The Flying Photography - MLDSPOT
  • Hobby
  • The Flying Photography

The Flying Photography

Wed, 10 December 2014

Buat para pecinta fotografi, memotret objek dari ketinggian bisa jadi hal yang menantang. Foto yang didapat bisa terlihat unik karena mengambil sudut yang nggak biasa, sekaligus mampu mengambil foto keseluruhan objek dengan jelas. Namun, jangan dibayangkan dulu lo bakal motret dari atas pesawat, helikopter, atau motret sambil terjun bebas. Sekarang yang lagi tren di dunia fotografi Indonesia adalah drone fotografi. Lo bisa memotret objek sambil “terbang” dengan mengandalkan kemampuan mengendalikan remote control ala Aero RC. Dengan kata lain, lo memotret sambil memainkan Aero RC.

Drone fotografi atau aerial shot adalah teknik pengambilan gambar atau video dengan menggunakan kamera yang dipasang pada quadcopter, lalu dikendalikan dari jarak tertentu. Quadcopter sendiri merupakan sejenis Aero RC berbentuk helikopter dengan empat baling-baling.  Quadcopter ini dikendalikan oleh dua operator. Operator pertama bertugas mengendalikan quadcopter memakai RC, sedangkan operator lain memantau hasil gambar yang diambil melalui laptop, tablet, maupun smartphone. Rata-rata quadcopter bisa diterbangkan sampai radius satu kilometer dengan ketinggian sekitar 400 meter dari tanah.

Nah, drone fotografi ini sebenarnya menggabungkan dua hobi berbeda, yaitu fotografi dan RC  menjadi satu kesatuan yang membuat dua hobi tersebut jadi makin menarik. Buat yang punya hobi fotografi ataupun videografi, drone fotografi bisa jadi pilihan untuk variasi pengambilan gambar. Lo bisa capture momen-momen seru seperti karnaval, demo, atau konser cukup dengan mengendalikan kamera sekaligus quadcopter. Jadi, lo nggak usah repot-repot cari spot yang tepat sampai manjat-manjat pohon atau tiang untuk ambil gambar.

Para penggemar RC pun juga bisa seru-seruan dengan drone fotografi ini. Nggak cuma pleasure yang didapat dengan mengendalikan quadcopter pakai remote control, lo bisa sekalian iseng ambil gambar dari ketinggian tertentu. Siapa tau, dengan drone fotografi ini, lo “menerbangkan” bakat fotografi yang terpendam.

Ada suatu quote dari Mary Schmich yang mengatakan, “Good art is art that allows you to enter it from a variety of angles and to emerge with a variety of views.” And drone fotography proves it well. Drone fotografi memberikan lo kesempatan untuk berseni dengan berbagai angle dan pemandangan dari atas ketinggian. Mungkin bisa dibilang, drone fotografi adalah cara terbaik untuk berseni, sekaligus bersenang-senang, di udara.

Baca Juga : Komunitas Fotografi Jakarta untuk Para Pemula

 

Komunitas Drone Fotografi Indonesia
Buat lo yang mau mencoba serunya drone fotografi atau pengen cari tahu lebih dalam, Indonesia punya komunitas pecinta drone fotografi, yaitu DJI Phantom Indonesia. Komunitas ini berdiri mulai awal Mei 2014 lalu. Anggota komunitas ini adalah para penggemar fotografi dan videografi yang ingin mengembangkan teknik pengambilan gambar dengan teknik drone fotografi atau aerial shot.

Manfaat Drone Fotografi
Kalau yang kita tahu, drone fotografi biasa ditemui di acara-acara yang melibatkan banyak massa, kayak pelantikan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. Namun ternyata, teknologi drone fotografi bisa dipakai dalam hal-hal lain, misalnya pemetaan, memantau lalu lintas, sampai membantu dalam mencari korban bencana yang akan diselamatkan tim SAR.

Prepare the Budget
Karena menggunakan teknologi RC, untuk harga siap-siap kaget. Sama dengan mainan RC lainnya, budget yang harus lo siapin untuk satu set Quadcopter tanpa kamera sekitar 11 juta rupiah. Nah, kalo mau yang pakai kamera dan biasa dipakai dalam drone fotografi, harga sewanya bisa menyentuh 20 juta rupiah! Apalagi kalau beli sendir? Siap nggak merogoh kocek dalam-dalam?

Sejumlah Perspektif Saat Ingin Buat Ilustrasi Original Character, Bro!

Tue, 27 October 2020
Berikut hal yang perlu lo perhatikan saat membuat original character untuk menghindari tuduhan plagiat

Originalitas di dunia industri kreatif ini memang sekarang cukup dapat perhatian yang besar. Majunya teknologi membuat beberapa ide dan desain bisa saja mirip bahkan ternyata sama. Ini jadi catatan tersendiri untuk para ilustrator saat ingin membuat original character.

OC atau original character menurut banyak ilustrator adalah karakter yang dibuat tidak berdasarkan referensi karakter yang sudah ada sebelumnya. Sehingga keaslian dari karakter yang diciptakan bisa dipertanggungjawabkan.

Ini artinya, para ilustrator memang menghindari kejadian melanggar hak cipta seseorang atau pihak tertentu, yang sebelumnya sudah membuat terlebih dahulu karakter, ide atau desain sebelumnya. Yang masih ramai diperbincangkan di jagat dunia maya, khususnya di Instagram, terkait dengan ide dan desain, Nike menuntut Warren Lotas terkait desain sepatu yang dibuatnya.

Menurut Nike, desain sneakers yang diciptakan oleh Warren Lotas, mirip sekali dengan Nike SB Low Dunk-nya. Dari bentuk, warna, sampai aksen, kurang lebih mirip – akan tetapi yang membedakan adalah logo swoosh yang diganti menjadi kepala Jason Voorhees.

Well, kalau dari sisi originalitas, Warren Lotas berada di area yang abu-abu. Kalau dari perspektif Nike, jelas Warren menjiplak karya dari ide dan desain mereka. Nah, hal-hal seperti ini lah yang dihindari para pembuat karakter original. Menghindari tuntutan dari tuduhan menjiplak atau plagiat.

Terkait dengan hal tersebut, para ilustrator mempunyai cara tersendiri untuk membuat karakter original atau original character yang benar-benar asli. Belum ada yang punya selain ilustrator tersebut. Semangat seperti ini sih yang bisa lo contoh bro #MauLagiDimanapun – semangat untuk selalu kreatif dan produktif!

Mungkin sekarang lo sudah makin penasaran nih, sebenarnya ada cara-cara seperti apa sih untuk membuat OC dan menghindari tuduhan sebagai plagiat dari karya orang lain? Daripada menebak-nebak sendiri, sila simak bahasan kali ini ya!

 

Riset Untuk Konsep Karakter

Berikut hal yang perlu lo perhatikan saat membuat original character untuk menghindari tuduhan plagiat

Credit Image: freelogoservices.com

Percaya atau nggak ya bro, para ilustrator mesti ‘bertapa’ terlebih dahulu untuk membuat OC. Eits, yang dimaksud bertapa adalah melakukan riset. Riset ini yang akan menentukan bagaimana konsep dari karakter tersebut.

Berbagai aspek dipikirkan di dalam riset tersebut. Mulai dari penampilan fisiknya seperti apa, jenis kelaminnya bagaimana, apakah karakter ini akan murni sosok manusia atau hybrid (gabungan beberapa bentuk mahluk hidup).

Sampai ke aspek apakah karakter ini punya super power tertentu, keahlian apa yang bisa ditonjolkan secara visual, bagaimana ekspresi wajahnya ketika senang ataupun sedih – semua hal dipikirkan dan biarkan imajinasi lo sebagai ilustrator bekerja dengan baik.

Begitu riset selesai dengan hasil yang sudah ditentukan – segala aspek sudah jelas, barulah lo bisa mendesain. Tapi nanti dulu, sebelum lo mulai mendesain, ada tahap lainnya di mana lo mesti menyelesaikannya terlebih dahulu.

 

Menentukan Nama Karakternya

Seperti lahir lagi ke bumi, karakter lo pasti perlu sebuah nama. Bro, nama ini secara nggak langsung bakal sangat merepresentasikan bagaimana karakter yang sudah lo buat, lho. Nah, buat menentukan nama karakter, ada beberapa hal lagi yang perlu lo perhatikan.

Misalnya seperti tidak memberikan nama sesuai dengan nama lo sendiri. Itu namanya hanya copy paste saja bro. Lagipula, jarang sekali para ilustrator di luar sana memberikan nama untuk karakternya sesuai dengan nama aslinya.

Kemudian, karena tidak bisa sama dengan lo untuk nama, pastikan lo juga bisa memberikan nama yang bermakna. Hal ini bakal semakin menguatkan karakter lo dari segi visualnya nanti. Lalu, pastikan juga nama yang lo buat tidak terlalu panjang.

 

Yok Mulai Desain Karakternya!

Berikut hal yang perlu lo perhatikan saat membuat original character untuk menghindari tuduhan plagiat

Credit Image: wacom.com

Jika semuanya sudah ditentukan dengan baik – tinggal melakukan desain karakternya, bro. Lo tinggal mengikuti guideline atau hasil riset yang ada untuk membentuk karakter tersebut secara visual. Bagaimana bentuk wajah, bentuk rambut, mata dan sebagainya.

Lo bisa lihat dan bentuk semua aspek karakter tersebut dari hasil riset dan juga penentuan nama yang sudah lo lakukan. Pastikan desain yang lo lakukan masih natural. Imajinasi yang terlalu berlebihan kadang malah bikin lo bingung bagaimana menentukan yang pas untuk karakter lo nanti.

Kemudian, untuk mempermudah karakter lo dikenali oleh banyak kalangan, pastikan ada hal unik di karakter tersebut. Misalnya ada kostum atau aksesoris yang hanya digunakan oleh karakter lo saja. Hal ini bakal memudahkan banyak orang untuk mengetahui karakter yang lo buat seperti apa.

 

Memvisualkan Super Power-nya

Berikut hal yang perlu lo perhatikan saat membuat original character untuk menghindari tuduhan plagiat

Credit Image: creativebloq.com

Hal terakhir yang bisa membuat karakter lo semakin sempurna dan terasa bagaimana originialitasnya adalah memberikannya super power. Asal jangan sampai over ya. Sesuatu yang berlebihan pasti tidak baik, termasuk untuk karakter lo.

Super power ini bisa jadi unique selling point tersendiri untuk karakter yang lo ciptakan. Hal ini dikarenakan oleh super power tersebut bisa dikonversikan sebagai visual tersendiri. Misalnya, saat tertekan, karakter lo tersebut bisa merubah warna rambutnya yang menandakan kekuatan supernya datang.

Hal-hal seperti itu bisa sekali dikembangkan lebih jauh bro. Dari sini originalitas yang lo punya di karakter tersebut akan semakin terlihat dan semakin kental.

Nah, bagaimana nih bro? Dari berbagai penjelasan di atas – proses kreatif dan produktif sudah pasti terus berjalan #MauLagiDimanapun dan seperti apapun kondisinya ya bro! Terlebih, jika lo seorang ilustrator, tidak ada yang bisa nih menghalangi imajinasi lo terkait pembuatan original karakter!

 

Feature Image – dice.com