• Food
  • Ternyata Indonesia Juga Punya Jenis Cokelat Khas, Lho!

Ternyata Indonesia Juga Punya Jenis Cokelat Khas, Lho!

Tue, 02 October 2018
Ternyata Indonesia Juga Punya Jenis Cokelat Khas, Lho!

Selama ini, Indonesia lebih dikenal sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia. Padahal sebetulnya negara kita juga punya potensi pembudidayaan cokelat yang cukup menjanjikan, Urbaners. Ragam kondisi geografis di Indonesia membuat cokelat tanah air jadi punya cita rasa yang khas.

Salah satu produsen cokelat ternama di Indonesia adalah Pipiltin Cocoa. Menurut mereka, ada beberapa jenis cokelat Indonesia yang wajib banget lo coba. Ini dia 3 di antaranya!

 

Cokelat Tanazozo, Flores

Cokelat Tanazozo, Flores

Urbaners, apa lo tahu kalau di Rajawawo, Flores, Nusa Tenggara Barat, ada sebuah suku bernama Tanazozo? Di sinilah cokelat Tanazozo berasal dan diolah secara lokal. Ditanam di atas 500 mdpl, lahan di sini memiliki tanah yang bercampur batu gamping.

Hasilnya, cokelat Tanazozo pun punya karakter yang cukup unik. Rasa cokelatnya cenderung medium dengan sentuhan rasa kopi dan cengkeh di akhir rasanya. Uniknya lagi, tanpa dicampur gula pun cokelat Tanazozo sudah mengeluarkan manis karena karakter cokelatnya yang lebih organik.   

 

Cokelat Pidie Jaya, Aceh

Cokelat Pidie Jaya, Aceh

Nggak cuma kopi, cokelat di Aceh ternyata juga terkenal strong. Dibandingkan dengan cokelat Tanazozo, cokelat Pidie Jaya cenderung lebih pekat dan pahit. After taste-nya pun asam dan bahkan sedikit pedas. Hal ini nggak terlepas dari kondisi kelembapan iklim Aceh sendiri.

Penanaman cokelat Pidie Jaya dilakukan di tanah setinggi 150-250 mdpl. Proses pengolahannya masih menerapkan metode fermentasi secara tradisional, yaitu menggunakan kotak kayu selama 5 hari.

 

Cokelat Glenmore, Jawa Tengah

Cokelat Glenmore, Jawa Tengah

Mirip seperti cokelat Pidie Jaya, cokelat asal Jawa Tengah ini juga memiliki after taste yang agak asam, tapi cita rasanya nggak begitu pahit. Banyak orang bilang kalau cokelat Glenmore merupakan cokelat yang paling “seimbang” jika dibandingkan dengan jenis cokelat Indonesia lain.

Cokelat Glenmore ditanam di lahan dengan ketinggian 100-200 mdpl. Disebut juga dengan sebutan Cocoa Java, cokelat Glenmore ternyata sudah diekspor ke banyak negara. Bahkan kabarnya cokelat ini juga sudah terkenal di dunia sejak era kolonial, lho!

 

Dari ketiga jenis cokelat Indonesia di atas, mana yang sudah pernah lo cobain, Urbaners?

 

 

Sources: kompas.com

Warung Gaul Ayam Malaya yang Legendaris

Wednesday, January 15, 2020 - 17:00
Ayam Malaya dan ayam gohyong adalah menu unggulan dari Warung Gaul Ayam Malaya.

Kuliner yang ada di Jakarta memang sangat beraneka ragam. Salah satu tempat yang memiliki banyak varian kuliner adalah di kawasan Menteng. Berada di Jakarta Pusat, Menteng disebut sebagai salah satu tempat elit karena banyak dihuni oleh para konglomerat dan pejabat. Tempat kuliner yang berada di sekitar sini pun banyak yang kekinian dan cocok banget didatangi untuk tempat nongkrong.

Namun ternyata ada tempat kuliner yang terkenal dan legendaris di daerah Menteng yang cukup berbeda karena hanya berbentuk warung yang sederhana. Warung yang disebut sebagai Warung Gaul Ayam Malaya itu telah berdiri sejak lebih dari 20 tahun yang lalu dan telah memiliki pelanggan yang sangat setia.

 

Populer di Kalangan Pecinta Kuliner Jakarta

Tenda dari Warung Gaul Ayam Malaya.

Bicara soal tempat makan terkenal di daerah Menteng biasanya lo pasti akan berpikiran tempat yang indah dan Instagrammable dengan hidangan makanan yang kekinian. Namun hal itu nggak berlaku bagi warung sederhana yang terletak di Jl Gereja Santa Theresia, Menteng yang satu ini.

Warung Gaul Ayam Malaya hanyalah warung kaki lima sederhana yang hanya menggunakan tenda sebagai atapnya. Meski begitu, warung yang satu ini telah menjadi salah satu tempat makan yang paling ramai dan dikenal oleh pencinta kuliner yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya. Bahkan dari kota lain di Indonesia.

 

Cita Rasa yang Nggak Diragukan Lagi

Varian menu unggulan dari Warung Gaul Ayam Malaya seperti ayam malaya, ayam gohyong dan nasi goreng.

Salah satu alasan warung sederhana ini memiliki pelanggan setia yang rela antre lama tentunya karena hidangan makanan yang disajikan memiliki citarasa yang sangat nikmat. Di sini lo bisa memesan beragam makanan Chinese food mulai dari aneka nasi goreng, mi goreng, mi kuah, dan ayam kuluyuk. Menu unggulannya lainnya yaitu ayam malaya dan ayam gohyong.

Ayam malaya dan ayam gohyong menjadi dua menu paling favorit dan selalu dipesan oleh banyak pelanggannya. Ayam malaya sendiri merupakan menu olahan daging ayam tanpa tulang yang dibalut dengan tepung. Setelah digoreng, ayam balut tepung tersebut disiram dengan kuah yang memiliki rasa asam manis yang lezat.

Hidangan favorit lain yang selalu dicicipi oleh pelanggan ialah ayam gohyong. Menu yang satu ini dibuat dari daging ayam yang dicincang dan dicampur dengan sedikit daging sapi. Campuran daging cincang tersebut kemudian akan dibalut dengan telur terlebih dahulu sebelum digoreng. Saat disajikan ayam gohyong juga akan diberi kuah berwarna cokelat yang terbuat dari mentega dan kecap asin.

Dua menu favorit tersebut dijual dengan harga yang cukup terjangkau yaitu sekitar 25 ribu rupiah. Satu porsi dari ayam malaya dan ayam gohyong cukup banyak dan rasanya juga nikmat jadi sangat worth it dengan harga yang dibanderolnya tersebut.

Ayam malaya memiliki tekstur renyah yang menggoda, sedangkan ayam gohyong memiliki citarasa yang gurih yang sangat lezat. Jadi apa lo udah siap mencoba dua hidangan favorit dari Warung Gaul Ayam Malaya yang legendaris ini, Urbaners?

 

 

Sources: detik.com, liputan6.com