• Buzz
  • RURUshop: Wadah Usaha Para Seniman Favorit

RURUshop: Wadah Usaha Para Seniman Favorit

Thu, 16 May 2019
RURUshop: Wadah Usaha Para Seniman Favorit

Setelah berumur hampir dua dekade, nama Ruang Rupa tentu sudah nggak asing lagi di telinga banyak orang, terutama para Urbaners yang aktif bergelut di bidang seni. Didirikan sejak tahun 2000 silam, Ruang Rupa merupakan organisasi nirlaba yang berkontribusi dalam dunia seni kontemporer Indonesia. Nggak melulu soal pameran, Ruang Rupa juga aktif untuk mengadakan festival, laboratorium seni rupa, lokakarya, penelitian, penerbitan buku, majalah, jurnal online, hingga usaha.

Sebagai salah satu bagian dari Divisi Unit Usaha ruangrupa, RURUshop hadir sebagai wadah untuk mendukung penjualan berbagai produk kreatif dan edukatif. Di sisi lain, RURUshop menciptakan lahan bagi para penikmat produk artistik dengan harga terjangkau. RURUshop membuka toko di Jagakarsa untuk memanjakan para pecinta seni, dan terus berdenyut sebagai bagian dari ruangrupa itu sendiri.

 

Lahirnya RURUshop sebagai Bagian dari ruangrupa

Up and Down Moments dan Upcoming Gigs!

Dengan tujuan menjadi lebih mandiri secara finansial di masa depan, Divisi Unit Usaha ruangrupa mulai dibentuk. Divisi bernama RURU Corps ini nggak lain adalah unit usaha yang bertugas mengerjakan berbagai proyek komersial. “Didirikan pada tahun 2011, RURUshop menjadi salah satu strategi kerja ekonomi kolektif seni dan wadah untuk menyampaikan gagasan artistik,” jelas Shellda, manager RURUShop.

Awalnya, RURUshop dikelola oleh Ayu Dila Martina dan Denny Darmawan. Sementara Ayu Dila Martina berprofesi sebagai seniman dan fashion designer, saat itu Denny Darmawan tercatat sebagai “pekerja sigap calon pebisnis besar”. Saling bahu-membahu, Ayu dan Denny sering mengajak seniman dan musisi untuk berkolaborasi dan menciptakan berbagai produk artistik. Saat ini, Shellda menjabat sebagai manager RURUshop yang bertanggung jawab untuk operasional toko, menggantikan posisi Ayu Dila Martina sebelumnya.

Berbagai produk yang memiliki nilai edukatif tertata rapi di toko RURUshop dan dijual dengan harga terjangkau. Buat lo yang pingin liat sendiri koleksi artsy mereka, coba aja mampir ke RURUshop Jalan Durian Raya No.30A Jagakarsa, Jakarta Selatan, Urbaners! Jam operasinya adalah hari Senin sampai Sabtu pukul 13.00-21.00.

 

Wadah Usaha untuk Para Seniman

Wadah Usaha untuk Para Seniman

Selama kurang lebih delapan tahun berjalan, seniman yang pernah bekerja sama dengan RURUshop sudah nggak terhitung jumlahnya. “Semua seniman dipersilakan membuat produk masing-masing, urusan menjual karya biar kami yang jadi ahlinya”, ungkap Shellda.

Walau berganti manager, RURUshop tetap menjalankan misinya untuk menjadi wadah usaha para seniman Indonesia. Selain itu, RURUshop juga merilis produk eksklusif dari para seniman yang sebelumnya telah dikurasi lebih dulu. Well, nggak ada persyaratan khusus untuk “berjualan” di RURUshop. Produk yang terpampang biasanya memiliki sifat unik, as simple as that. Limited edition alias terbatas, nyentrik alias eye catching, sehingga layak untuk dikoleksi para penikmatnya.

Untuk bentuk produknya sendiri jelas bermacam-macam. Mulai dari apparel product seperti t-shirt, kaos kaki, berbagai bentuk aksesori, dan tote bag dengan desain yang kece. RURUshop juga menjual buku serius tapi asyik, novel, novel grafik, komik, hingga zine dari visual artist favorit Urbaners!

Nah, saat berkunjung ke RURUshop, Urbaners bisa langsung melihat berbagai produk yang nggak mengecewakan. Dengan terbatasnya jumlah produk yang ditawarkan, kesan eksklusif di setiap koleksi yang ada memang nggak bisa dihilangkan dari RURUshop. Yes, belum tentu lho Urbaners bisa mendapatkan produk yang sama di kemudian hari. Siapa cepat dia dapat!

 

Up and Down Moments dan Upcoming Gigs!

Up and Down Moments dan Upcoming Gigs!

Walau belum genap dua tahun berjalan bersama RURUshop, Shellda sudah bisa menceritakan up and down moments yang pernah terjadi. “Kita sebut terkaya dan termiskin mungkin, ya? Kalau momen terkaya biasanya di bulan-bulan event dan festival,” jelas Shellda sembari bercanda. Dengan banyaknya event dan festival yang berlangsung, otomatis dana yang masuk juga bertambah dan bisa disebut sebagai musim panen. Nah, untuk momen paling down sendiri, Shellda mengaku merasakannya saat ruangrupa memutuskan pindah lokasi.

Proses pindah yang menyita banyak waktu sempat membuat kegiatan jual beli terhambat. Nggak ada ruang, belum bisa melapak, otomatis aliran dana juga terhambat begitu saja. Sebelum menempati salah satu pojok GUDSKUL di Jalan Durian Raya, perlu diketahui bahwa RURUshop beberapa kali mengalami perubahan tempat. Tetapi, walau sempat terhambat, bukan berarti wadah usaha para seniman ini menyerah dan berhenti melakukan aktivitasnya.

Nah, untuk upcoming gigs-nya sendiri, Shellda berharap para pengunjung setia dan Urbaners bersedia menunggu launching produk yang akan datang. Kegiatan yang paling dekat dan rutin diadakan adalah Paserba Tumpah Ruah. Pasar serba ada yang dikelola oleh RURUshop dan divisi ruangrupa lainnya ini kerap digelar di awal bulan. Urbaners bisa menikmati serunya hunting produk pilihan unik dengan harga super terjangkau. Sesuai namanya, harga produk yang dijual di Paserba Tumpah Ruah memang nggak boleh lebih dari Rp300.000. Siapa bilang koleksi produk seniman harus mahal?

Wah, kira-kira apa nih barang incaran lo saat berkunjung ke RURUshop? Yuk mulai beli karya seni anak bangsa, Urbaners!

Kontribusi Besar Masyarakat Indonesia di Tengah Pandemi

Fri, 29 May 2020
Tampak seorang yang mengenakan APD dan masker N95 kelelahan sambil menggaruk kepala

Selain menghilangkan rasa bosan #MumpungLagiDirumah jika nggak perlu-perlu sekali keluar rumah, sebagian besar masyarakat Indonesia juga ikut aktif berkontribusi di tengah pandemi. Saling bahu-membahu membantu menghadapi situasi terkini. Mulai dari menggalang donasi untuk pekerja harian yang terdampak COVID-19 hingga mendonasikan APD serta masker bagi tenaga medis.

 

Galang Donasi untuk APD bagi Tenaga Medis

Seorang tenaga medis mengenakan APD lengkap

Menggalang donasi untuk membantu penanganan penyebaran COVID-19 ini nggak cuma dilakukan oleh selebritis dan selebgram saja. Masyarakat umum juga ikut berpartisipasi aktif di sini. Melalui banyak gerakan baik yang dirintis instansi sosial maupun gerakan swadaya, akhirnya berhasil dikerahkan untuk prioritas kebutuhan di awal pandemi lalu, yakni APD dan masker bagi tenaga medis.

Gerakan ini menjaring massa yang cukup besar, sebut saja Jogja Lawan Corona yang bekerja sama dengan MamaJahit, lalu Sama Sama Kita Bisa yang diusung oleh komunitas kopi untuk mendukung para tenaga medis dalam bekerja agar bisa terus dalam kondisi prima. Belum lagi banyak gerakan lain yang juga hadir di beberapa daerah untuk menyokong kebutuhan medis daerah mereka.

 

Masker Kain Produksi Rumahan

Proses pembuatan masker kain produksi rumahan

Kontribusi besar lainnya yang juga nggak bisa diabaikan begitu saja dan pasti lo juga tahu berita yang satu ini, yakni bagaimana masyarakat ikut memproduksi masker kain rumahan. Dibuat dengan bahan kain, beberapa dijual dengan harga sangat murah, beberapa lainnya bahkan dibagikan secara cuma-cuma bagi para pekerja yang masih harus beraktivitas di luar rumah selama pandemi ini berlangsung.

Ini jadi respon positif atas kondisi kelangkaan masker yang sempat terjadi beberapa waktu lalu dikarenakan penimbunan oleh pihak yang nggak bertanggung-jawab dan kebutuhannya yang semakin meningkat kemudian. Beberapa komunitas menjahit seperti MamaJahit tadi juga ikut berkontribusi dalam produksi masker kain ini.

 

Berbagi Sembako bagi yang Membutuhkan

Aksi terakhir ini bisa jadi lo sudah sering lihat di beberapa video yang tersebar di YouTube atau sosial media lain, di mana beberapa masyarakat yang memiliki penghasilan lebih bergotong-royong membeli sembako dalam jumlah banyak. Sembako-sembako ini yang akhirnya disumbangkan ke mereka yang membutuhkan.

Nggak sedikit juga anak-anak muda yang ikut berperan aktif dalam aksi-aksi kontributif untuk saling tolong menolong di saat-saat yang sulit seperti ini. Ini jadi ciri khas gotong royong Indonesia yang harus diapresiasi dan dibudayakan turun temurun. Tanda bahwa kita masih memiliki simpati untuk berjuang bersama mengatasi pandemi.

Buat lo yang juga ingin berpartisipasi ikut berkontribusi berarti selama pandemi ini berlangsung, jangan tunggu lagi, Bro. Lo bisa cari tahu gerakan kontribusi yang sedang dilakukan di sekitar area lo sekarang. Ingat, bantuan nggak melulu uang, lo bisa membantu dan berkontribusi dengan cara yang paling mampu lo lakukan.

 

Sources: Kompas, The Conversation, CNBC Indonesia