• Buzz
  • Unforgettable Things of Indonesia

Unforgettable Things of Indonesia

Tue, 24 March 2015

Indonesia, Indonesia, dengan segala keindahan dan kekayaan alam serta budayanya memang nggak ada duanya. Eksotis dan ngangenin, terutama kalo lo udah lama tinggal di luar negeri. Tapi lo belum tahu kan jika yang ngangenin itu berasal dari hal-hal kecil yang mungkin sering terlupakan, bukan Bali, Raja Ampat, atau Borobudur yang udah mendunia.  Percaya nggak Urbaners? Lets Check This Out.

 

Ojek Motor

Ini dia moda transportasi yang nggak bakal lo temuin di luar negeri. Lo bakal kangen saat-saat naik ojek di Indonesia karena berbagai sebab. Mungkin lo pernah naik ojek karena ingin menghindari macet, mobil lo mogok, dan masuk ke jalan-jalan kecil,. Tariiik bang.

Ayam Berkokok

Hidup di Indonesia, meskipun di kota-kota besar, ayam berkokok kadang masih bisa bangunin lo di pagi hari. Tapi apa mungkin lo denger ayam berkokok di pusat kota New York, Paris, atau Milan?

Sambal dan Kerupuk

Sejatinya banyak kuliner Indonesia yang pasti bikin lo kangen pas di luar negeri. Tapi dua additional dish ini bisa dibilang sangat sulit ditemukan di luar negeri. Keduanya yaitu sambel dan kerupuk. Di jamin lo nggak susah nemuin hidangan ayam atau ikan, plus nasi yang dilengkapi sambel  ijo, merah, atau terasi. Dan nggak bakal lo juga nemuin kerupuk di meja-meja, apalagi di-display dan gelantungan di restoran-restoran luar negeri.

Nongkrong

Bila lo berada di luar negeri, terutama di Eropa dan Amerika nongkrong di cafe mungkin sulit dilakukan karena kesibukan dan latar belakang budaya yang berbeda. Jadi jangan heran, kalo lo tiba-tiba kangen nongkrong rame-rame di cafe sama sobat-sobat lo di Indonesia, untuk sekedar ngobrol, becanda, dan nostalgia

Indonesian Smile

Di Indonesia, dengan orang yang belum kenal pun ketika lo melempar senyum, senyuman lo akan dibalas dengan keramah tamahan. Konon, hal ini sulit sekali ditemukan di luar negeri karena mereka terkesan cuek terhadap orang asing.  Hal ini menjadi salah satu hal yang membuat orang luar negeri kagum dan betah berada di Indonesia. 

 

 

Kuliner Indonesia Terlezat
Rendang adalah makanan terenak dunia versi CNN. Karena hal ini, rendang sudah banyak disajikan di restoran-restoran luar negeri. Hal ini juga berlaku untuk nasi goreng, yang menduduki peringkat dua makanan terlezat dunia versi situs www.top10magz.com.

Mereka Hanya Ada di Indonesia
Tukang tambal ban, permak jeans dan sol sepatu keliling, tukang jamu gendong, serta tukang pulsa adalah profesi-profesi yang nggak bakal lo temuin di luar negeri. Sungguh kaya ya negeri kita ini. 

Duta Budaya Dadakan
Banyak muncul “duta budaya dadakan” yang biasanya mempromosikan keunikan Indonesia secara sukarela untuk semakin mengharumkan nama Indonesia. Ini karena rasa cinta tanah air biasanya makin tumbuh saat tinggal di negeri orang.

6 Tokoh Ini Dapat Gelar Pahlawan Nasional 2019

Friday, November 22, 2019 - 13:15
Presiden Joko Widodo berdiri di depan foto-foto para Pahlawan Nasional.

Dalam rangka Hari Pahlawan 2019 yang jatuh pada tanggal 10 November, Presiden Joko Widodo memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada 6 tokoh. Hal ini dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 120 TK 2019 yang ditandatangani pada 7 November 2019. Gelar Pahlawan Nasional diberikan kepada ahli waris di Istana Negara, Jakarta Pusat.

 

Roehana Koeddoes

Sosok Roehana Koeddoes, memakai semacam bandana di kepala

Sepupu dari H. Agus Salim ini merupakan pendiri dari surat kabar Sunting Melayu. Sebelumnya, beliau menekuni bidang jurnalistik melalui surat kabar Poetri Hindia. Roehana Koeddoes memiliki keinginan agar wanita di daerahnya memiliki pengetahuan dan pengalaman lebih. Itulah kenapa jajaran direksi dan penulis di Sunting Melayu berasal dari kaum wanita.

 

A.A. Maramis

A.A Maramis berpose formal dengan mengenakan jas dan dasi kupu-kupu.

Sebagai Menteri Keuangan Indonesia yang kedua, A.A. Maramis berperan penting dalam perkembangan dan percetakan uang kertas yang pertama di Indonesia. Tanda tangan beliau bahkan tertera pada uang kertas tersebut. Nggak cuma itu, pria kelahiran 20 Juni 1897 ini juga merupakan anggota dari Panitia Lima yang dibentuk oleh Soeharto, presiden kedua Indonesia, untuk mendokumentasikan rumusan Pancasila.

 

Sarjito

Sardjito mengenakan jas berwarna hitam

Pria asal Magetan ini sangat berjasa dalam menciptakan vaksin untuk kolera, typus, dan disentri. Sarjito juga cukup aktif dalam organisasi Budi Utomo di Jakarta. Bersama dengan dokter Sanusmo, Prof. Sutarman, dan dokter Pudjodarmohusodo, Sarjito mendirikan Fakultas Kedokteran Republik Indonesia di Solo dan Klaten pada 5 Maret 1946. Saat ini, fakultas tersebut telah berkembang dan menjadi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

 

K.H. Masjkur

Ilustrasi sosok K.H. Masjkur, yang mengenakan kacamata dan pakaian berwarna cokelat.

Perjuangan K.H. Masjkur dalam kemerdekaan Indonesia dilakukan beliau dengan bergabung menjadi anggota Pembela Tanah Air (PETA). Selain itu, beliau juga mengumpulkan pemuda Islam dalam laskar khusus untuk ikut turun seiring perobekan bendera di Hotel Yamato, Surabaya. Laskar ini jugalah yang turut melawan tentara Inggris yang marah setelah Mayor Jenderal Mallaby tewas.

 

Abdul Kahar Mudzakkir

Ilustrasi sosok Abdul Kahar Mudzakkir, sedang memakai kacamata dan pakaian berwarna abu-abu.

Sempat menempuh pendidikan di Kairo, Mesir, Abdul Kahar Mudzakkir turut mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia di Timur Tengah. Melalui tulisan-tulisan di sejumlah surat kabar, pria asal Yogyakarta ini juga membawa nama Indonesia. Di samping itu, beliau juga terlibat dalam perumusan bentuk negara bersama sejumlah tokoh Islam.     

 

Sultan Himayatuddin

Gambar dari Sultan Himayatuddin, memiliki brewok, dan memakai semacam bandana.

Sultan Himayatuddin adalah seorang sultan dari kerajaan Buton, Sulawesi Tenggara. Beliau berperan dalam memutuskan untuk mengakhiri perjanjian antara Kesultanan Buton dan VOC. Bersama dengan rakyatnya, Sultan Himayatuddin merancang strategi di dalam hutan untuk melawan VOC. Perjuangan tersebut berhasil membuat VOC akhirnya keluar dari Buton.

 

Melalui caranya masing-masing, keenam sosok tersebut sudah berjasa dalam kemerdekaan Indonesia. Ikut senang rasanya melihat mereka mendapat gelar Pahlawan Nasional!