Kurangi Sampah Plastik, Ini Gelas Kemasan Ramah Lingkungan dari Kaia - MLDSPOT
  • Buzz
  • Kurangi Sampah Plastik, Ini Gelas Kemasan Ramah Lingkungan dari Kaia

Kurangi Sampah Plastik, Ini Gelas Kemasan Ramah Lingkungan dari Kaia

Sat, 13 April 2019
Kurangi Sampah Plastik, Ini Gelas Kemasan Ramah Lingkungan dari Kaia

Urbaners, nyadar nggak sih kalau penggunaan gelas plastik kita sehari-hari udah mencapai angka yang mengkhawatirkan? Mulai dari beli kopi susu, jus buah, sampai favorit, semuanya mengandalkan gelas plastik yang susah terurai. Akibatnya, sampah plastik yang berjibun ini bisa mencemari lingkungan dan laut lho, Urbaners!

Berdasarkan riset kecil-kecilan yang dilakukan oleh 4 mahasiswi ITB, per harinya, coffee shop kecil di area Bandung menghabiskan kira-kira 50-100 sedotan. Sedangkan restoran berskala medium biasanya menghabiskan 300 sedotan. Ini baru sampah berupa sedotan plastik, belum termasuk plastik bungkus sedotan, cups dan kantong plastik yang digunakan saat lo takeaway! Bisa bayangin kan seberapa banyak sampah plastik yang muncul dari aktivitas yang sangat basic?

Sadar akan hal ini, 4 mahasiswi tersebut mulai take action untuk mengubah gaya hidup masyarakat dan menciptakan Kaia, produk kemasan yang eco-friendly.

 

Dimulai dari Kesadaran Gaya Hidup Diri Sendiri

Dimulai dari Kesadaran Gaya Hidup Diri Sendiri

Menjamurnya cafe unik di Bandung yang nyaman untuk nongkrong ataupun mengerjakan tugas tentu menarik perhatian banyak orang, terutama para anak kuliah. Alhasil, Nadine, Dian, Kamilia, dan Faya pun sering nongkrong di cafe saat ingin mengerjakan tugas.

Suatu hari saat nongkrong, mahasiswi School of Business and Management ITB ini tersadar bahwa setiap harinya mereka sering banget menggunakan cups dan sedotan plastik. Padahal, meski hanya digunakan sebentar, sampah ini bisa bertahan di bumi hingga ratusan tahun dan malah menjadi salah satu penyebab kematian jutaan hewan di laut per tahunnya!

Setelah melakukan riset dan tahu bahwa keadaan polusi plastik di dunia sudah gawat dan Indonesia merupakan negara penghasil sampah plastik terbanyak nomor 2 di dunia, mereka pun semakin merasakan urgency untuk menjalankan project Kaia.

 

PLA Sebagai Pengganti Plastik

PLA Sebagai Pengganti Plastik

"Kita nggak bisa memaksa orang untuk nggak memakai sedotan ataupun membawa sedotan stainless sendiri. Makanya, cafe dan restoran punya peran penting dalam mengurangi jumlah sampah plastik," jelas Nadine saat mengungkapkan alasan Kaia mengincar cafe dan restoran sebagai target market-nya.

Meski banyak yang sadar akan masalah plastik, cafe dan restoran yang dikunjungi mengaku nggak bisa menyediakan sedotan stainless bagi pengunjung. Alasannya, selain harga yang lebih pricey dibandingkan plastik, kemungkinan sedotan itu hilang sangatlah tinggi. Concern akan masalah kebersihan dan penambahan tenaga kerja untuk mencuci sedotan juga menjadi faktor penting dalam hal ini.

Mengetahui preferensi market akan barang disposable, Kaia pun mencari alternatif pengganti sedotan dan cups plastik. Setelah mempertimbangkan berbagai alternatif seperti bahan kertas, rumput laut ataupun jelly, Kaia pun menemukan bahan PLA (Polyactic Acid) yang sangat mirip dengan plastik namun biodegradable dan compostable. Kalau lo pegang, bakalan sulit percaya deh kalau sedotan dan cups PLA Kaia itu bukan berbahan dasar plastik!

Terbuat dari bahan dasar pati jagung, PLA yang Kaia gunakan sangatlah aman untuk lingkungan dan dapat terurai setelah dikompos selama 3-6 bulan. PLA juga bisa meleleh jika terkena air panas bersuhu diatas 41 derajat Celcius. Saat terdegradasi, PLA akan berubah menjadi air atau karbondioksida.

Lo nggak perlu khawatir karena produk Kaia sudah tersertifikasi keamanannya. Bukan hanya aman dipakai, proses pembuatan produk PLA juga lebih eco-friendly karena tidak mengeluarkan asap dengan bahan yang mengandung polutan!

 

Kerja Sama dengan Cafe dan Restoran

Kerja Sama dengan Cafe dan Restoran

Sepak terjang Kaia mengajak cafe dan restoran untuk bekerjasama peduli lingkungan bukanlah hal yang mudah. Bahkan awalnya, dari 300-an cafe di Bandung yang mereka datangi untuk berkolaborasi, hanya 10 yang memberi respon. Upaya Kaia untuk mendekati coffee shop dan restoran besar pun sangatlah sulit karena biasanya mereka sudah memiliki regulasi yang ketat soal kemasan makanan dan minuman yang digunakan.

Mereka pun mengubah strategi dan mencoba membangun awareness dari media sosial akan produk Kaia. Setelah terus menjalankan kampanye peduli lingkungan serta memperkenalkan produknya, usaha mereka mulai membuahkan hasil. Beberapa direct message mulai berdatangan, menyatakan ketertarikan untuk menggunakan gelas ataupun sedotan Kaia yang ramah lingkungan.

Kini, sudah ada kira-kira 20 klien di bidang F&B yang bekerjasama dengan Kaia. Beberapa diantaranya adalah nama-nama yang pasti familiar buat lo, seperti Filosofi Kopi, Pigeonhole Coffee, Selatan Jakarta, Grand Hyatt Hotel dan juga Stuja Coffee milik Ayudia Bing Slamet dan Ditto.

Oiya, kerjasama antara Kaia dengan kliennya itu bukan hanya sebagai supplier sedotan dan cups yang sustainable saja, lho! Kaia juga akan mengedukasi klien mengenai cara mengelola dan melakukan kompos limbah PLA. Dengan begitu, industri F&B pelan-pelan bisa mengolah sendiri limbah ini agar nggak menambah tumpukan sampah yang mencemari lingkungan.

 

What’s the Next Step?

What’s the Next Step?

Berhasil menggaet beberapa klien untuk menggunakan produk sustainable milik mereka, Kaia nggak langsung berpuas hati. Sebagai brand pelopor produk PLA pertama di Jakarta dan Bandung, Kaia memiliki mimpi besar yang perlu diwujudkan, yaitu mengubah lifestyle dan menjadikan Indonesia salah satu negara yang melarang penggunaan plastik.

Tentunya, untuk mewujudkan mimpi tersebut, dibutuhkan kesadaran masyarakat akan bahaya polusi plastik dan dukungan dari para pemain di bidang F&B untuk mengubah produk disposable yang digunakan. Sambil bergerak memenuhi visinya, Kaia akan terus mengajak kerjasama dan meyakinkan cafe juga restoran untuk menambah value-nya dengan menggunakan produk eco-friendly. Selain itu, Kaia juga akan terus berinovasi untuk menambah varian produk lain yang lebih ramah lingkungan. Kaia juga berencana untuk menambah target market-nya ke hotel-hotel di Indonesia, karena mereka sudah lebih aware akan masalah lingkungan.

Selain memberi edukasi mengelola waste PLA kepada masyarakat dan klien, Kaia berencana untuk beroperasi sebagai waste management dan menampung waste PLA dari kliennya lalu mengelolanya hingga terdegradasi. Saat ini, Kaia sedang meminta dukungan Kementerian Lingkungan Hidup untuk produk dan movement yang ingin dijalankan. Sejauh ini, pihak Kementerian pun memberi respon positif dan bahkan meminta sampel agar produk Kaia bisa digunakan di kantornya.

“Kemarin kami dapat tawaran untuk kerjasama dari WWF saat bertemu di suatu acara. Mungkin saat nanti bekerjasama, kami akan ikutan campaign #BeliyangBaik karena produk Kaia sendiri juga baik untuk lingkungan”, ujar Dian, CEO Kaia.

Mewujudkan Indonesia yang bebas dari polusi plastik itu memang nggak mudah, Urbaners. Kaia sebagai salah satu brand environmentalist juga butuh dukungan lo untuk menyukseskan gerakan ini sama-sama. Bukan hanya dengan menggunakan produknya, Kaia berharap lo bisa mulai dari kebiasaan diri sendiri untuk mengurangi penggunaan plastik, seperti membawa botol minum dan tote bag saat berbelanja.

Kalau lo mau tau lebih banyak tentang campaign yang dilakukan Kaia dan info soal PLA, lo bisa langsung pantengin akun Instagramnya @kaia.eco. Lo juga bisa langsung hubungin Kaia kalau mau pakai produk Kaia di coffee shop milik lo. Tapi, kalau mau beli untuk pemakaian di rumah, bisa banget kok, Urbaners! Let’s be a part of this movement together!

Biar Bisnis Makin Laris: Ini 10 Font Keren untuk Logo Bisnis Lo!

Thu, 08 April 2021
Font Keren untuk Logo

Pastinya lo setuju, bro, font memiliki peran penting dalam menciptakan logo bisnis lo. Dengan menggunakan font keren, logo bisnis lo bakal lebih sedap dipandang. Kontennya pun akan lebih mudah dibaca dan dipahami.

Apakah lo lagi mendesain logo bisnis? Butuh font keren yang bisa bikin orang tertarik dan betah melihat konten-konten bisnis lo? Kebetulan sekali! Di artikel ini MLDSPOT bakalan bahas rekomendasi jenis font yang bisa lo gunain biar bisnis lo makin laris. Baca sampai tuntas ya, bro.

Rigatoni

Yang pertama adalah rigatoni, font yang didesain oleh Ale Paul ini cocok banget untuk digunakan dalam desain buku menu makanan restoran dan kemasan makanan. Bentuknya menampilkan kesan vintage. Well, mungkin lo sering melihat font ini pada desain buku menu restoran pasta.

Timberline

Font Keren untuk Logo

Credit image - fontshop  

Dengan tulisan tangan yang melengkung indah ini, membuat font Timberline terlihat sangat berkarakter, memberi kesan sebagai tempat yang sangat menyenangkan untuk bersantai. Font ini sangat cocok untuk bisnis kuliner dengan berbagai jenis tempat makan seperti; kedai burger, café, dan sebagainya.

Giaza Pro

Font ini memiliki karakter yang tampak tegas, namun nggak terlalu kaku, karena memiliki lekukan halus pada setiap hurufnya. Buat lo yang pengen memberi kesan ‘mewah’ dan elegan, Giaza Pro dapat menjadi pilihan font yang cocok bagi logo bisnis, bro.

Thirsty Soft

Font Keren untuk Logo

Credit image - fontspring.com

Font Thirsty Soft adalah font Thirsty Script yang bentuknya bulat dan terkesan lebih hangat dan vintage.

Kalo lo gunakan font ini dalam logo bisnis, bisa memberikan kesan, serta tempat yang nyaman untuk bersantai sambil ngemil dan minum kopi. Font ini sangat cocok untuk digunakan dalam desain menu makanan café dan kedai es krim.

Playfair Display

Font Playfair Display memiliki gaya klasik abad ke-18. Font ini diterbitkan oleh Claus Eggers Sørensen di Google Font pada tahun 2011. Font ini memiliki ciri khas, berupa garis kontras yang tinggi dengan menampilkan karakter gaya persuasive, sehingga terkesan vintage dan elegan. Cocok banget nih buat lo yang suka tampil mewah dan aesthetic, bro

Handwritten

Jenis font Handwritten sangat identik dengan model tulisan tangan latin bergaya klasik. Bentuknya juga bermacam-macam seperti dibuat menggunakan kuas atau spidol. Ukurannya pun ada yang tebal, tipis, tegak, miring dan lain sebagainya. Sangat cocok digunakan untuk memberikan kesan santai pada desain.

Slab Serif

Font Keren untuk Logo

Credit image - designer daily

Kalau lo menyukai varian font serif, maka slab serif adalah salah satu pilihan yang tepat. Huruf slab serif memiliki karakteristik yang simpel, jelas dan besar. Kesan yang ditampilkan cukup sederhana, namun membuat komponen desain di dalamnya tetap terlihat elegan. Cocok buat lo yang suka sesuatu simple, namun tetap terlihat istimewa.

Color Font

Tulisan tebal dengan warna-warna yang menarik selalu menjadi pilihan tersendiri bagi para desainer grafis dalam membuat karya-karya desainnya. Font jenis ini bisa lo gunakan untuk keperluan desain brosur, ataupun pembuatan gambar lain yang sifatnya ceria, dan menghibur.

Victorian Parlor

Font yang satu ini memiliki bentuk yang paling menarik, terdiri dari berbagai macam karakteristik tipografi, dan perpaduan yang klasik, juga unik membuatnya disukai oleh desainer grafis, bro. Karena bentuknya yang fleksibel, lo bisa menggunakan font ini untuk keperluan desain yang mengusung tema vintage dan tetap terlihat modern.

Brooklyn

Terakhir ada Brooklyn adalah jenis font yang cukup simpel, sederhana, terlihat bersih, dan teratur. Banyak orang menggunakan font ini untuk keperluan desain yang nggak terlalu rumit. Karakteristik dari huruf kapital yang nggak terlalu tinggi dan terdapat jarak pada setiap hurufnya.

Itulah 10 jenis font terbaik untuk bisnis yang bisa lo pakai. Beberapa font tersebut juga bisa lo gunakan untuk desain kemasan produk yang menarik, desain banner yang kreatif, hingga membuat desain logo menggunakan font keren seperti di atas.

 

Feauture image - blogfonts.com