Biar Ngopi di Rumah Semakin Berarti: Ini 5 Kopi Lokal yang Bisa Lo Coba! - MLDSPOT
  • Food
  • Biar Ngopi di Rumah Semakin Berarti: Ini 5 Kopi Lokal yang Bisa Lo Coba!

Biar Ngopi di Rumah Semakin Berarti: Ini 5 Kopi Lokal yang Bisa Lo Coba!

Thu, 15 October 2020
5 kopi lokal yang bisa lo seduh dan nikmati dari rumah!

Kalau lo belum tahu, di awal bulan Oktober lalu, tepatnya di tanggal 1 Oktober 2020 kemarin, dirayakan sebagai Hari Kopi Internasional. Nah, kalau di lokal kita, atau di Indonesia sendiri, ada juga nih Hari Kopi Nasional di mana selalu jatuh di tanggal 11 Maret.

Bicara soal kopi, kopi jadi salah satu komoditas terbesar dan unggulan dari Indonesia. Sepertinya hampir seluruh belahan dunia tahu kalau Indonesia adalah salah satu negara yang dianugerahi biji-biji kopi dengan kualitas terbaik.

Bagaimana tidak bro – sudah diketahui bersama kalau negara Indonesia ini adalah negara archipelago atau negara kepulauan di mana sangat memungkinkan sekali untuk terdapatnya kopi-kopi dengan kualitas terbaik dan cita rasa yang berbeda-beda.

Dari keberagaman itulah, Indonesia sendiri sepertinya jadi salah satu surga untuk mereka para pecinta kopi. Hal ini terkait dengan begitu beragamnya kopi di Indonesia, dan kualitasnya yang selalu terjaga. Misalnya gini, siapa yang tidak kenal dengan kopi dari Aceh Gayo?

Kopi dari Aceh Gayo, terutama jenis arabikanya – menjadi salah satu jenis kopi yang diminati banyak kalangan, dan harganya di luar sana? Hmm, jangan tanya bro. Ada kualitas, ada harga – kurang lebih seperti itu untuk menggambarkan keadaanya di luar sana.

Nah, terkait dengan jenis-jenis kopi lokal yang bisa kita nikmati dengan mudah dan leluasa, biasanya nih bro – kalau lo lagi ngopi, biasanya lo pakai biji kopi dari mana nih? Mandailing? Toraja? Java Preanger? Atau dari mana nih bro?

Sebenarnya, apapun pilihan biji kopi lo, mau dari mana saja biji kopi pilihan lo berasal – semuanya ini terkait dengan selera. Kalau boleh dibilang, seluruh kopi dari Indonesia itu enak bro. Tinggal tergantung selera lo yang mana, betul nggak?

Kalau lo setuju dengan ungkapan di atas – boleh nih bro, kapan-kapan kita ngopi bareng. Ngobrolin soal kopi – di bahasan kali ini, ada beberapa rekomendasi, setidaknya ada lima rekomendasi kopi yang bisa lo coba, dan mungkin cocok dengan selera lo.

Sabar bro, jangan penasaran mulu nih – tenang-tenang, daripada lo menebak-nebak sendiri kopi apa saja yang bakal direkomendasikan buat lo, sila simak bahasan kali ini sampai habis untuk mengetahui selengkapnya ya!

 

Kopi Liong Bulan!

5 kopi lokal yang bisa lo seduh dan nikmati dari rumah!

Credit Image: wowbogor.com

Nggak pernah dengar kopi yang satu ini? Kalau iya, bukan karena lo kurang gaul bro, atau bukan nongkrong lo yang kurang jauh – tapi Kopi Liong Bulan memang benar-benar produk lokal yang sudah melegenda seantero Bogor, Depok dan daerah sekitarnya di Jawa Barat.

Kalau lo mengekspektasikan kopi ini mesti lo grinding dulu sebelum menikmatinya, tenang bro – Kopi Liong Bulan sudah tersedia dalam bentuk bubuk. Bahkan sudah ada yang dicampurkan gula. Kalau rekomendasinya nih – lo coba dulu yang tanpa gula, ya.

Cita rasa dari Kopi Liong Bulan adalah pahit dan kental, aromanya khas, maklum, Kopi Liong Bulan berasal dari pohon-pohon kopi yang ditanam di hutan-hutan di daerah Jawa Barat. Sehingga aroma ‘hutannya’ cukup kental.

 

Arabika Flores Dari Rumah Kopi Ranin

5 kopi lokal yang bisa lo seduh dan nikmati dari rumah!

Credit Image: rumahkopiranin.com

Kalau dilihat dari Rumah Kopi Ranin – sebenarnya nama ini adalah nama tempat atau kedai kopi yang berlokasi di Bogor. Namun, mereka bukan sekedar tempat nongkrong biasa, Rumah Kopi Ranin juga menyediakan berbagai pilihan biji kopi lokal.

Salah satu yang direkomendasikan buat lo adalah Arabika Flores. Punya cita rasa yang kuat, after taste-nya yang nikmat – cukup wajar kalau per satu kilogramnya, Arabika Flores ini dihargai sampai kurang lebih Rp 115.000.

 

Biji Kopi Sarongge

Kalau jenis biji kopi yang satu ini memang sepertinya mengharuskan lo berpetualang ke daerah Jawa Barat dulu nih. Pasalnya gini bro, Kopi Sarongge adalah biji kopi yang berasal dari pepohonan yang ditanam oleh para petani di lereng Gunung Gede dan Gunung Geulis di daerah Cianjur.

Sarongge sendiri adalah jenis arabikanya. Cita rasa yang keluar dari kopi Sarongge adalah madu, pahit alami, sampai mirip ke rasa anggur atau wine. Tentu, cita rasa ini bisa keluar dari proses pengeringan yang sempurna, waktu roasting yang tepat dan sebagainya.

Sarongge sendiri punya jenis robustanya – dikenal sebagai Sarongge Rosidi. Uniknya Sarongge Rosidi mempunyai cita rasa mirip ke cokelat lantaran pepohonannya dekat dengan kebun coklat di daerah Gunung Gede tersebut.

 

Siraja Biak Biak

5 kopi lokal yang bisa lo seduh dan nikmati dari rumah!

Credit Image: giyanticoffeeroastery.com

Siraja Biak-Biak adalah salah satu biji kopi lokal jagoan dari Giyanti. Giyanti sendiri sebenarnya adalah kedai kopi yang berada di Jalan Surabaya, Jakarta Pusat. Namun Giyanti juga menawarkan biji kopi yang bisa lo grinding sendiri dan menikmatinya di rumah, di antaranya adalah Siraja Biak Biak, Aceh Saman Meriah sampai Siulak Bujang.

Tentu lo asing dengan nama-nama biji kopi lokal tersebut bro. Dan itu juga mengapa direkomendasikan buat lo agar skena perkopian lo semakin luas nih!

 

Kopi Wamena di Tanamera

Mirip dengan Giyanti, Rumah Kopi Ranin, sekarang Tanamera – salah satu kedai kopi atau café langganan millennial Jakarta skena perkopian – sudah populer di berbagai kalangan karena kualitas kopi yang ditawarkannya.

Di Tanamera, selain lo bisa ngopi di sana – lo bisa membeli beberapa kopi lokal yang mereka tawarkan. Sebut saja seperti Kopi Wamena yang populer, Lintong sampai beberapa jenis kopi robusta seperti kopi-kopi dari wilayah Malang, Arjuno dan Temanggung Jawa Timur.

Sekali lagi nih bro – mau kopi lokal dari daerah manapun, semua kopi tersebut enak. Hal ini jelas tergantung selera lo saat ngopi nih! Kalau buat kualitas, Indonesia sudah tidak diragukan lagi kualitas kopinya, banyak dari mereka dari berbagai belahan dunia juga sudah mengakui kalau kopi dari Indonesia kualitasnya terjaga dengan baik! Respect buat kopi-kopi lokal Indonesia!

 

Feature Image – cakapcakap.com

4 Fakta French Fries: Ternyata Bukan Dari Prancis, Bro!

Mon, 19 October 2020
ini alasannya kentang goreng namanya french fries!

#MauLagiDimanapun even lo lagi nongkrong di café favorit atau santai saja di rumah, yang namanya cemilan memang mesti ada buat jadi penyambung obrolan. Setuju nggak sama pernyataan tadi? Kalau iya, boleh dong sebut apa cemilan yang suka jadi teman ngobrol lo!

Bicara soal cemilan, sebenarnya banyak sekali jenisnya apalagi kalau sudah terkait dengan cemilan-cemilan lokal. Mulai dari yang manis, sampai yang savory atau gurih-gurih asin, cemilan memang cocok banget buat jadi teman saat ngopi sampai ngebir.

Nah, kalau lagi nongkrong di café favorit, pilihan cemilan yang paling sering dipesan sama banyak orang adalah kentang goreng. Kenapa kentang goreng? Karena biasanya disajikan dengan kuantitas yang cukup buat nemenin lo ngobrol satu sampai dua jam, bro!

Eits, nggak hanya itu saja sih – kentang goreng di mana rasa base nya itu adalah gurih atau savory, biasanya memang cocok banget jadi teman ngopi sampai ngebir. Kalau di menu café tersebut, biasanya dijadiin bahasa Inggris dengan istilah French Fries.

Tapi, bentar-bentar, bahasanya sudah dari bahasa Inggris, tapi kenapa ada kata French di mana artinya kan negara Perancis ya bro? Tenang-tenang, nggak usah ikutan bingung karena di bawah ini, bakal ada penjelasan lebih lengkapnya.

Daripada penasaran dan menebak-nebak sendiri, langsung saja dibahas nih perihal French fries alias kentang goreng cemilan sejuta anak nongkrong!

 

Dasar Dari Sejarahnya

ini alasannya kentang goreng namanya french fries!

Credit Image: thedailymeal.com

Kalau dari sejarah panjangnya bagaimana kentang jadi salah satu makanan favorit atau cemilan populer, Jo Gerard – sebagai salah satu sejarawan asal Belgia mengklaim kalau resep pertama kentang goreng sudah ada di Belgia sejak tahun 1680.

Klaim ini terhubung dengan adanya fakta kalau orang Belgia ternyata kalau sedang tidak bisa memancing karena danau atau sungai mereka beku karena musim dingin, mereka mencari sesuatu yang bisa dimakan lagi dan ketemulah dengan kentang!

Mungkin ini berhubungan juga dengan menu fish and chips bro. Di mana di menu tersebut ada olahan ikan dan olahan kentang yang saling bersanding. Menurut lo apakah semuanya berkesinambungan?

 

Terus Kenapa Bisa Dibilang French Fries?

Jadi gini bro – masih seputar sejarahnya, ya – sekitaran tahun 1862, tentara Inggris datang ke Belgia saat perang dunia pertama dan mencicipi kentang goreng di sebuah gerai bernama Max en Fritz di Kota Antwerp.

Nah, gerai yang dikelola oleh orang Belgia asli itu menawarkan menu kentang goreng di mana ternyata tentara Inggris pada suka, bro! Lalu, tentara Inggris memberi nama French lantaran orang Belgia tersebut menggunakan bahasa Perancis sebagai bahasa resminya.

Nggak sangka kalau ternyata prosesnya seperti itu ya bro? Well, tapi itu adalah fakta yang ada dan yang bisa lo ketahui terkait penamaan French fries. Lalu, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana kentang goreng atau French fries ini bisa sangat populer?

 

Populer Karena Thomas Jefferson

ini alasannya kentang goreng namanya french fries!

Credit Image: smittenkitchen.com

Seiring berjalannya waktu, French fries semakin banyak disukai dan mulai tersebar ke seluruh Eropa seperti Perancis tersendiri. Nah, pada saat itu, Thomas Jefferson, yang menjabat sebagai Duta Besar Amerika untuk Perancis, sangat jatuh hati dengan menu yang satu ini.

Thomas sendiri sangat senang makan kentang goreng atau French fries yang dimasak ala Perancis. Nah, ketika ia pulang ke Amerika dan menjadi Presiden Amerika ketiga, Thomas sangat senang menjamu tamunya dengan menu French fries tersebut.

Mulai dari situ, istilah French fries tersebar di Amerika. Berbagai restoran di sana mulai menyediakan French fries di menu mereka dan mendapat respon positif dari para pelanggan mereka!

 

Fakta Dibalik Bentuknya yang Tipis

Populernya French fries di manapun membuat banyak restoran, kedai atau café membuat menu tersebut masuk ke dalam penawaran mereka. Akan tetapi, tidak terlepas dari kritik – di Amerika sendiri, ada pelanggan dari sebuah restoran yang protes karena potongan kentang gorengnya terlalu tebal.

Nah, karena dari kritik tersebut, Chef dari restoran tersebut akhirnya memotong kentang dengan bentuk yang tipis-tipis dan panjang. Dipikir bakal dikritik lagi – Chef tersebut malah mendapat pujian dan akhirnya bentuk kentang goreng yang sekarang lo suka temui adalah hasilnya revisi Chef tersebut.

Dari hasil kritik tersebutlah French fries dengan bentuk yang tipis bisa semakin populer dan bahkan mendunia hingga populer juga di Indonesia. Bayangkan bro, kalau lo makan kentang goreng dengan potongan yang tebal, bisa-bisa lo malah kekenyangan karena nyemil kentang goreng tersebut!

Wah bagaimana nih? Cukup mengejutkan ya bagaimana istilah French fries ini berasal. Sekarang lo sudah paham nih bagaimana sejarahnya. Kuy, bikin kentang goreng buat nemenin lo santai di rumah, bro!

 

Feature Image – freepik.com