• Food
  • 4 Tips Jitu Dalam Cara Membuat Steak Daging dan Saus Steak

4 Tips Jitu Dalam Cara Membuat Steak Daging dan Saus Steak

Wed, 30 August 2017
Cara Membuat Steak Daging dan Saus Steak

Urbaners, apakah ada di antara kamu yang doyan makan steak? Kalau iya, urbaners pasti tahu betapa susahnya memasak steak dengan tingkat kematangan yang kamu harapkan. Tenang saja, beberapa tips berikut ini bakal menolongmu untuk membuat steak yang numero uno! Tidak tanggung-tanggung, tips dan cara membuat steak yang bakal kamu baca ini berasal dari para celebrity chef yang namanya mungkin udah sering kamu dengar di berbagai media massa.

 

Cara Membuat Steak Daging & Sausnya

Cara Membuat Steak Daging dan Saus Steak

Yang pertama adalah dari Alton Brown. Salah satu menu andalan Alton Brown adalah pan-seared rib eyes. Ketika memasaknya, ia membawa steak ke suhu ruangan agar lebih cepat matang. Sebelumnya, cara membuat steak daging ala Brown ini dimulai dengan memanaskan wajan besi di dalam oven bersuhu lima ratus derajat celcius. Baru setelah itu ia memasak steak di atas wajan tersebut sebelum akhirnya dimasukkan ke oven. Proses pemanasan wajan besi tersebut dapat mempercepat proses memasak sekaligus meratakan panas pada seluruh steak.

Berikutnya ada Ree Drumond. Salah satu postingan blog Drummond berjudul How to Cook a Steak pernah menjadi viral di dunia maya. Tidak mengherankan, karena tips memasak steak ala Drummond benar-benar sederhana sehingga mudah diterapkan. Pada seluruh resep steak-nya, Drummond tidak pernah melewatkan tiga bahan utama, yakni garam dari Lawry, McCormick Lemon Pepper, dan salted butter. Sebelum memasak steak di atas wajan, ia selalu melumurinya dengan salted butter terlebih dahulu.

Selanjutnya ada tips dari Chrissy Teigen. Pada buku resepnya yang berjudul Cravings, Teigen mengaku bahwa ia termasuk dalam golongan “tradisional” ketika memasak steak, namun pikirannya berubah gara-gara sang suami, John Legend. Agar mendapatkan tekstur steak yang juicy, Teigen selalu merendam dagingnya di dalam campuran kecap dan bawang putih selama delapan jam. Tidak cuma itu, proses perendaman tersebut dapat menciptakan rasa sedap yang benar-benar meresap pada daging steak.

Ada pula dari Tom Colicchio. Salah satu ciri-ciri dari steak enak adalah kematangannya yang merata pada seluruh sisi daging. Colicchio pun merekomendasikan urbaners untuk memasak setiap sisi daging steak selama tiga hingga empat menit. Pada suatu wawancara, ia juga berkata bahwa ketika memasak steak, kualitas lebih penting daripada kuantitas. Percuma saja kalau kamu punya daging steak berukuran besar namun kualitasnya sama sekali tidak segar. Hasil akhir memasak steak pun pasti juga tidak bakal enak.

 

Jenis Daging Untuk Steak

Sebelum mengetahui cara membuat steak daging yang lezat, mari kenali terlebih dulu jenis daging yang biasa dimasak steak. Karena tidak semua bagian daging sapi bisa dimasak menjadi steak yang enak.

  • Sirloin

    Jenis steak yang satu ini bisa kamu temukan di warung steak kaki lima atau restoran bintang lima. Daging luar ini berada di punggung luar, tepatnya di dekat paha belakang. Sirloin memiiliki sedikit lapisan lemak yang menempel pada satu sisi atau seluruh bagian daging.

  • Tenderloin

    Kalau sirloin berada di punggung luar, tenderloin ini berada di punggung bagian dalam. Tenderloin terletak di antara sirloin dan rusuk. Tekstur daging ini tidak berotot dan berlemak sehingga lebih empuk.

  • Rib eye

    Yang satu ini merupakan bagian daging sapi yang paling enak dibuat steak. Rib eye adalah daging di bagian punggung dalam yang di tengah-tengahnya terdapat lemak. Jadi, rasa rib eye ini lebih juicy dan gurih.

  • T-Bone

    Jika kamu membeli bagian daging sapi T-Bone, maka kamu akan mendapatkan bagian punggung dalam sampai bawah berserta tulang punggungnya. Lemaknya terdapat di bagian atas daging.

  • Filet mignon

    Dari keempat jenis daging yang sudah dijelaskan sebelumnya, filet mignon ini adalah bagian daging sapi yang paling mahal. Pasalnya, tekstur daging ini lembut dan lebih ramping. Bagian ini berasal dari bagian tenderloin yang paling lembut.

 

Macam-macam Saus dan Cara Membuat Saus Steak

Steak yang enak tidak hanya tergantung pada dagingnya dan cara memasaknya saja. Cara membuat saus steak juga harus kamu perhatikan. Nah, kalau kamu ingin membuat steak sendiri di rumah, kamu juga perlu membuat sausnya. Ada beberapa saus untuk steak yang bisa urbaners buat. Yang pertama adalah saus barbeque yang merupakan saus steak yang sangat populer. Saus yang terbuat dari pasta tomat ini tidak sulit untuk urbaners buat sendiri. Kemudian ada pula saus black pepper yang merupakan saus yang sesuai bagi urbaners yang suka pedas. Saus ini sudah ada sejak tahun 1840 dan berasal dari Eropa dan memiliki bahan dasar dari lada hitam.

Lalu, ada pula saus mushroom yang berbahan dasar jamur yang dicampur dengan butter, krim, garam, lada dan beragam rempah lainnya. Saus yang sudah ada sejak tahun 1864 ini biasanya menggunakan jamur champignon. Selanjutnya ada pula saus bearnaise yang berasal dari Prancis. Saus yang dijuluki sebagai saus romantis di Prancis dibuat dengan campuran butter, kuning telur, cuka dan campuran rempah lain.

Nah, cara membuat steak daging dan saus ala rumahan ini sangat mudah, bukan? Kamu bisa langsung mempraktekkan cara ini di rumah. Makan steak enak nggak harus di tempat mahal kok! Karena kamu bisa membuatnya sendiri di rumah.

 

Sources:
vemale.com/tips-dapur/46476-tips-bikin-steak-daging-empuk-cuma-pakai-wajan-anti-lengket.html
lifestyle.liputan6.com/read/2571108/resep-steak-rumahan-ala-restoran-yang-praktis-dan-lezat
viva.co.id/gaya-hidup/kuliner/475017-trik-agar-daging-steak-empuk

Filosofi Sosok Muhammad Aga dalam Meracik Secangkir Kopi

Tue, 07 July 2020
Muhammad Aga sedang memegang secangkir kopi

Kopi sudah jadi minuman wajib orang Indonesia. Mungkin lo juga salah satu tipe orang yang nggak bisa senyum sebelum menenggak secangkir kopi di pagi hari. Dalam dunia kopi, nama Muhammad Aga sudah nggak asing lagi di telinga, apalagi di mata. Nggak heran Bro, Aga sendiri sudah lama berkiprah sebagai barista dan pernah membintangi film “Filosofi Kopi”. Ayo kenalan dengan Muhammad Aga dan tentang filosofinya dalam mencintai kopi #MumpungLagiDirumah.

 

Dari Musik ke Biji Kopi

Muhammad Aga mengenakan setelan jas hitam dengan topi hitam

Siapa yang sangka kalau barista unggulan Indonesia ini lulusan jurusan musik di Institut Kesenian Jakarta? Sebelum akhirnya jatuh cinta dengan dunia barista, Aga benar-benar fokus dalam mengembangkan karir band Rockabilly miliknya, bahkan sudah beberapa kali manggung di luar Jakarta. Justru dari komitmennya dalam menghidupi band tersebut, Aga akhirnya bekerja paruh waktu sebagai barista di Dante Coffee Kelapa Gading.

Sepanjang tahun 2009 hingga 2012, Aga semakin mendalami teknik meracik kopi. Dimulai dengan belajar secara otodidak lewat internet, komunitas, dan workshop. Walau sekarang sibuk mengelola kedai kopi S.M.I.T.H dan Harapan Djaya, tetap saja Aga masih suka jamming session dengan teman-temanya, Bro.

 

Pentingnya Koneksi

Muhammad Aga sedang melakukan latte art dengan teknik pouring

Kalau lo bingung bagaimana caranya seorang barista bisa jadi eksis seperti Aga dan sampai masuk ke layar lebar, jawabannya adalah koneksi. Menurut Aga, kopi menghubungkannya dengan orang-orang influential yang berjasa dalam perjalanan karirnya.

Seperti pertemuannya dengan Hendri Kurniawan di sebuah kontes barista, di mana Hendri tertarik dengan kopi racikan Aga dan menjadi mentornya. “Doi adalah teman sharing gue dan yang merekomendasikan berbagai kafe ke gue. Makanya gue bisa sering pindah-pindah.”

Dari koneksinya dengan Hendri, Aga juga dipertemukan dengan Angga Dwimas Sasongko dan ikut bergabung ke proyek Filosofi Kopi. Terkesan nggak nyambung, tetapi perannya di Filosofi Kopi melambungkan nama Aga dan mempermulus karirnya. “Ujung-ujungnya proses bikin usaha sendiri bakal lebih mudah karena kenalan gue udah banyak.”

 

Mengharumkan Nama Indonesia di Jenjang Internasional

Muhammad Aga memegang piala dan seritifikat untuk partisipasinya dalam World Barista Championship 2018

Salah satu kehebatan Aga adalah prestasinya yang sudah berhasil menjadi juara berbagai kompetisi barista. Bermula sejak tahun 2012 ketika Aga menjadi juara satu Latte Art Throwdown Competition. Lanjut dengan Indonesian Barista Competition 2013 dengan posisi kelima dan memulai kiprah internasionalnya melalui ASEAN Barista Competition di posisi ketujuh.

Sampai di tahun 2018, Aga dipilih menjadi finalis dari Indonesia untuk maju dalam kompetisi World Barista Championship di Amsterdam. Bukan sekadar menyeduh kopi saja, Aga juga harus mempersiapkan setiap bahan yang dibutuhkan untuk meracik espresso, cappuccino, dan signature beverages.

Walau gagal untuk masuk ke semifinal, tetapi prestasi Aga masih sangat membanggakan untuk bisa memperlihatkan kemampuannya sebagai barista dan menunjukkan cita rasa luar biasa dari biji kopi lokal. “Tapi tidak apa-apa, setidaknya saya dapat pengalamannya, dapat ilmunya, dapat temannya, dapat banyak hal, lah.”

 

Lebih dari Secangkir Kopi

Muhammad Aga mengenakan kemeja putih sedang menuangkan kopi ke gelas

Teknik saja nggak cukup untuk bisa meracik secangkir kopi yang nikmat. Filosofi kopi dari Aga adalah untuk mengenal hingga ke akarnya. Seperti kebiasaan travelling Aga ke kebun kopi, di Indonesia dan luar negeri, sambil berbincang dengan petani kopi di sana. Dengan begitu, Aga bisa melihat permasalahan yang ada dan memberikan input-nya kepada petani kopi agar bisa memproduksi biji kopi seperti yang ia mau.

“Kopi itu, value-nya banyak, ya. Saya kenal banyak orang juga dari kopi, saya hidup dari situ.” Jadi, next time lo ngopi bareng, coba resapi pahitnya kopi dengan manisnya koneksi bersama teman-teman lo. It’s not just a cup of coffee!

 

 

 

Sources: Cleo, Kumparan, Genmuda.