Trending

L'Arc-en-Ciel, Jatuh Bangun di Dunia Musik Bukan Halangan Untuk Berkarya

Buat lo pecinta musik bergenre j-rock, lagu-lagu milik band ini mungkin jadi salah satu lagu wajib koleksi lo. Nggak kaget memang, karena lagu-lagu bergenre j-rock jadi populer salah satunya berkat band ini. Siapa sangka, band asal Jepang yang namanya terdengar hampir di seluruh dunia ini sempat jatuh bangun bahkan vakum di masa kejayaannya. Lalu, apa yang membuat mereka kembali berkarya?

Bergenre alternative rock

L'Arc-en-Ciel, Jatuh Bangun di Dunia Musik Bukan Halangan Untuk Berkarya
Pecinta anime atau lagu-lagu bergenre japan rock mungkin akan sangat mengenal band yang satu ini, L'Arc-en-Ciel. Band yang berdiri di Osaka, Jepang, sejak tahun 1991 ini memang punya track record istimewa dibanding band-band Jepang lainnya. Salah satunya adalah menjadi performer asal Jepang pertama yang tampil di Madison Square Garden.

Untuk genre, pada dasarnya L'Arc-en-Ciel, atau biasa disebut Laruku di Jepang, menganut aliran alternative rock. Hebatnya, selama puluhan tahun menciptakan lagu, genre mereka nggak berubah, selain penampilan alter ego mereka, P’unk-en-Ciel, yang memang memainkan genre post-punk. Bisa lo rasakan bedanya ketika membandingkan L'Arc-en-Ciel memainkan Hitomi no Jyuunin dengan saat P’unk-en-Ciel memainkan Honey.

Sempat terpuruk


Siapa sangka, band ini sempat jatuh saat puncak karir. Saat itu, tahun 1997, drummer kedua mereka, Sakura, tertangkap tangan memiliki heroin. Tak lama, Sakura mengumumkan keluar dari band. Saat itu juga single mereka, The Fourth Avenue Café, yang jadi ending theme serial animasi Rurouni Kenshin diganti setelah hanya 4 episode saja. Perilisan single tersebut juga ditunda hingga tahun 2006 lalu.

Meski demikian, tiga anggota sisanya: Tetsu, Hyde, dan Ken, tampil membentuk band baru, The Zombies, yang digadang-gadang sebagai “band jiplakan L'Arc-en-Ciel” dan menyanyikan lagu L'Arc-en-Ciel. Band ini kemudian memperkenalkan Yukihiro sebagai pengganti Sakura dan kembali ke dunia musik Jepang.

Sayangnya, di tahun 2001 hingga 2003, band ini memutuskan untuk hiatus. Para anggotanya membuat single sendiri-sendiri hingga akhirnya di 2004 mereka kembali. Tak kalah seru, kembalinya L'Arc-en-Ciel di dunia musik ditandai dengan konser debut di Amerika Serikat, tepatnya di event Otakon dengan penonton sekitar 12.000 orang. Hingga saat ini, L'Arc-en-Ciel telah membuat 12 album.

Kalau lo pengen merasakan musik-musik karya L'Arc-en-Ciel, kami sarankan pilih lagu-lagu dari album True dan Real. Lo juga perlu ngedengerin P’unk-en-Ciel untuk merasakan bedanya.