Trending

Ngerasa Film dari Video Game Jelek Melulu? Ini Alasannya

Urbaners, lo sadar nggak sih kalau film-film yang inspirasinya diambil dari video game itu sebagian besar kurang memuaskan? Bahkan, skornya nggak ada yang sampai 50% di Rotten Tomatoes. Tengoklah misalnya game berantem legendaris alias Tekken, Urbaners. Hasilnya benar-benar bikin kecewa para penonton. Menurut lo, apa sih penyebabnya nggak ada film yang bagus kalau asalnya dari video game? Padahal, cerita-cerita dari komik bisa dibikin jadi film yang keren. Kalau lo nggak punya jawabannya, simak artikel berikut ini.

 

Kehilangan Poin Permainannya

Coba deh lo tonton film Hitman, Urbaners. Memang sih di filmnya sudah coba membawa karakter si Agent 47 yang mirip, botak-botak dan kemampuannya oke gitu. Tapi sayangnya film ini kacau di materinya. Terlalu lebih banyak aksi, padahal Hitman punya latar belakang cerita dan momen-momen keren selain adegan berantem.

 

Kebanyakan Improvisasi

Ini bikin-bikin bertanya nih Urbaners. Apakah pas bikin cerita untuk filmnya, di tim nggak ada orang yang memang penggila game tersebut? Soalnya, film jadi malah kebanyakan improvisasi nggak penting, dan nggak sesuai sama sumber yang seharusnya. Penggemar Resident Evil pasti ngerasain banget hal ini. Pas nonton, berapa kali coba lo bergumam, “Lho kok jadi seperti ini?”

 

Nggak Dibuat Sama Filmmaker yang Kece

Serius loh Urbaners, film-film yang ceritanya berasal dari game itu biasanya dibuat sama filmmaker yang belum banyak pengalaman. Ya nggak usah maksa minta David Fincher atau Christopher Nolan juga, tapi setidaknya pembuat film yang benar-benar bertanggung jawab, gitu. Pasti nanti hasilnya bakal bagus.

 

Ngandelin Gimmick

Masalah lain yang bikin film dari game jelek adalah karena pembuatnya terlalu ngandelin gimmick. Gampangnya, mereka mengandalkan gimmick yang sudah diciptakan dari game yang mereka lansir, terus ujung-ujungnya nggak bisa membangun cerita yang kuat, baik secara narasi atau visual. Hasil akhirnya? Film jadi bosenin!

 

Kebanyakan Gaya

Yang terakhir dan paling utama, masalahnya adalah kebanyakan gaya. Bukannya ceritain soal kehidupan tokoh utama, malah lebih menonjolkan suasana saja. Film kan jadi garing juga kalau ceritanya nggak ada, Urbaners. Hollywood harus paham kalau film itu bukan cuma masalah visual, tapi juga cerita. Mentang-mentang punya genre noir, kan nggak berarti filmnya dibikin gelap-gelap saja terus hasilnya bagus.

Ya sudahlah Urbaners, lo coba masuk dalam cerita game lewat VR saja. Daripada sakit hati karena game kesukaan lo dirusak, kan?

 

 

 

Sumber: www.cinemablend.com