian dibuat, YouTube otomatis menghapus konten yang dianggap melanggar.

Google juga akan memaksimalkan pengguna-pengguna yang telah terverifikasi untuk menandai konten-konten terlarang. User-user ini diberikan hak khusus untuk mengulas sebuah konten yang telah ditandai karena melanggar panduan yang telah ditetapkan.

 

Melibatkan lebih banyak ahli

Raksasa teknologi ini juga akan menambah jumlah ahli independen dalam program Trusted Flagger. Sedikitnya 50 ahli dari 63 badan amal telah bergaung untuk mencari dan memberi tanda konten ekstremis atau menyebarkan kekerasan termasuk ajakan untuk bergabung dengan teroris.

Tindakan ini bertujuan agar pihak YouTube dapat menargetkan tipe spesifik dari video dan grup-grup khusus yang mendukung kekerasan dan terorisme. Hingga pada akhirnya sistem otomatis konten negatif bisa berfungsi sempura.

 

Standar yang lebih ketat

YouTube menerapkan kebijakan sepihak untuk video-video yang berbau hasutan terhadap agama atau aliran tertentu. Termasuk video yang mengandung konten religius, yang selama ini sulit dideteksi. Atau rekaman yang berisi hasutan.

Menurut Kent Walker, YouTube akan mengambil sikap lebih keras terhadap video yang tidak secara jelas melanggar kebijakan mereka. Salah satunya adalah dengan memblokir iklan atau menampilkan peringatan untuk penonton hingga unpublish video.

 

Perluasan kerja kontra-radikalisasi

Terakhir, YouTube juga terlibat dalam penanganan mencegah radikalisasi. Salah satunya dengan membuat program untuk mengalihkan pengguna yang ditargetkan kelompok ekstremis seperti ISIS ke konten kontra-ekstremis.

YouTube juga fokus terhadap korban terorisme. Di antaranya membuat konten edukasi anti terorisme sebagai serangan balik video ajakan bergabung ke kelompok radikal dengan tujuan mengubah pikiran pengguna.

Walker menambahkan bahwa YouTube bekerja sama dengan perusahaan lain seperti Facebook dan Twitter untuk mengembangkan aplikasi dan teknik baru yang mendukung upaya anti-terorisme.

 

Source: Arah.com, dailysocial.id