• Buzz
  • Met Gala 2018, Ketika Semua Orang Berubah Menjadi Malaikat

Met Gala 2018, Ketika Semua Orang Berubah Menjadi Malaikat

Thu, 10 May 2018

Tema Met Gala 2018 ini cukup unik, yaitu Heavenly Bodies: Fashion and the Catholic Imagination. Dari temanya udah jelas, Urbaners, para tamu undangan dari kalangan selebritis akan datang menggunakan pakaian yang bertemakan malaikat. Bahkan Katy Perry datang ke Met Gala 2018 dengan dua sayap berwarna putih besar. Udah bisa dipastikan, Katy Perry bakal sulit untuk berjalan. Tetapi mengapa banyak orang sangat antusias dengan acara Met Gala dan mengapa banyak selebritis yang datang?

Tentang Met Gala

Met Gala yang mempunyai nama resmi Costume Institute Gala merupakan acara penggalangan dana untuk Costume Institute Metropolitan Museum of Arts di New York City. Pada awalnya, acara Met Gala ini hanya dihadiri oleh kalangan pejabat, orang kaya, dan hanya beberapa yang dari selebritis. Namun, sejak tahun 1999, Met Gala difokuskan kepada para selebritis yang sedang naik daun. Mereka datang ke acara dengan satu tujuan, yaitu untuk penggalangan dana ke kampus Costume Institute.

Nggak semua bisa datang ke acara red carpet Met Gala

Sebenarnya rangkaian acara Met Gala 2018 merupakan acara pembuka dari eksibisi yang dilakukan selama kurang lebih 2-3 bulan. Jadi, wajar banyak media dan masyarakat dunia berfokus kepada acara Met Gala, khususnya pada bagian red carpet. Banyak selebritis undangan yang datang dengan pakaian sesuai tema dan melewati red carpet. Di sana mereka langsung menunjukkan pakaian terbaik dari desainer terkenal dunia.

Nah, untuk masuk ke Met Gala 2018, lo harus merogoh kocek 30 ribu dolar dan untuk memesan meja lo harus mengeluarkan uang 275 ribu dolar. Menurut forbes, tahun lalu Met Gala 2017 menghasilkan donasi 13 juta dolar!

Tema Met Gala 2018

Seperti dijelaskan di awal, dengan tema Heavenly Bodies: Fashion and the Catholic Imaginations, banyak selebritis yang memakai pakaian layaknya malaikat. Selain Katy Perry yang datang dengan kostum malaikat, Rihanna malah menggunakan pakaian mirip Paus. Dilansir dari nytimes.com, Vatican ternyata nggak masalah dengan tema Met Gala 2018. Mereka malah mendukung tema tersebut karena Katolik bisa diterima oleh masyarakat luas.

Agak unik emang jika melihat pakaian para selebritis yang datang ke Met Gala 2018. Bagaimana kalau menurut lo, Urbaners?

Source: nytimes.com

Oscar Didominasi oleh Pria Hanya Mitos Belaka

Thursday, February 20, 2020 - 14:36
Jim Burke, Charles B. Wessler, Nick Vallelonga, Peter Farrelly, dan Brian Currie dengan bahagia merayakan atas kemenangan mereka pada Academy Awards 2019

Penyelenggaraan Oscar tiap tahun memang tak pernah luput dari kontroversi. Jika diperhatikan, Academy Award pernah beberapa kali dituding selalu memberi privilege kepada kalangan tertentu. Tapi ternyata, slogan tersebut hanyalah mitos belaka, Urbaners. Faktanya, semakin banyak wanita yang berhasil memenangkan Oscar.

Misalnya untuk kategori sutradara terbaik, kini sudah ada lima wanita yang pernah masuk dalam daftar nominasi. Meskipun masih ada mitos pria lebih mendominasi, kenyataannya wanita juga mulai menunjukkan taringnya dalam Oscar kali ini.

Adanya Anggapan Gender Gap

Jim Burke, Charles B. Wessler, Nick Vallelonga, Peter Farrelly, dan Brian Currie dengan bahagia merayakan atas kemenangan mereka pada Academy Awards 2019

Banyak kalangan mempercayai bahwa masih terdapat diskriminasi gender pada hampir setiap gelaran Oscar. Ini bisa dilihat dari persentase peraih penghargaan tiap tahunnya. Adanya gender gap ini membuat banyak seniman wanita enggan untuk menyerahkan karyanya kepada panitia. Sutradara Georgio Yukiko Donovan misalnya, menyebut bahwa ada kemungkinan banyak seniman wanita yang ‘kalah sebelum berperang’, karena mereka tahu siapa yang akan menjadi pemenangnya.

Dengan kata lain, seniman wanita banyak yang memilih untuk nggak terlibat, karena ini berhubungan dengan biaya produksi yang nggak murah. Namun kenyataannya, Rachel Morrison berhasil menjadi wanita pertama yang masuk dalam nominasi Sinematografi terbaik. Dia nggak menyangka bisa masuk dalam daftar nominasi. Morrison sempat berkecil hati untuk masuk ke dalam nominasi, karena ia adalah seorang wanita. Tapi fakta bahwa dia dinominasikan berhasil mematahkan mitos tersebut.

 

Proses Pemilihan dan Penilaian

 

Menurut The Hollywood Reporter, tiap tahunnya, ada ribuan pemilih yang dilibatkan dalam menentukan siapa saja pemenang penghargaan. Setelah muncul tagar #oscarsowhite beberapa tahun lalu, panitia menambah jumlah pemilih dari 2.000 menjadi 8.000 orang. Saat ini, sudah ada 28% pemilih wanita yang dilibatkan, sebuah peningkatan yang cukup membanggakan.

Selain itu, Oscar juga berusaha semakin melibatkan selain keturunan kulit putih. Tahun ini, ada sebesar 13% dari total pemilih yang memiliki latar belakang Asia dan berkulit hitam.

Data Dominasi Pemenang Pria di Oscar 2020

Meskipun dari total 193 penerima nominasi Academy Awards tahun ini, 70% diantaranya adalah pria. Namun jika dilihat dari kategori individual, persentase nominee wanita pada empat kategori sudah mencapai 20%. Meskipun begitu, nggak selamanya dominasi pria terjadi. Misalnya di kategori Best Costume Design, Best Animated Short Film, dan Best Documentary Short Film. Pada tiga kategori itu, jumlah nominee pria dan wanita setara, meski cenderung lebih banyak wanita.

Menurut lo, apakah Oscar akan semakin melibatkan wanita dalam penghargaannya?

Source: Antaranews, BBC, The Guardian, DW.com.