• Fashion
  • Tiga Jam Tangan dengan Military Look

Tiga Jam Tangan dengan Military Look

Fri, 16 June 2017

Fashion pria cenderung lebih santai dibandingkan wanita. Jam tangan menjadi salah satu aksesoris pilihan pria untuk tampil keren. Supaya tampil fashionable dan kekinian, maka jam tangan yang dipilih pun kerap disesuaikan dengan tren mode dunia.

Military look, tren fashion item yang masih banyak dilirik pria. Untuk tampilan terkesan gagah dan berani, para pria fashionable ini tak ragu-ragu memilih desain jam tangan militer. A strong fashion statement mampu meningkatkan kepercayaan diri si pemakai. Meski dibuat khusus menyesuaikan aktivitas tentara, jam tangan militer ini masih cocok untuk Urbaners yang beraktivitas baik di kantoran atau di outdoor. Berikut rekomendasi tiga merek jam tangan militer untuk Urbaners:

 

Luminox Navy Seal Colormark 3050 Series

Nama Navy Seal dipilih karena jam tangan ini dibuat atas kerja sama dengan Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy Seal). Jam tangan ini pertama kali digunakan oleh Navy SEAL pada tahun 1994. Beberapa fitur canggih yang menyertai seri ini di antaranya terbuat dari material carbon reinforced polycarbonate, memiliki crown double-security gasket, tahan air hingga kedalaman 200 meter, serta mempunyai bobot yang ringan, yaitu hanya 56 gram. Seperti dikutip dari hargaini.com, harga Jam Luminox Navy Seal Colormark 3050 Series dibanderol Rp 10.500.000

 

Casio G-Shock Timer Alarm Chronograph

Casio populer sebagai produsen jam tangan dengan berbagai seri seperti Baby-G, Pro Trek, Edifice, Wave Ceptor dan G-Shock. Tak mau ketinggalan Casio meluncurkan jam tangan seri militer G-Shock Timer Alarm Chronograph. Dengan alarm Chronograph, timer, jam tangan outdoor digital ini klasik dirancang untuk menahan kerasnya penggunaan aktifitas outdoor sehari-hari. Fungsi lainnya, jam ini untuk penghitung waktu mundur saat operasi rahasia dan memiliki fitur LED backlight ketika penerangan buruk.

 

IWC Pilot’s Watch Mark XVIII Top Gun Miramar

IWC sukses memperkenalkan Top Gun Miramar dengan desain bernuansa militer angkatan udara. Merek ini banyak dipakai pilot sebagai aksesoris mereka. Pilot's Watch Mark XVIII koleksi baru Top Gun Miramar yang dibuat untuk tahan terhadap medan magnetik karena dilapisi oleh soft-iron cage. Tampilan Mark XVIII lebih simple dibandingkan jam tangan militer lainnya. Harga dibanderol US$4.250.

 

 

Source: Kompas.com

5 Lini Brand Lokal Ikut Produksi Masker di Tengah Pandemi

Thu, 28 May 2020
Seorang pria memakai masker kain

Di tengah pandemi, masker jadi salah satu bagian dari apparel wajib yang harus lo kenakan saat bepergian. Karena kebutuhan masker semakin meningkat, nggak heran kalau pasar beralih pada masker kain. Bahkan, beberapa lini brand lokal pun ikut memproduksi masker kain. #MumpungLagiDirumah saja, lo perlu menyediakan masker kain untuk bepergian. Ini beberapa pilihannya.

 

Tenue de Attire

Tampilan masker kain buatan Tenue de Attire

Brand lokal Tenue de Attire juga ikut berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah dan membantu masyarakat tetap beraktivitas sambil menjaga kondisi kesehatannya. Itu sebabnya Tenue de Attire juga ikut memproduksi masker kain.

Masker kain buatan brand yang satu ini masuk ke dalam Contour collection milik mereka, identik dengan motif one-line face sketch yang terkesan artsy. Jadi, setiap pembelian kemeja Contour collection, lo berhak mendapatkan free Contour Masque. Tetapi, lo juga bisa membeli Contour Masque ini dengan harga ritel.

 

Monstore

Tampilan masker kain dari Monstore

Buat lo yang lebih suka menggunakan masker kain dengan warna-warna polos dan gelap, lo bisa coba masker kain dari brand lokal ini. Monstore memproduksi masker kain dengan pilihan warna monokrom yang cocok lo padu-padankan dengan outfit apapun saat harus keluar rumah untuk kepentingan tertentu.

Menggunakan bahan yang terbuat dari katun, lo bisa memakai masker kain buatan Monstore sampai beberapa kali. Desainnya pun nggak begitu ramai dan yang paling penting tentu saja aman serta dapat melindungi lo selama sedang beraktivitas di luar rumah.

 

Humblezing

Tampilan masker kain buatan Humblezing

Kalau biasanya lo terbiasa melihat brand Humblezing yang memadukan gaya outdoor dengan city wear, sekarang juga bisa dilihat dari produksi masker kain mereka. Berbeda dengan brand lainnya, Humblezing menjual satu set masker kain yang berisikan sebuah masker 3D, hand sanitizer spray, dan tas kecil untuk menaruh botol hand sanitizer tersebut.

 

Tentunya Humblezing tetap ingin para pelanggan mereka untuk stylish di tengah pandemi ini. Didominasi warna hitam, dijamin lo akan tetap tampil beken selama memakai masker 3D Humblezing ini. Lengkap juga dengan adjustable string dan lapisan anti dew pada masker, sehingga pemakaiannya juga lebih nyaman

 

Shining Bright

Tampilan salah satu masker kain buatan Shining Bright

Brand pakaian yang dikepalai Tarra Budiman ini ternyata juga ikut memproduksi masker kain. Nggak hanya itu, Shining Bright juga bekerja sama bersama Hari Merdeka dan skateboarder Satria Virjie untuk membentuk gerakan kemanusiaan Leap of Faith. Kolaborasi ini mencakup paket kaus, masker kain, dan stiker, setiap keuntungan yang didapat pun akan didonasikan dalam bentuk APD dan masker ke seluruh Indonesia.

Desain masker kain keluaran Shining Bright cukup simple, tetapi terlihat sangat maskulin dan keren. Dengan warna full black, lo akan merasa nyaman memakai masker kain tersebut. Lo bisa memesan masker kain ini melalui toko Shining Bright di e-Commerce atau lewat WhatsApp.

 

Okainku

Jenis motif masker kain keluaran brand Okainku dengan warna biru, merah, dan hitam

Brand lokal terakhir yang juga mengambil kesempatan untuk ikut berkontribusi memproduksi masker kain adalah Okainku. Lo bisa beli masker kain Okainku dari store mereka langsung dengan pemesanan online atau lewat beberapa aplikasi e-Commerce. Motif serta desain yang dimiliki masker kain Okainku ini Indonesia banget, Bro.

Dengan lo membeli masker di sini, lo secara nggak langsung sudah berdonasi ke Tangan untuk Indonesia. Donasi ini nantinya akan disalurkan untuk Sekolah Relawan.

 

 

 

Sources: Casa Indonesia, MSN, Nusa Daily