Home Buzz 4 Contoh dan Cara Memulai Bisnis Startup
4 Contoh dan Cara Memulai Bisnis Startup

4 Contoh dan Cara Memulai Bisnis Startup

Friday, August 11, 2017 - 17:48
Bagikan
Facebook Twitter Email

Apa sih yang muncul dalam pikiran lo saat mendengar kata startup? Akhir-akhir ini sepertinya banyak banget orang yang menjawab “startup” ketika ditanya tentang pekerjaan mereka. Melihat mereka yang sepertinya santai dan fleksibel banget dalam bekerja, lo pun jadi tertarik untuk bekerja di bidang yang sama. Belum lagi berbagai pemberitaan tentang startup yang mendapat pendanaan besar, menggeluti bisnis startup rasanya begitu menjanjikan.

Tentunya ada banyak hal yang lo lakukan sebagai cara memulai bisnis startup. Sebagai langkah awal, lo bisa belajar dari ulasan singkat berikut ini, Urbaners. Setidaknya cukup buat membekali diri lo sebelum benar-benar terjun seratus persen ke dunia startup.

 

Sebenarnya, Apa Sih Startup Itu?

culture

Merupakan serapan dari Bahasa Inggris, kata “startup” mengacu pada bisnis yang baru dirintis. Kalau menurut sumber informasi dari situs Wikipedia, startup adalah perusahaan yang belum lama beroperasi. Umumnya, perusahaan-perusahaan ini baru saja didirikan dan sedang berada dalam fase pengembangan. Namun, kini bisnis startup memang lebih identik dengan bisnis yang berhubungan dengan internet, web, dan teknologi. Dikutip dari situs Tech in Asia, berikut adalah beberapa karakteristik perusahaan startup yang bisa membantu lo untuk mengenalinya::

  • Usia perusahaan kurang dari 3 tahun
  • Jumlah pegawai kurang dari 20 orang
  • Masih dalam tahap berkembang
  • Pendapatan kurang dari US$100,000 per tahun
  • Umumnya beroperasi dalam bidang teknologi
  • Biasanya beroperasi melalui website

 

Perkembangan dan Potensi Startup di Indonesia

startup bisnis

Bisnis startup mulai muncul pada masa “dot-com”, tepatnya tahun 1990-an hingga 2000-an ketika banyak perusahaan dot-com didirikan secara bersamaan. Saat itu, internet memang baru berkembang dan banyak orang mulai meliriknya sebagai ladang bisnis. Dari sekian banyak startup yang berdiri, cuma sedikit yang berhasil bertahan. Termasuk di antaranya adalah Google dan Yahoo. Kegagalan dalam startup sebenarnya wajar banget terjadi, Urbaners. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, bahkan pernah bilang kalau dari 100 startup yang ada, kemungkinan cuma 2-5 di antaranya yang bakal jalan terus.

Tapi kenyataannya hal tersebut nggak menyurutkan banyak orang untuk mendirikan startup di Indonesia. Setiap tahun, jumlahnya bahkan terus mengalami peningkatan. Hingga kini, data menunjukkan bahwa ada sekitar 2000 pegiat startup di Indonesia, menjadikan kita sebagai negara dengan jumlah startup tertinggi di Asia Tenggara. Angka tersebut diprediksi bakal terus tumbuh hingga 5-6,5 kali lipat menjadi sekitar 13.000 pada tahun 2020 nanti.

Masa depan startup di Indonesia juga dipandang cukup cerah lho, Urbaners. Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Ricky Pesik, bahkan memandang startup sebagai duta investasi Indonesia ke luar negeri. Artinya startup bisa menjaring investasi dari luar negeri masuk ketanah air. Dengan jumlah demografi dan basis pengguna teknologi yang besar, Indonesia punya keistimewaan sendiri untuk bisa masuk ke radar utama perkembangan startup dunia. Lo punya kesempatan untuk menunjukkan keahlian lo melalui bisnis startup, Urbaners.

 

4 Cara Memulai Bisnis Startup dan Contohnya

startup ide

Dengan segala peluang dan prediksi masa depan yang cerah, bisnis startup memang menarik banget untuk ditekuni. Tapi, lo nggak bisa terjun begitu aja tanpa persiapan khusus. Setidaknya, coba bekali diri lo dulu dengan ilmu tentang cara memulai bisnis startup dan contoh bisnis startup berikut ini.

 

Mulai dari ide simpel, jangan ikut-ikutan tren

Untuk membangun bisnis startup, lo harus punya produk untuk dijual. Jangan cuma ikut-ikutan tren, apalagi mengikuti tren dari negara lain. Misalnya, di Amerika sekarang sedang tren 3D-Printing dan self-driving cars. Lo nggak perlu mengambil langkah sama karena Amerika jauh lebih maju dari Indonesia. Mulai aja dari ide yang simpel. Misalnya, selama ini lo kesulitan menemukan toko baju yang fashionable untuk pria berbadan besar. Lo bisa membuat situs online yang menjual kaus, kemeja, hingga jeans bergaya keren untuk pria berpostur tubuh besar.

 

Analisis target pasar

Sebelum melanjutkan bisnis, kenali betul target pasar yang bakal lo sasar untuk menjual produk fesyen lo. Selain berpostur tubuh besar, karakter apa lagi yang ada dalam diri target pasar lo? Pria usia berapa saja yang menjadi target pasar lo? Bagaimana kondisi ekonomi sosialnya? Apakah mereka bakal rela mengeluarkan uang dengan jumlah tertentu buat membeli produk lo?   

 

Susun timeline dan target bisnis startup

Lo nggak mungkin terus membangun bisnis startup tanpa target. Hal ini bakal membantu lo untuk bergerak sesuai timeline. Jadi, lo nggak cuma asal membangun bisnis. Lo punya tujuan yang hendak dicapai sehingga ketika suatu tujuan tercapai, lo bisa mengembangkan startup untuk mencapai tujuan lain yang targetnya lebih tinggi. Misalnya, lo punya target untuk mendapatkan 100 subscribers di situs fesyen pria dalam waktu enam bulan. Jika tercapai, maka target selanjutnya adalah menghasilkan penjualan dengan nilai tertentu.

 

Fokus, jangan setengah-setengah

Dalam berbisnis, lo nggak boleh setengah-setengah. Artinya, lo harus benar-benar sepenuh hati terjun untuk mengembangkan bisnis startup lo secara konsisten. Lo pasti bakal menemukan kendala. Ketekunan dan konsistensi ini yang bakal membantu lo untuk terus maju dan menghadapi berbagai kendala tersebut. Bekerja setengah-setengah nggak akan memberikan hasil yang lo inginkan.

 

Urbaners, lo juga perlu ingat bahwa dunia bisnis bergerak dinamis. Keinginan pasar bisa berubah. Oleh sebab itu, jangan menutup diri. Membangun bisnis startup bakal menuntut lo untuk bisa beradaptasi secara cepat. Good luck!

 

Sources: tekno.kompas.com, id.techinasia.com, kominfo.go.id, ekonomi.kompas.com, marketplus.co.id, startupbisnis.com